MANAGED BY:
SENIN
18 FEBRUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Sabtu, 29 Desember 2018 12:09
Dua Lokalisasi Resmi Ditutup, Jika Tetap Buka Akan Disanksi
DITUTUP: Wali Kota Tarakan Sofian Raga menyaksikan pemasangan plang larangan praktik prostitusi di lokalisasi Bengawan Indah, Jumat (28/12).

PROKAL.CO, class="p1">TARAKAN – Eksekusi penutupan lokalisasi Bengawan Indah dan Karang Agas, resmi dilakukan Pemkot Tarakan, Jumat (28/12). Ratusan aparat dari kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), mengawal penutupan dua lokalisasi itu.

Dalam kegiatan yang disaksikan Wali Kota Tarakan Sofian Raga dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), terlihat tak ada perlawanan dari pengelola maupun wanita tuna susila di lokalisasi tersebut, karena eksekusi penutupan lokalisasi hanya dengan memasang plang larangan.  

Namun, koordinator dan penanggung jawab lokalisasi Sungai Bengawan, Erlan Susanto, sempat memberikan masukan kepada Wali Kota sebelum dilakukan penutupan. Ia menginginkan ada keadilan penutupan tempat praktik prostitusi lain agar wanita tuna susila dari lokalisasi tidak berpindah tempat.

Wali Kota Tarakan Sofian Raga berharap setelah penutupan, Bengawan dan Karang Agas bisa menjadi kawasan bebas prostitusi. “Oleh karena itulah tadi kami mengajak bagaimana warganya nanti bisa beralihlah kegiatan ke yang produktif,” ujarnya.

Mengenai rencana pemulangan wanita tuna susila eks lokalisasi, Sofian Raga mengatakan, pihaknya akan mengundang lagi seluruh pihak terkait untuk membahasnya pada hari ini. Pertemuan nanti untuk memperjelas apakah dipulangkan atau ada yang memilih tinggal di Tarakan. 

Adapun nilai santunan yang telah disiapkan Pemkot Tarakan sesuai ketentuan pemerintah pusat adalah Rp 5,5 juta per orang. Menurut Sofian, angka itu sudah termasuk biaya hidup beberapa bulan. Namun, tidak termasuk kegiatan lain yang dinilai pemerintah perlu diberikan dukungan. Seperti pelatihan dan lain-lain yang bermuara pada penuntasan persoalan sosial pascapenutupan lokalisasi. 

Sofian juga kembali menegaskan untuk siap memberikan sanksi tegas bila masih ada yang nekat membuka praktik prostitusi di lokasi yang sudah ditutup. Pemkot Tarakan dan aparat keamanan, kata dia, akan mengawasi pascapenutupan. 

“Kalau sudah, ya sudah. Jangan ada aktivitas lagi,” tegasnya. 

Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyawan menegaskan, siap mengawal kebijakan pemerintah pascapenutupan, dengan menurunkan personel, serta melibatkan aparat lain. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Minggu, 22 November 2015 19:15

Perang Proksi Ancaman Warga Kaltara

<p style="text-align: justify;"><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash;…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*