MANAGED BY:
JUMAT
21 JUNI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Senin, 31 Desember 2018 10:35
Polisi Kesulitan Ungkap Dugaan Korupsi, Ini Alasannya
Ilustrasi

PROKAL.CO, TARAKAN – Penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan fasilitas pemerintah di Jalan Yos Sudarso, masih menjadi pekerjaan rumah Polres Tarakan.

Itu diakui Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyawan. Dia mengaku dari dimulainya penyelidikan pada tahun lalu, sampai sekarang belum bisa mengungkap siapa pelakunya.

“Untuk kasus tipikor kita memang tahun ini masih belum bisa menyelesaikan sampai over limit. Itu karena ada beberapa kendala,” ujarnya, Sabtu (29/12).

Kendala yang dihadapi, bebernya, di antaranya butuh waktu untuk menghitung kerugian meskipun saat ini sudah keluar hasilnya. Selain itu, pihaknya masih memperkuat konstruksi hukumnya dengan berencana meminta keterangan dari ahli.

Kendala lain, pihaknya juga mempertimbangkan pemanggilan saksi dari pelaku yang disidik untuk dimintai keterangan, di mana status saksinya sedang ikut dalam kontestasi politik.

“Kita menghindari bahwa kita nanti dianggap untuk menghalangi hak politik dan sebagainya, baik itu pribadi maupun partai,” ujarnya.

Sementara itu, pada perkara narkoba, meskipun jumlah perkara dan barang bukti yang disidik tahun ini menurun, namun di sisi lain Yudhistira menyatakan rasa kekecewaannya terhadap perlakuan yang diberikan kepada salah satu eks narapindana narkoba di Lapas Kelas II A Tarakan.

“Kami tahun ini sangat menyayangkan bahwa ada eks napi yang dulu kita tangkap dan kita proses sampai ke pengadilan, yang kemudian bebas bersyarat. Namun, ternyata sekarang sudah tidak diketahui keberadaannya. Kita cukup prihatin dengan hal itu,” ujarnya.

Menurutnya, dengan kejadian tersebut memberikan preseden yang buruk bagi aparat penegak hukum. Padahal, diketahui eks narapidana tersebut merupakan bandar besar.

Ke depan, salah satu upaya pihaknya untuk mencegah peredaran narkoba  sampai ke akarnya adalah dengan mengungkap tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Karena jaringan mereka semakin canggih juga. Jadi yang ketangkap kebanyakan kurir juga. Kurir ini susah untuk melacak TPPU-nya. Kecuali yang tertangkap adalah bandar dan pihak yang level atasnya,” ujarnya. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Kamis, 20 Juni 2019 14:45

Pemkot Janji Beri Santunan

TARAKAN – Pemkot Tarakan menyanggupi pemberian santunan bagi korban kebakaran…

Kamis, 20 Juni 2019 14:43

38 Persen Belum Nikmati Air Bersih

TARAKAN – Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, menjadi tugas yang dibebani…

Kamis, 20 Juni 2019 14:36

Pasar Kampung Empat seperti Pajangan

TARAKAN – Masyarakat di Kelurahan Kampung Empat dan sekitarnya, mestinya tidak…

Rabu, 19 Juni 2019 19:29

Diduga dari Kompor

TARAKAN – Penyebab kebakaran di RT 15 Kelurahan Juata Laut,…

Selasa, 18 Juni 2019 20:03

Kaltara Dapat 300 Unit PJUTS

TARAKAN – Tahun ini 300 unit lampu penerangan jalan umum…

Selasa, 18 Juni 2019 19:57

Sampel Ikan Dibawa ke Laboratorium

  TARAKAN – Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM)…

Senin, 17 Juni 2019 21:23

Program 100 Hari Diklaim Sudah Mulai Terlaksana

TARAKAN – Sejak dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali…

Sabtu, 15 Juni 2019 14:56

PMI Galakkan Donor Darah

TARAKAN – Permintaan darah di Markas Palang Merah Indonesia (PMI)…

Sabtu, 15 Juni 2019 14:43

Pemkot Seriusi BUMD Penyiaran

TARAKAN – Rencana Wali Kota Tarakan merevitalisasi enam perusahaan daerah…

Jumat, 14 Juni 2019 13:40

BKN Buka UPT di Kaltara

TARAKAN - Badan Kepegawaian Negara (BKN) membuka kantor Regional Unit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*