MANAGED BY:
JUMAT
18 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Senin, 31 Desember 2018 10:35
Polisi Kesulitan Ungkap Dugaan Korupsi, Ini Alasannya
Ilustrasi

PROKAL.CO, TARAKAN – Penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan fasilitas pemerintah di Jalan Yos Sudarso, masih menjadi pekerjaan rumah Polres Tarakan.

Itu diakui Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyawan. Dia mengaku dari dimulainya penyelidikan pada tahun lalu, sampai sekarang belum bisa mengungkap siapa pelakunya.

“Untuk kasus tipikor kita memang tahun ini masih belum bisa menyelesaikan sampai over limit. Itu karena ada beberapa kendala,” ujarnya, Sabtu (29/12).

Kendala yang dihadapi, bebernya, di antaranya butuh waktu untuk menghitung kerugian meskipun saat ini sudah keluar hasilnya. Selain itu, pihaknya masih memperkuat konstruksi hukumnya dengan berencana meminta keterangan dari ahli.

Kendala lain, pihaknya juga mempertimbangkan pemanggilan saksi dari pelaku yang disidik untuk dimintai keterangan, di mana status saksinya sedang ikut dalam kontestasi politik.

“Kita menghindari bahwa kita nanti dianggap untuk menghalangi hak politik dan sebagainya, baik itu pribadi maupun partai,” ujarnya.

Sementara itu, pada perkara narkoba, meskipun jumlah perkara dan barang bukti yang disidik tahun ini menurun, namun di sisi lain Yudhistira menyatakan rasa kekecewaannya terhadap perlakuan yang diberikan kepada salah satu eks narapindana narkoba di Lapas Kelas II A Tarakan.

“Kami tahun ini sangat menyayangkan bahwa ada eks napi yang dulu kita tangkap dan kita proses sampai ke pengadilan, yang kemudian bebas bersyarat. Namun, ternyata sekarang sudah tidak diketahui keberadaannya. Kita cukup prihatin dengan hal itu,” ujarnya.

Menurutnya, dengan kejadian tersebut memberikan preseden yang buruk bagi aparat penegak hukum. Padahal, diketahui eks narapidana tersebut merupakan bandar besar.

Ke depan, salah satu upaya pihaknya untuk mencegah peredaran narkoba  sampai ke akarnya adalah dengan mengungkap tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Karena jaringan mereka semakin canggih juga. Jadi yang ketangkap kebanyakan kurir juga. Kurir ini susah untuk melacak TPPU-nya. Kecuali yang tertangkap adalah bandar dan pihak yang level atasnya,” ujarnya. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 13:30

Wali Kota Tarakan Target Februari

TARAKAN – Peraturan wali kota Tarakan terkait pengurangan penggunaan kantong…

Rabu, 16 Januari 2019 10:44

Tiga Calon DPD Lolos dari Sanksi

TARAKAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Tarakan memutuskan untuk…

Rabu, 16 Januari 2019 10:37

Parpol Ditagih LPj Bankeu

TARAKAN – Waktu bagi partai politik (Parpol) penerima bantuan keuangan…

Rabu, 16 Januari 2019 10:24

5 Tahun Gagal Persembahkan Adipura, Sofian Tak Merasa Kecewa

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan di bawah kepempimpinan Sofian Raga…

Selasa, 15 Januari 2019 12:57

Waspada, Pelaku Pencurian Berkeliaran

TARAKAN – Polres Tarakan berhasil mengungkap 5 kasus pencurian yang…

Senin, 14 Januari 2019 11:44

Pos Laut Terpadu Tak Masuk Prioritas

TARAKAN – Harapan Pemkot Tarakan mendapatkan bantuan pemerintah pusat untuk…

Senin, 14 Januari 2019 11:43

Nasib Tiga Calon DPD Ditentukan Pekan Ini

TARAKAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Tarakan segera mengambil…

Sabtu, 12 Januari 2019 10:58

Pengalihan Panti Sosial Belum Jelas

TARAKAN – Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,…

Sabtu, 12 Januari 2019 10:53

Alokasi untuk Pemberdayaan Dibatasi

TARAKAN – Setelah mendapatkan kepastian penyaluran dana kelurahan dari pemerintah…

Jumat, 11 Januari 2019 11:22

Palsukan Surat Rekomendasi untuk Dapatkan BBM, Polres Bakal Telusuri

TARAKAN – Fakta terbaru terungkap pada pertemuan yang digelar Polres…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*