MANAGED BY:
SELASA
19 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Jumat, 11 Januari 2019 11:22
Palsukan Surat Rekomendasi untuk Dapatkan BBM, Polres Bakal Telusuri
Ilustrasi

PROKAL.CO, class="p1">TARAKAN – Fakta terbaru terungkap pada pertemuan yang digelar Polres Tarakan dengan pengelola agen premium dan minyak solar (APMS), Dinas Perdagangan, Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disdagkop-UMKM) Tarakan, serta Pertamina membahas persoalan BBM bersubsidi khusus nelayan, Kamis (10/1).

Yakni, terkait adanya oknum warga yang mengaku sebagai nelayan memalsukan surat rekomendasi untuk mendapatkan BBM jenis solar bersubsidi.

“Mereka ngakunya nelayan, ternyata bukan nelayan. Saya sudah ngecek langsung ke lapangan. Saya sudah ngelihat, dan saya ketemu dengan orang-orang ternyata mereka pengetap,” ungkap pengawas APMS Bengal Jaya, Dewi Santa pada pertemuan tersebut.

Dia juga mengaku pernah melaporkan ke kepolisian terkait adanya pemalsuan surat rekomendasi itu. Menurutnya, dalam melayani nelayan, pihaknya selalu berdasarkan rekomendasi Pemkot Tarakan untuk membeli BBM bersubsidi. Jika tidak memiliki surat rekomendasi, pihaknya tidak melayani. Rekomendasi pun, kata dia, harus yang diterbitkan pada bulan dan tahun yang sama saat membeli bahan bakar. Jika lewat, pihaknya tidak memberikan.

Dia menyebutkan, rekomendasi tersebut dikeluarkan oleh Dinas Pertanian, Peternakan dan Kelautan Tarakan. Dalam rekomendasi itu ada nama nelayan, kapasitas kapal dan jatah lokasi. Menurutnya, penyaluran solar subsidi bervariasi. Tergantung rekomendasi yang diberikan. Ada yang 80 liter per bulan, ada juga yang sampai 200 liter per bulan. Kalau sudah dapat jatah tersebut, pihaknya tidak akan memberikan lagi di bulan yang sama.

“Kami enggak bisa sembarang kasih keluar minyak, karena kami juga diperiksa dari BPH Migas. Nanti di akhir tahun kami diperiksa,” ujarnya.

Disebutkan, dalam sehari ada 20–30 nelayan yang membeli solar subsidi di APMS Bengal Jaya, dengan jatah yang dibatasi. Pihaknya setiap bulan mendapatkan jatah 65 kiloliter. Namun, jumlah itu dinilainya masih kurang. “Kami sebenarnya sudah mengajukan (penambahan), tapi belum dapat jatah. Karena terbatas kan solarnya,” imbuhnya. 

Sementara itu, Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyawan melalui Kabag Ops AKP Argo Budi Sarwono, berjanji akan mengawasi. “Kami awasi dari hulu sampai dengan hilir agar tepat guna dan tepat sasaran. Subjek fokus kami adalah jeritan para nelayan yang kesulitan mendapatkan (solar subsidi, Red) untuk pergi melaut,” ujarnya.

Terhadap adanya dugaan pengetap, Argo menegaskan, akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Tidak hanya pengetap, pihaknya juga akan mendalami dugaan adanya oknum yang memalsukan surat rekomendasi dari Dinas Perikanan, Peternakan dan Kelautan Tarakan. 

“Kami akan mengupayakan polemik ini jangan berkepanjangan, kemudian bisa berdampak pada kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat),” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kelautan Dinas Pertanian Peternakan dan Kelautan Tarakan Husna Ersant Dirgantara, telah menegaskan bahwa pihaknya tidak sembarang dalam mengeluarkan rekomendasi pengambilan solar subsidi untuk nelayan. 

Untuk mendapatkan surat rekomendasi, kata dia, nelayan harus memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan. Di antaranya, memiliki surat kapal yang dikeluarkan oleh KSOP Tarakan berupa PAS kecil. Selain itu, harus memiliki kartu nelayan. Pihaknya juga memverifikasi langsung keberadaan kapal nelayan di lapangan. Karena pengalaman mendapatkan ada ditemukan nelayan yang sudah tidak punya kapal, ataupun ada kapal tapi tidak layak berlayar. Selain itu, ditemukan juga perbedaan kapasitas kapal.

Rekomendasi pengambilan kuota solar subsidi, kata Husna, hanya berlaku tiga bulan dan diperpanjang lagi apabila habis masa berlakunya. Per 1 Januari 2019, pihaknya sudah memberlakukan pengawasan ketat dengan melakukan verifikasi di lapangan. Hasilnya, ada 345 rekomendasi yang telah diterbitkan, dari hampir 1.000 nelayan yang menggunakan BBM solar subsidi. (mrs/fen)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 14:44

Jargas Normal, Pemadaman Bergilir Lanjut

Walau sempat terganggu, pelayanan jaringan gas (jargas) bagi masyarakat Tarakan…

Senin, 18 Maret 2019 14:05

Banyak Juga, Selisih Utang Capai Rp 155 M

Kota Tarakan menjadi yang pertama di Kalimantan Utara yang telah…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:13

PLTMG Ditarget Beroperasi Awal April

TARAKAN – Listrik di ibu kota Kalimantan Utara, Tanjung Selor,…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:11

Pasutri Jadi Pengedar Narkoba

TARAKAN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara kembali menangkap…

Jumat, 15 Maret 2019 14:38

Kecelakaan Kerja Dianggap Fatal

TARAKAN – Kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pekerja pada proyek…

Jumat, 15 Maret 2019 14:20

Terbawa Arus, Nelayan Tenggelam di Bawah Tongkang

TARAKAN – Sejumlah nelayan yang tergabung dalam Kesatuan Nelayan Tradisional…

Kamis, 14 Maret 2019 14:43

PLTSa Dibangun di Kawasan Kunak

TARAKAN – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) oleh…

Selasa, 12 Maret 2019 13:23

Jatuh dari Lantai 4, Pekerja Proyek RS Pertamedika Tewas

TARAKAN – Kecelakaan kerja terjadi di Tarakan. Junaidi (23), warga…

Senin, 11 Maret 2019 14:25

Sport Center Tak Dilirik Pusat

TARAKAN – Fasilitas olahraga di kompleks sport center yang belum…

Senin, 11 Maret 2019 14:23

Dari Pengalaman yang Berbuah Prestasi Internasional

TARAKAN – Para pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*