MANAGED BY:
JUMAT
21 JUNI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 13 Januari 2019 12:08
Wakil Kaltara Pun Terseret Kasus Prostitusi Online

Dispar Tak Campuri

BARU DUGAAN: Polisi menjadwalkan memeriksa Fatya Ginanjarsari terkait kasus prostitusi online, pekan depan. Ia diperiksa bersama 5 artis dan model.

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG SELOR – Berita mengejutkan muncul dari pengembangan penyidikan kasus prostitusi online oleh Polda Jatim. Polisi tidak hanya menyebut nama artis Vanessa Angel. Beberapa  artis lain juga diduga terlibat. Satu di antaranya adalah Fatya Ginanjarsari, wakil Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada ajang Pemilihan Putri Indonesia (PPI) 2017. 

Seperti diketahui, Jumat (11/1) lalu, Polda Jatim merilis 45 nama artis dan model yang diduga terlibat prostitusi online. Enam nama telah dipanggil untuk menjadi saksi. Selain Fatya, nama lainnya Maulia Lestari, Beby Shu, Aldira Chena alias Sundari Indira, Tiara Permatasari, dan Riri Febrianti. 

"Sudah ada nama-namanya lengkap. Yang dua adalah artis sinetron dari TV swasta. Terus yang dua finalis Putri Indonesia. Yang dua lagi artis FTV dan foto model. Mereka akan kami layangkan pemanggilan minggu depan," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan di Mapolda Jatim.

Polisi akan memanggil enam nama tersebut sebanyak 2 kali. Jika masih mangkir, penyidik akan melakukan pemanggilan paksa. "Kalau nggak datang, ya kami akan upaya paksa untuk membawa mereka. Karena ini menyangkut atau memperjelas jaringan kasus prostitusi online ini," kata Luki

Tak hanya untuk menguak jaringan prostitusi, polisi akan menggunakan keterangan mereka untuk melacak keberadaan dua mucikari yang masih buron. Sebab dua mucikari itu merupakan kunci atas jaringan prostitusi artis. "Kalau dua (buron) ini tertangkap, lebih besar lagi. Karena kuncinya di dua orang (buron) itu," tukas Luki.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menambahkan, pihaknya akan memanggil mereka sebagai saksi. Pemeriksaan nama-nama itu juga akan menjadi bentuk keseriusan polisi dalam upaya mengungkap prostitusi online. "Kami akan panggil resmi. Bukan lagi inisial. Surat (pemanggilan) sudah kami tanda tangani. Tinggal kami layangkan saja," tegas Barung.

"Maulia Lestari itu finalis Puteri Indonesia tahun 2016. Fatya finalis tahun 2017," ujarnya. Dikutip dari Detik.com, selain finalis PPI 2017, Fatya juga mewakili Indonesia sebagai Miss Tourism World Indonesia 2018. Fatya juga menjadi Top 15 GUESS Girl Indonesia 2015. Sementara Maulia Lestari merupakan finalis Puteri Indonesia 2016 mewakili Provinsi Jambi.

SUDAH DIPECAT

Mengetahui adanya berita seperti itu, Yayasan Putri Indonesia (YPI) langsung mengeluarkan siaran pers. Melalui Ketua Bidang Komunikasi, Mega Angkasa, YPI -- selaku penyelenggara pemilihan Putri Indonesia –- menegaskan bahwa Fatya memang finalis yang mewakili Kaltara. Namun, yang bersangkutan telah dipecat pada 2018.

“Ia melanggar kontrak finalis Putri Indonesia  untuk mengikuti ajang internasional tanpa mendapat izin YPI. Fatya tidak dperkenankan menggunakan atribut finalis Putri Indonesia untuk kepentingan apapun,” tulis Mega.

Beberapa waktu sebelum mewakili Kaltara di Pemilihan Putri Indonesia 2017, harian ini pernah bertemu dengan Fatya. Saat itu, dia ke Kaltara untuk mengumpulkan sejumlah referensi sebagai persiapan mengikuti ajang tahunan itu. Fatya lahir di Bandung dan mengaku pernah tinggal di Nunukan saat berusia di bawah 2 tahun.

“Aku ikut Putri Indonesia ini selain ingin mengetahui lebih banyak soal Kaltara, juga ingin mengenalkan Kaltara kepada orang-orang, terutama kebudayaan Kaltara,” ungkapnya saat itu.

Dara dengan tinggi 178 cm itu mengaku tertarik dengan batik khas Bulungan. “Kan di Putri Indonesia itu ada penilaian kostum daerah. Aku mau kenalin ke orang-orang batik itu,” ujar dara yang juga pernah tinggal di Balikpapan, Kaltim, ini.

Harian ini menghubungi Fatya sekitar pukul 23:19 Wita di nomor yang diberikan saat ia berkunjung ke Kaltara 2017 silam. Namun, yang terdengar dari balik telepon hanya ini: “Nomor yang anda tuju sedang dialihkan.”

Dispar Tak Tangani 

Lalu, apa komentar Kepala Dinas Pariwisata Kaltara, Ahmad Hairani? Ia mengaku belum mengetahui lebih jauh masalah itu. Kalaupun benar perwakilan dari Kaltara, Hairani menegaskan itu tak ada kaitan dengan pihaknya. Pemilihan itu, kata dia, ditangani langsung dari pusat, yakni YPI. 

"Kalau untuk menjadi finalis Puteri Indonesia, meskipun dalam proses penjaringan tersebut ada keterwakilan masing-masing provinsi, tapi kami tidak ikut menangani," ujarnya, kemarin (12/1). 

“Kami hanya menangani pemilihan Puteri Pariwisata saja,” tambah Hairani.

Hairani sangat menyayangkan bila perwakilan Kaltara sampai terseret dalam prostitusi online. "Tapi coba nanti saya cek untuk memastikan adanya nama perwakilan Kaltara itu," ungkapnya. 

Dia juga mengatakan, seleksi menjadi finalis sifatnya pribadi. Tidak melibatkan dinas terkait, meskipun membawa nama daerah. Bahkan ketika perwakilan daerah tampil di ajang tersebut, tidak ada pengawasan dari dinas terkait. 

"Hal ini sebenarnya lepas dari tanggung jawab kita. Bilapun nantinya terbukti dari hasil pemeriksaan, itu menjadi urusan dia," tegasnya.  (uno)


BACA JUGA

Kamis, 19 November 2015 18:03

Penghitungan Suara Gunakan Sistem Online

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*