MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 10 Januari 2019 18:01
Tarakan ‘Diet’ Kantong Plastik

Imbau Warga Miliki Tas Belanja

Ilustrasi

PROKAL.CO, TARAKAN – Diet penggunaan kantong plastik terus diseriusi Pemkot Tarakan, dengan menyiapkan payung hukum berupa peraturan wali kota. Di sejumlah daerah, kampanye diet kantong plastik juga telah dilakukan.

Sembari menunggu peraturan wali kota tersebut rampung, Wali Kota Tarakan Sofian Raga mengatakan, untuk sementara masyarakat diimbau untuk memiliki tas belanja ramah lingkungan yang bisa digunakan jangka waktu lama.

“Untuk jangka pendek bagaimana setiap rumah tangga, itu mungkin pada saatnya wajiblah (menggunakan tas belanja). Tapi sekarang mungkin dengan kata imbauan atau permintaan setiap rumah tangga harus mempunyai satu buah tas belanja ramah lingkungan,” ujar Sofian, Rabu (9/1).

Tas belanja yang bisa digunakan, kata dia, bisa menggunakan bahan plastik. Hanya saja, bukan kantong plastik. Dengan demikian, lebih tahan lama.

Dia juga mengaku telah menginstruksikan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mensosialisasikan imbauan tersebut melalui kelurahan. Selain itu, juga akan membagikan tas ramah lingkungan secara gratis. Namun, jumlahnya terbatas.

Menurutnya, penggunaan tas belanja ramah lingkungan sudah diberlakukan di sejumlah kota. Seperti Balikpapan dan Banjarmasin.

Selain sosialiasi, kata Sofian, nantinya juga akan diundang pedagang pasar, pemilik toko dan swalayan untuk mendukung diet penggunaan kantong plastik. Karena menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemkot Tarakan terkait lingkungan.

Apalagi, menurut Sofian, dari 120 ton sampah yang dihasilkan setiap hari, 30-40 persen di antaranya merupakan kantong plastik. “Itu bisa kita lihat di transfer depo yang ada di beberapa kelurahan setiap harinya. Ada di lingkungan permukiman, baik di darat maupun daerah pesisir, ada di TPA (tempat pembuangan akhir), ada di mana-mana. Bahkan, lebih miris lagi tas kresek (kantong plastik) itu ada di semua daerah aliran sungai, apakah di dasar sungai, atau kiri kanan sungai, sepanjang sungai dari hulu sampai hilir,” bebernya.

Setiap kali Pemkot Tarakan melakukan upaya penanggulangan banjir dengan melakukan penggalian di semua sungai, banyak terangkut sampah kantong plastik. “Maka Pemkot Tarakan memandang perlu untuk mengambil langkah strategis dalam rangka untuk mulai dari pengurangan, pembatasan dan harapan terakhirnya adalah sampai pada saatnya tas kresek bukan lagi digunakan sebagai alat bungkus dalam setiap transaksi belanja,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Tarakan Supriyono mengatakan, dalam peraturan wali kota yang sedang disusun, salah satu targetnya adalah pengurangan sampah hingga tersisa 30 persen. Itu juga sesuai Perpres 97/2017. (mrs/fen)

 


BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 11:54

Agen Perjalanan Terancam Gulung Tikar

TARAKAN – Sorotan terhadap maskapai tidak hanya menyangkut tarif tiket…

Selasa, 15 Januari 2019 11:49

Pemkot Belum Serahkan P3D

TANJUNG SELOR – Pelimpahan kewenangan personel, pendanaan, sarana dan prasarana…