MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Jumat, 11 Januari 2019 11:22
Palsukan Surat Rekomendasi untuk Dapatkan BBM, Polres Bakal Telusuri
Ilustrasi

PROKAL.CO, class="p1">TARAKAN – Fakta terbaru terungkap pada pertemuan yang digelar Polres Tarakan dengan pengelola agen premium dan minyak solar (APMS), Dinas Perdagangan, Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disdagkop-UMKM) Tarakan, serta Pertamina membahas persoalan BBM bersubsidi khusus nelayan, Kamis (10/1).

Yakni, terkait adanya oknum warga yang mengaku sebagai nelayan memalsukan surat rekomendasi untuk mendapatkan BBM jenis solar bersubsidi.

“Mereka ngakunya nelayan, ternyata bukan nelayan. Saya sudah ngecek langsung ke lapangan. Saya sudah ngelihat, dan saya ketemu dengan orang-orang ternyata mereka pengetap,” ungkap pengawas APMS Bengal Jaya, Dewi Santa pada pertemuan tersebut.

Dia juga mengaku pernah melaporkan ke kepolisian terkait adanya pemalsuan surat rekomendasi itu. Menurutnya, dalam melayani nelayan, pihaknya selalu berdasarkan rekomendasi Pemkot Tarakan untuk membeli BBM bersubsidi. Jika tidak memiliki surat rekomendasi, pihaknya tidak melayani. Rekomendasi pun, kata dia, harus yang diterbitkan pada bulan dan tahun yang sama saat membeli bahan bakar. Jika lewat, pihaknya tidak memberikan.

Dia menyebutkan, rekomendasi tersebut dikeluarkan oleh Dinas Pertanian, Peternakan dan Kelautan Tarakan. Dalam rekomendasi itu ada nama nelayan, kapasitas kapal dan jatah lokasi. Menurutnya, penyaluran solar subsidi bervariasi. Tergantung rekomendasi yang diberikan. Ada yang 80 liter per bulan, ada juga yang sampai 200 liter per bulan. Kalau sudah dapat jatah tersebut, pihaknya tidak akan memberikan lagi di bulan yang sama.

“Kami enggak bisa sembarang kasih keluar minyak, karena kami juga diperiksa dari BPH Migas. Nanti di akhir tahun kami diperiksa,” ujarnya.

Disebutkan, dalam sehari ada 20–30 nelayan yang membeli solar subsidi di APMS Bengal Jaya, dengan jatah yang dibatasi. Pihaknya setiap bulan mendapatkan jatah 65 kiloliter. Namun, jumlah itu dinilainya masih kurang. “Kami sebenarnya sudah mengajukan (penambahan), tapi belum dapat jatah. Karena terbatas kan solarnya,” imbuhnya. 

Sementara itu, Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyawan melalui Kabag Ops AKP Argo Budi Sarwono, berjanji akan mengawasi. “Kami awasi dari hulu sampai dengan hilir agar tepat guna dan tepat sasaran. Subjek fokus kami adalah jeritan para nelayan yang kesulitan mendapatkan (solar subsidi, Red) untuk pergi melaut,” ujarnya.

Terhadap adanya dugaan pengetap, Argo menegaskan, akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Tidak hanya pengetap, pihaknya juga akan mendalami dugaan adanya oknum yang memalsukan surat rekomendasi dari Dinas Perikanan, Peternakan dan Kelautan Tarakan. 

“Kami akan mengupayakan polemik ini jangan berkepanjangan, kemudian bisa berdampak pada kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat),” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kelautan Dinas Pertanian Peternakan dan Kelautan Tarakan Husna Ersant Dirgantara, telah menegaskan bahwa pihaknya tidak sembarang dalam mengeluarkan rekomendasi pengambilan solar subsidi untuk nelayan. 

Untuk mendapatkan surat rekomendasi, kata dia, nelayan harus memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan. Di antaranya, memiliki surat kapal yang dikeluarkan oleh KSOP Tarakan berupa PAS kecil. Selain itu, harus memiliki kartu nelayan. Pihaknya juga memverifikasi langsung keberadaan kapal nelayan di lapangan. Karena pengalaman mendapatkan ada ditemukan nelayan yang sudah tidak punya kapal, ataupun ada kapal tapi tidak layak berlayar. Selain itu, ditemukan juga perbedaan kapasitas kapal.

Rekomendasi pengambilan kuota solar subsidi, kata Husna, hanya berlaku tiga bulan dan diperpanjang lagi apabila habis masa berlakunya. Per 1 Januari 2019, pihaknya sudah memberlakukan pengawasan ketat dengan melakukan verifikasi di lapangan. Hasilnya, ada 345 rekomendasi yang telah diterbitkan, dari hampir 1.000 nelayan yang menggunakan BBM solar subsidi. (mrs/fen)


BACA JUGA

Selasa, 25 Juni 2019 13:29

Banyak Dikeluhkan, Sayangnya...Pemkot Tak Punya Uang

TARAKAN – Kerusakan di Jalan Aki Balak, tepatnya di depan…

Senin, 24 Juni 2019 17:03

2018, 38 Nyawa Melayang di Jalanan

TARAKAN – Kapolda Kaltara Brigjen Indrajit menyebut angka kecelakaan lalu…

Senin, 24 Juni 2019 16:56

Hari Ini Dimulai, Juknis PPDB Bakal Diubah

TARAKAN – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/sederajat di…

Senin, 24 Juni 2019 16:51

KPU Kaltara Ajukan Rp 147 Miliar

TARAKAN – Pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Utara yang…

Minggu, 23 Juni 2019 13:59

Tarakan Kekurangan 11 Dokter Umum

PELAYANAN kesehatan di puskesmas terkendala dengan kurangnya dokter umum dan…

Minggu, 23 Juni 2019 13:58

Pengantar dan Penjemput Dikenakan Tarif

TARAKAN – PT Pelindo IV Cabang Tarakan memberlakukan e-pass bagi…

Sabtu, 22 Juni 2019 15:31

Arus Mudik dan Balik Lebaran Turun 2,8 Persen

TARAKAN – Meksipun cuti lebaran tahun ini cukup panjang, tidak…

Jumat, 21 Juni 2019 16:56

Isi Data Kependudukan lewat Smartphone

TARAKAN – Sensus penduduk akan dilaksanakan pada 2020 mendatang. Badan…

Jumat, 21 Juni 2019 16:52

Baru Dua Daerah Terapkan TTE

TARAKAN – Layanan pembuatan dokumen administrasi kependudukan dengan memanfaatkan teknologi…

Kamis, 20 Juni 2019 14:45

Pemkot Janji Beri Santunan

TARAKAN – Pemkot Tarakan menyanggupi pemberian santunan bagi korban kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*