MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Jumat, 11 Januari 2019 11:19
ALHAMDULILLAH..!! Wilayah Kumuh Kaltara Menyusut
Salah sudut kota di wilayah Kaltara.Dari luas wilayah permukiman kumuh yang belum tersentuh penanganan, Tarakan masih terbilang banyak, dengan luas mencapai 35,9 hektare. Disusul Malinau yang menyisakan 29 ha.

PROKAL.CO, class="p1">TARAKAN – Luas permukiman kumuh di Kalimantan Utara sudah mulai berkurang sejak ditangani Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), beberapa tahun belakangan.

Data Satker PKP, luas kawasan permukiman kumuh di Bumi Benuanta –sebutan Kalimantan Utara- yang sudah ditangani mencapai 146 hektare, dari total 186 hektare.

“Jadi, masih tersisa sekitar 40,1 hektare lagi,” ujar Kepala Satker PKP Muhammad Adil di Kantor Wali Kota Tarakan, Kamis (10/1).

Dari luas wilayah permukiman kumuh yang belum tersentuh penanganan, Tarakan masih terbilang banyak, dengan luas mencapai 35,9 hektare. Disusul Malinau yang menyisakan 29 hektare.

Sementara, Nunukan hanya menyisahakan 4,1 hektare. Sedangkan Bulungan belum masuk surat keputusan daerah penanganan kawasan kumuh. Sedangkan Kabupaten Tana Tidung (KTT) belum dilakukan penanganan sama sekali.

Disebutkan, khusus di Tarakan kawasan permukiman kumuh awalnya tersebar di 7 kelurahan yang notabene lebih banyak berada di kawasan pesisir. Seperti Selumit Pantai, Lingkas Ujung dan Mamburungan.

Penanganan kawasan kumuh dilakukan melalui berbagai kegiatan yang sesuai dengan 7 indikator. Yakni, pengelolaan persampahan, draninase lingkungan, proteksi kebakaran, bangunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air minum dan pengelolaan air limbah atau sanitasi.

“Kalau paling parah di Tarakan ini kan sanitasi kayaknya agak-agak berat,” ujarnya.

Selama ini, kata dia, air limbah masyarakat yang bermukim di kawasan kumuh banyak dibuang langsung ke laut. Padahal, bisa berdampak kurang baik terhadap kesehatan manusia. Misal, kata dia, munculnya bakteri escherichia cole (E. coli) yang bisa menyebabkan seseorang menderita gagal ginjal.

“2019 kalau yang skala besar cuma di Karang Rejo. Ada dua. Mulai jalan lingkungan, ada sanitasinya juga, mungkin ada sedikit perbaikan wajah, disambung dengan mangrove itu,” ungkapnya soal penanganan kawasan kumuh di Tarakan. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 10:44

Tiga Calon DPD Lolos dari Sanksi

TARAKAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Tarakan memutuskan untuk…

Rabu, 16 Januari 2019 10:37

Parpol Ditagih LPj Bankeu

TARAKAN – Waktu bagi partai politik (Parpol) penerima bantuan keuangan…

Rabu, 16 Januari 2019 10:24

5 Tahun Gagal Persembahkan Adipura, Sofian Tak Merasa Kecewa

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan di bawah kepempimpinan Sofian Raga…

Selasa, 15 Januari 2019 12:57

Waspada, Pelaku Pencurian Berkeliaran

TARAKAN – Polres Tarakan berhasil mengungkap 5 kasus pencurian yang…

Senin, 14 Januari 2019 11:44

Pos Laut Terpadu Tak Masuk Prioritas

TARAKAN – Harapan Pemkot Tarakan mendapatkan bantuan pemerintah pusat untuk…

Senin, 14 Januari 2019 11:43

Nasib Tiga Calon DPD Ditentukan Pekan Ini

TARAKAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Tarakan segera mengambil…

Sabtu, 12 Januari 2019 10:58

Pengalihan Panti Sosial Belum Jelas

TARAKAN – Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,…

Sabtu, 12 Januari 2019 10:53

Alokasi untuk Pemberdayaan Dibatasi

TARAKAN – Setelah mendapatkan kepastian penyaluran dana kelurahan dari pemerintah…

Jumat, 11 Januari 2019 11:22

Palsukan Surat Rekomendasi untuk Dapatkan BBM, Polres Bakal Telusuri

TARAKAN – Fakta terbaru terungkap pada pertemuan yang digelar Polres…

Jumat, 11 Januari 2019 11:19

ALHAMDULILLAH..!! Wilayah Kumuh Kaltara Menyusut

TARAKAN – Luas permukiman kumuh di Kalimantan Utara sudah mulai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*