MANAGED BY:
SELASA
19 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 09 Januari 2019 13:37
Pengetap ‘Sikat’ Solar Nelayan

Dewan Dukung Pembentukan Tim Pengawas

HEARING: Perwakilan nelayan menumpahkan unek-uneknya kepada anggota DPRD Tarakan, Selasa (8/1).

PROKAL.CO, TARAKAN – Perwakilan nelayan kembali mengadukan persoalan cepatnya bahan bakar jenis solar habis di APMS. Mereka menyampaikan ke DPRD Tarakan, Selasa (8/1).

Dari pertemuan tersebut, perwakilan nelayan meminta dilakukannya pengawasan ketat dari pihak terkait, karena menduga banyak pengetap yang memanfaatkan bahan bakar untuk nelayan.

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa, karena dimusuhi pengetap. Kuncinya adalah aparat harus bertugas di situ, aparat harus ada di APMS kalau mau aman. Setiap hari,” ujar salah seorang perwakilan nelayan, Armin.

Ketua DPRD Tarakan Salman Aradeng, juga tidak memungkiri dugaan banyaknya pengetap yang memanfaatkan BBM bersubsidi. Bahkan, ia mengaku melihat langsung.

Karena itu, Salman mendukung dilakukannya pengawasan ketat terhadap pendistribusian BBM bersubsidi dengan mengusulkan dibentuknya tim pengasawan. Ini dimaksudkan untuk mengawasi tata kelola pendistribusian BBM bersubsidi sesuai aturan yang berlaku. Salman setuju ada tindakan hukum bagi pengetap.

“Pengetap ini harus ditindak, karena melanggar aturan,” tegasnya.

“Jangan berlarut-larut. Kasihan masyarakat nelayan yang ingin melaut,” sambung Salman.

Adapun upaya tindakan penegakan hukum di lapangan, Salman menyerahkan kepada aparat kepolisian. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Kapolres Tarakan.

Salman juga mengimbau masyarakat agar berani melaporkan apabila ada pengetap yang memanfaatkan kesempatan tersebut. Karena menurut Salman, nelayan sebenarnya mengetahui ada pengetap. Yang menjadi persoalan mereka enggan melaporkan.

Sementara itu, Salman juga menyetujui dibuat payung hukum berupa peraturan daerah, terkait pendistribusian dan pengawasan BBM bersubsidi untuk menjamin tepat sasaran.

Di pihak pemerintah, Kepala Bidang Kelautan Dinas Pertanian Peternakan dan Kelautan Tarakan Husna Ersant Dirgantara mengusulkan agar dalam pembentukan tim pengawasan melibatkan aparat kepolisian. Karena berdasarkan aturan, yang memiliki kewenangan mengawasi adalah polisi.

“Di Peraturan Menteri ESDM, kewenangan kita tidak ada. Kewenangan kita cuma mengeluarkan rekomendasi. Selanjutnya yang melakukan pengawasan dari aparat (kepolsiian). Makanya perlu ada rapat koordinasi nanti,” ujarnya.

Terlepas rencana pembentukan tim pengawasan, Ersan menegaskan pihaknya tidak sembarangan dalam mengeluarkan rekomendasi pengambilan kuota solar subsidi untuk nelayan. Untuk mendapatkannya, nelayan harus memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan. Di antaranya, memiliki surat kapal yang dikeluarkan oleh KSOP Tarakan berupa PAS kecil. Selain itu, harus memiliki kartu nelayan.

Pihaknya juga memverifikasi langsung keberadaan kapal nelayan di lapangan. Karena dari pengalaman pihaknya, pernah menemukan nelayan yang sudah tidak punya kapal. Ataupun ada kapal, tapi tidak layak berlayar. Selain itu, ditemukan juga perbedaan kapasitas kapal.

“Kami cek ke lapangan. Mana kapalnya. Begitu juga dengan mesin, kami kroscek dengan dokumen yang ada. Betul enggak,” tegasnya.

Rekomendasi pengambilan kuota solar subsidi, lanjutnya, hanya berlaku tiga bulan dan diperpanjang lagi apabila habis masa berlakunya. Per 1 Januari 2019, pihaknya sudah memberlakukan pengawasan ketat untuk dengan melakukan verifikasi di lapangan. Hasilnya, ada 345 rekomendasi yang telah diterbitkan, dari hampir 1.000 nelayan yang menggunakan BBM jenis solar subsidi. (mrs/fen)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 13:58

Percikan Api Muncul saat Penyedotan Kondensat

Lead of HSE and Pasec Tarakan and Bengara Operation PT…

Selasa, 19 Maret 2019 13:56

Cium Pelanggaran SOP

TARAKAN – Insiden di Stasiun Pengumpul Utama Gas (SPUG) G-8…

Selasa, 19 Maret 2019 13:55

Listrik Padam, Satu Rumah Jadi Arang

TARAKAN – Kebakaran menghanguskan satu rumah milik Fatimah, sekira pukul…

Selasa, 19 Maret 2019 13:53

Akun FB Wawali Diretas, Dimanfaatkan Oknum untuk Meminta Sumbangan

TARAKAN – Baru menjabat sebagai Wakil Wali Kota (Wawali) Tarakan,…

Senin, 18 Maret 2019 14:01

Penampungan Meledak, 23.730 Pelanggan Jargas Terdampak

Ledakkan di penampungan utama gas Plant G-8 yang dikelola PT…

Senin, 18 Maret 2019 14:00

SPUG G-8 PT Medco E&P Meledak, Satu Pekerja Meregang Nyawa

TARAKAN – Dua orang menjadi korban ledakkan di Stasiun Pengumpul…

Senin, 18 Maret 2019 13:55

Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

TANJUNG SELOR - Seorang balita berusia 4 tahun bernama Sefrileon,…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:07

Patuhi Aturan, Pemprov Tak Pernah Janjikan Legalisasi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) tak pernah menjanjikan akan…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:06

Peraturan Menteri Dinilai Sengsarakan Nelayan

TARAKAN – Kemarin (15/3), mungkin menjadi klimaks dari kekecewaan nelayan…

Sabtu, 16 Maret 2019 11:57

Usia Kehamilan Bikin Janggal

TANJUNG SELOR – Polisi akhirnya menetapkan Abdul Malik (46), oknum…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*