MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 13 Desember 2018 10:31
Waspada Ancaman di Perbatasan
BERI WEJANGAN: Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berkunjung ke Tarakan, Rabu (12/12).

PROKAL.CO, TARAKAN – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengingatkan aparat keamanan akan tugas sebagai alat pertahanan negara dalam mengantisipasi segala bentuk ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.

Pesan itu diungkapan Ryamizard saat memberikan arahan di depan ratusan prajurit TNI dari berbagai satuan di hanggar Lanud Anang Busra Tarakan, Rabu (12/12). Ryamizard mengunjungi Tarakan salah satu tujuannya untuk melihat kesiapan Tarakan menjadi tempat latihan trilateral Indonesia, Filipina dan Malaysia.

Dikatakan Ryamizard, tugas utama prajurit tentu saja perang mengangkat senjata melawan negara lain. Namun, melihat hubungan Indonesia dengan negara tetangga sangat baik, perang belum dianggap ancaman serius saat ini.

“Kita hidup di tempat yang damai, ASEAN. Sekarang sudah 51 tahun kita bersama-sama, tidak ada konflik, bertambah baik. Dulu, kita membuat ASEAN itu perjanjian tidak akan ada konflik bersenjata. Kalaupun ada perselisihan diselesaikan dengan baik,” ujar pria kelahiran Palembang, Sumatra Selatan, 21 April 1950.

Begitupun di kawasan lain. Mantan Kepala Staf TNI AD ini melihat belum ada ancaman serius dari negara lain. Ia mencontohkan hubungan Indonesia dengan Australia baik-baik saja. Begitupun dengan Tiongkok. Sikap Indonesia ini, kata dia, sesuai dengan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang mengamanahkan berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia. 

Menurut Ryamizard, ancaman perang baru terlihat apabila kedaulatan negara dan keselamatan rakyat terganggu. Sampai saat ini ia belum melihat adanya potensi-potensi seperti itu.

“Saya merasa tidak ada ancaman. Saya melihat 10 tahun ke depan tidak ada ancaman. Maka saya nyatakan perang antara dua negara atau lebih dengan menggunakan semua alat perang, alutsista itu adalah ancaman yang belum nyata,” ujarnya.

Namun, kata alumni Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) 1974 ini, bukan berarti Indonesia bebas dari ancaman. Dia menyebut ada berbagai ancaman mulai dari aksi terorisme hingga masalah kejahatan di perbatasan.

“Ancaman nyata dan sangat nyata sekarang. Empat tahun lalu saya jadi menteri, saya sampaikan satu teroris berulang-ulang terjadi. Yang kedua bencana alam. Kemudian pemberontakan berulang-ulang, kemarin juga Papua begitu. Kemudian masalah perbatasan. Dulu saya lama di Kalimantan Barat. Itu hutan. Dari ujung ke ujung sebulan lebih jalan kaki. Perbatasan bolak-balik, diubah-ubah, sudah ada pos-pos. Masalah perbatasan itu untuk dilalui teroris, yang kedua obat-obatan, senjata, perdagangan perempuan dan lain-lain,” bebernya.

Karena itu, kata dia, Indonesia bekerja sama dengan Malaysia dalam mencegah kejahatan di perbatasan, dengan melakukan patroli bersama. Begitu juga dengan Filipina.

Ancaman lain yang juga sedang merongrong Indonesia adalah perang ideologi atau yang ia sebut perang pemikiran, dengan munculnya berbagai macam paham yang sedang merongrong ideologi Pancasila, termasuk munculnya lagi potensi paham komunis atau PKI.

“Pancasila ini dirongrong terus. Ada ekstrem yang kiri, ada kanan. Paham kiri itu PKI, sisa-sisa yang sudah muncul banyak itu, sudah mulai terang-terangan. Ini harus waspada,” tuturnya. 

Supaya tidak menjadi besar, termasuk menjadi TNI dan Polri untuk mencegahnya. Salah satu solusinya, kata dia, dengan mengingatkan untuk tidak boleh lagi memunculkan paham tersebut di Indonesia, karena sudah dilarang. Menurut Ryamizard, perang pemikiran ini sangat luar biasa ancamannya, karena bisa menghancurkan Indonesia. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 11:54

Agen Perjalanan Terancam Gulung Tikar

TARAKAN – Sorotan terhadap maskapai tidak hanya menyangkut tarif tiket…

Selasa, 15 Januari 2019 11:49

Pemkot Belum Serahkan P3D

TANJUNG SELOR – Pelimpahan kewenangan personel, pendanaan, sarana dan prasarana…

Senin, 14 Januari 2019 10:08

Polda Incar RSUD Mantri Raga

TARAKAN - Rawannya kasus penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Utara, menjadi…

Senin, 14 Januari 2019 09:54

Lima DOB Terus Perjuangkan

TANJUNG SELOR – Moratorium pemekaran daerah yang masih diberlakukan pemerintah…

Minggu, 13 Januari 2019 12:11

Asusila karena Ekonomi dan Pendidikan

TANJUNG SELOR - Tindakan kriminal seperti perbuatan asusila, erat kaitannya…

Minggu, 13 Januari 2019 12:08

Wakil Kaltara Pun Terseret Kasus Prostitusi Online

TANJUNG SELOR – Berita mengejutkan muncul dari pengembangan penyidikan kasus…

Sabtu, 12 Januari 2019 10:51

Parpol Diberi Waktu hingga 31 Januari

TANJUNG SELOR – Laporan pertanggungjawaban (LPj) bantuan keuangan partai politik…

Jumat, 11 Januari 2019 11:13

Sepekan, Jaring 70 Pelanggar

TANJUNG SELOR – Sebanyak 70 pelanggar lalu lintas terjaring dalam…

Jumat, 11 Januari 2019 11:11

Pengawas SPBU Diperiksa Polisi

TANJUNG SELOR – Keluhan salah seorang warga di media sosial…

Kamis, 10 Januari 2019 18:01

Tarakan ‘Diet’ Kantong Plastik

TARAKAN – Diet penggunaan kantong plastik terus diseriusi Pemkot Tarakan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*