MANAGED BY:
SENIN
18 FEBRUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Kamis, 03 Januari 2019 16:22
Upayakan Alternatif Pembiayaan Jalan Tol
Ilustrasi

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kaltara melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim), terus mengupayakan agar pembangunan jalan tol Bulungan-Berau bisa terwujud.

Tak hanya mempersiapkan studi kelayakan, amdal maupun detail engineering design (DED). Untuk mewujudkan pembangunan jalan tol yang menghubungkan Kaltara dengan Kaltim, itu Pemprov Kaltara juga mengupayakan pembiayaan dari investor. Pasalnya, rencana pembangunan belum masuk rencana APBD maupun APBN.

“Saat ini kita memang belum punya uangnya. Jadi belum bisa berbicara banyak,” ujar pelaksana teknis kegiatan studi kelayakan pembangunan jalan bebas hambatan Tanjung Selor–Tanjung Redeb DPUR-Perkim Kaltara, Asbudin, Selasa (1/1).

Dikatakan, rencana pembangunan jalan bebas hambatan atau tol Bulungan-Berau merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara mantan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dengan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie.

Dari hasil studi kelayakan yang dirampungkan November 2018 lalu, kata Asbudin, dibahas beberapa alternatif pola ruang yang akan dilewati jalan tol. Pasalnya, akan melewati kawasan hutan, perusahaan, perkebunan dan lahan milik masyarakat. Sehingga, ke depan pemerintah mempunyai referensi untuk melakukan pendekatan masalah ganti rugi lahan. 

Menurutnya, pembangunan jalan tol lebih mempertimbangkan aspek pengembangan wilayah untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi. Mengingat kondisi geografis Pulau Kalimantan yang berbeda dengan Pulau Jawa atau Sumatra. Adanya jalan tol, juga dapat menunjang peran jalan nasional dalam jangka waktu panjang. 

"Pembangunan di Kalimantan bukan melihat masalah pertumbuhan ekonomi dahulu. Tapi lebih ke pengembangan wilayah," ujarnya. 

Pembangunan jalan tol Bulungan-Berau dengan estimasi panjang 75 kilometer dan lebar 30 meter. Untuk merealisasikan pembangunan jalan tol, diperkirakan butuh waktu antara 10 hingga 20 tahun. Itu jika mengacu pada realisasi tol Balikpapan–Samarinda yang membutuhkan waktu 15 tahun sejak gagasan tersebut dimunculkan. (uno/fen)


BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 11:55

60 Mahasiswa Dicoret dari Daftar Beasiswa

TANJUNG SELOR – Verifikasi terhadap calon penerima beasiswa yang dilakukan…

Sabtu, 16 Februari 2019 12:23

Antrean Kendaraan Tiap Hari Mengular

TANJUNG SELOR – Pemerintah daerah maupun aparat kepolisian, sering menyoroti…

Jumat, 15 Februari 2019 11:44

Pajak Alat Berat Tak Maksimal

TANJUNG SELOR – Peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), terus dilakukan…

Jumat, 15 Februari 2019 11:42

P3K Tetap Gunakan Nilai Ambang Batas

TANJUNG SELOR - Penentu kelulusan bagi pendaftar pegawai pemerintah dengan…

Kamis, 14 Februari 2019 14:22

Kapolda Tak Akan Pandang Bulu

TANJUNG SELOR – Pemilihan umum presiden, DPD, DPR RI, DPRD…

Rabu, 13 Februari 2019 13:19

Peredaran Upal Belum Dianggap Meresahkan

TANJUNG SELOR – Peredaran uang palsu (upal) dengan modus berbelanja…

Rabu, 13 Februari 2019 13:17

Dorong Pelaksanaan UNBK Online 100 Persen

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara…

Rabu, 13 Februari 2019 13:15

KPU Tak Pasang Target

TANJUNG SELOR – Penyelesaian perakitan kotak suara pemilu serentak tahun…

Selasa, 12 Februari 2019 13:05

Akan Tindak Tegas Penyebar Hoaks

TANJUNG SELOR – Penyebaran berita bohong alias hoaks dan ujaran kebencian,…

Selasa, 12 Februari 2019 13:04

Cegah DBD, Koordinasi Lintas Sektor

TANJUNG SELOR – Angka kematian akibat demam berdarah dengue (DBD)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*