MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Senin, 31 Desember 2018 10:35
Polisi Kesulitan Ungkap Dugaan Korupsi, Ini Alasannya
Ilustrasi

PROKAL.CO, TARAKAN – Penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan fasilitas pemerintah di Jalan Yos Sudarso, masih menjadi pekerjaan rumah Polres Tarakan.

Itu diakui Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyawan. Dia mengaku dari dimulainya penyelidikan pada tahun lalu, sampai sekarang belum bisa mengungkap siapa pelakunya.

“Untuk kasus tipikor kita memang tahun ini masih belum bisa menyelesaikan sampai over limit. Itu karena ada beberapa kendala,” ujarnya, Sabtu (29/12).

Kendala yang dihadapi, bebernya, di antaranya butuh waktu untuk menghitung kerugian meskipun saat ini sudah keluar hasilnya. Selain itu, pihaknya masih memperkuat konstruksi hukumnya dengan berencana meminta keterangan dari ahli.

Kendala lain, pihaknya juga mempertimbangkan pemanggilan saksi dari pelaku yang disidik untuk dimintai keterangan, di mana status saksinya sedang ikut dalam kontestasi politik.

“Kita menghindari bahwa kita nanti dianggap untuk menghalangi hak politik dan sebagainya, baik itu pribadi maupun partai,” ujarnya.

Sementara itu, pada perkara narkoba, meskipun jumlah perkara dan barang bukti yang disidik tahun ini menurun, namun di sisi lain Yudhistira menyatakan rasa kekecewaannya terhadap perlakuan yang diberikan kepada salah satu eks narapindana narkoba di Lapas Kelas II A Tarakan.

“Kami tahun ini sangat menyayangkan bahwa ada eks napi yang dulu kita tangkap dan kita proses sampai ke pengadilan, yang kemudian bebas bersyarat. Namun, ternyata sekarang sudah tidak diketahui keberadaannya. Kita cukup prihatin dengan hal itu,” ujarnya.

Menurutnya, dengan kejadian tersebut memberikan preseden yang buruk bagi aparat penegak hukum. Padahal, diketahui eks narapidana tersebut merupakan bandar besar.

Ke depan, salah satu upaya pihaknya untuk mencegah peredaran narkoba  sampai ke akarnya adalah dengan mengungkap tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Karena jaringan mereka semakin canggih juga. Jadi yang ketangkap kebanyakan kurir juga. Kurir ini susah untuk melacak TPPU-nya. Kecuali yang tertangkap adalah bandar dan pihak yang level atasnya,” ujarnya. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 13:51

Tarakan Masih ‘Gelap’

TARAKAN – Para pekerja PT Medco E&P Indonesia di Blok…

Rabu, 20 Maret 2019 12:50

Kenaikan Gaji PNS Tunggu Payung Hukum

TARAKAN – Presiden RI Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah…

Rabu, 20 Maret 2019 12:00

Pakai Sampah untuk Listrik, Investor Di-deadline Tiga Bulan

TARAKAN – Wali Kota Tarakan Khairul, memberikan waktu tiga bulan…

Selasa, 19 Maret 2019 14:50

Tahun Ini, Mapolres KTT Ditarget Rampung

TANJUNG SELOR – Pembangunan markas polres di Kabupaten Tana Tidung…

Selasa, 19 Maret 2019 14:44

Jargas Normal, Pemadaman Bergilir Lanjut

Walau sempat terganggu, pelayanan jaringan gas (jargas) bagi masyarakat Tarakan…

Senin, 18 Maret 2019 14:05

Banyak Juga, Selisih Utang Capai Rp 155 M

Kota Tarakan menjadi yang pertama di Kalimantan Utara yang telah…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:13

PLTMG Ditarget Beroperasi Awal April

TARAKAN – Listrik di ibu kota Kalimantan Utara, Tanjung Selor,…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:11

Pasutri Jadi Pengedar Narkoba

TARAKAN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara kembali menangkap…

Jumat, 15 Maret 2019 14:38

Kecelakaan Kerja Dianggap Fatal

TARAKAN – Kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pekerja pada proyek…

Jumat, 15 Maret 2019 14:20

Terbawa Arus, Nelayan Tenggelam di Bawah Tongkang

TARAKAN – Sejumlah nelayan yang tergabung dalam Kesatuan Nelayan Tradisional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*