MANAGED BY:
SELASA
19 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Jumat, 11 Januari 2019 11:19
ALHAMDULILLAH..!! Wilayah Kumuh Kaltara Menyusut
Salah sudut kota di wilayah Kaltara.Dari luas wilayah permukiman kumuh yang belum tersentuh penanganan, Tarakan masih terbilang banyak, dengan luas mencapai 35,9 hektare. Disusul Malinau yang menyisakan 29 ha.

PROKAL.CO, class="p1">TARAKAN – Luas permukiman kumuh di Kalimantan Utara sudah mulai berkurang sejak ditangani Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), beberapa tahun belakangan.

Data Satker PKP, luas kawasan permukiman kumuh di Bumi Benuanta –sebutan Kalimantan Utara- yang sudah ditangani mencapai 146 hektare, dari total 186 hektare.

“Jadi, masih tersisa sekitar 40,1 hektare lagi,” ujar Kepala Satker PKP Muhammad Adil di Kantor Wali Kota Tarakan, Kamis (10/1).

Dari luas wilayah permukiman kumuh yang belum tersentuh penanganan, Tarakan masih terbilang banyak, dengan luas mencapai 35,9 hektare. Disusul Malinau yang menyisakan 29 hektare.

Sementara, Nunukan hanya menyisahakan 4,1 hektare. Sedangkan Bulungan belum masuk surat keputusan daerah penanganan kawasan kumuh. Sedangkan Kabupaten Tana Tidung (KTT) belum dilakukan penanganan sama sekali.

Disebutkan, khusus di Tarakan kawasan permukiman kumuh awalnya tersebar di 7 kelurahan yang notabene lebih banyak berada di kawasan pesisir. Seperti Selumit Pantai, Lingkas Ujung dan Mamburungan.

Penanganan kawasan kumuh dilakukan melalui berbagai kegiatan yang sesuai dengan 7 indikator. Yakni, pengelolaan persampahan, draninase lingkungan, proteksi kebakaran, bangunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air minum dan pengelolaan air limbah atau sanitasi.

“Kalau paling parah di Tarakan ini kan sanitasi kayaknya agak-agak berat,” ujarnya.

Selama ini, kata dia, air limbah masyarakat yang bermukim di kawasan kumuh banyak dibuang langsung ke laut. Padahal, bisa berdampak kurang baik terhadap kesehatan manusia. Misal, kata dia, munculnya bakteri escherichia cole (E. coli) yang bisa menyebabkan seseorang menderita gagal ginjal.

“2019 kalau yang skala besar cuma di Karang Rejo. Ada dua. Mulai jalan lingkungan, ada sanitasinya juga, mungkin ada sedikit perbaikan wajah, disambung dengan mangrove itu,” ungkapnya soal penanganan kawasan kumuh di Tarakan. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 14:50

Tahun Ini, Mapolres KTT Ditarget Rampung

TANJUNG SELOR – Pembangunan markas polres di Kabupaten Tana Tidung…

Selasa, 19 Maret 2019 14:44

Jargas Normal, Pemadaman Bergilir Lanjut

Walau sempat terganggu, pelayanan jaringan gas (jargas) bagi masyarakat Tarakan…

Senin, 18 Maret 2019 14:05

Banyak Juga, Selisih Utang Capai Rp 155 M

Kota Tarakan menjadi yang pertama di Kalimantan Utara yang telah…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:13

PLTMG Ditarget Beroperasi Awal April

TARAKAN – Listrik di ibu kota Kalimantan Utara, Tanjung Selor,…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:11

Pasutri Jadi Pengedar Narkoba

TARAKAN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara kembali menangkap…

Jumat, 15 Maret 2019 14:38

Kecelakaan Kerja Dianggap Fatal

TARAKAN – Kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pekerja pada proyek…

Jumat, 15 Maret 2019 14:20

Terbawa Arus, Nelayan Tenggelam di Bawah Tongkang

TARAKAN – Sejumlah nelayan yang tergabung dalam Kesatuan Nelayan Tradisional…

Kamis, 14 Maret 2019 14:43

PLTSa Dibangun di Kawasan Kunak

TARAKAN – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) oleh…

Selasa, 12 Maret 2019 13:23

Jatuh dari Lantai 4, Pekerja Proyek RS Pertamedika Tewas

TARAKAN – Kecelakaan kerja terjadi di Tarakan. Junaidi (23), warga…

Senin, 11 Maret 2019 14:25

Sport Center Tak Dilirik Pusat

TARAKAN – Fasilitas olahraga di kompleks sport center yang belum…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*