MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Minggu, 13 Januari 2019 13:04
Harga Tiket Pesawat Mencekik, Konsumen Ngeluh
Kesibukan di salah satu bandara di Kaltara

PROKAL.CO, class="p1">TARAKAN – Setelah bagasi berbayar diterapkan dua maskapai penerbangan, Lion Air dan Citilink menjadi perbincangan banyak kalangan, kini dunia penerbangan kembali heboh soal harga tiket yang melambung tinggi.

Saking dianggap mahal, petisi “turunkan harga tiket pesawat domestik Indonesia” pun dibuat. Hingga pukul 21.06 Wita malam tadi, penanda tangan petisi telah mencapai 148.220 orang. Tak hanya itu, di media sosial pun, pemberitaan mahalnya harga tiket pesawat menjadi pembahasan warganet.

Bagi warga Kaltara, kenaikan drastis harga tiket pesawat mencekik. Apalagi, ketika memiliki urusan ke ibu kota negara, Jakarta. Pengurus Baznas Tarakan, Syamsi Sarman, misalnya. Mengaku harga tiket pesawat sekarang memberatkannya.

Ketika dirinya membeli tiket pesawat tujuan Surabaya transit di Balikpapan, harganya mencapai Rp 2,5 juta. Karena ada kebutuhan, mau tidak mau dirinya terpaksa membeli dengan harga Rp 2,5 juta. Setahu dia, harga tiket Tarakan – Surabaya sekira Rp 1 juta.

“Itu tanggal 13 Desember (2018). Belum Natal itu. Saya sudah dapat Rp 2,5 juta. Saya lewat Balikpapan, Surabaya. Baliknya kebetulan tidak sampai Rp 2 juta, tapi tetap mahal,” ujar Syamsi Sarman, Sabtu (12/1).

Dia juga mengatakan, biasanya harga tiket Tarakan – Balikpapan paling mahal sekira Rp 500 ribu. Apabila saat ini harganya hampir mencapai Rp 1 juta, menurutnya, sangat mahal. Maskapai penerbangan, kata dia, boleh saja menaikkan harga, tapi tidak 100 persen. Dia menilai wajar jika kenaikan hanya 50 persen dari harga normal.

Pemerintah, lanjutnya, harus mengambil langkah-langkah agar masyarakat tidak resah dengan kenaikan harga tiket pesawat. Misal, kata dia, dengan menentukan ambang batas bawah dan atas.

“Jadi mohonlah peranan dari pihak terkait apakah pemerintah pusat atau daerah menentukan batas minimum sama batas maksimum,” ujarnya.

Syamsi juga menginginkan kehadiran lembaga perlindungan konsumen untuk ikut menyelidiki penyebab kenaikan harga tiket pesawat. Menurutnya, peran lembaga perlindungan konsumen sangat dibutuhkan agar maskapai tidak bersikap aji mumpung dengan memanfaatkan kondisi. Bahkan, lembaga terkait tidak perlu menunggu ada warga melaporkan.

Kenaikan harga tiket pesawat, juga menjadi perhatian Wali Kota Tarakan Sofian Raga. Bahkan, Sofian berencana membawa persoalan kenaikan harga tiket pesawat ini di pertemuan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi). Menurutnya, membicarakan harga tiket memang harus melibatkan banyak pihak, karena kebijakannya sampai ke pusat.

Dia juga mengatakan, kenaikan harga tiket pesawat bukan hal baru. Ia sudah sering mengingatkan kepada maskapai dalam beberapa kali pertemuan sebelumnya, terutama ketika ada hajatan besar di Tarakan untuk mengantisipasi lonjakan harga tiket. Termasuk juga di momentum hari besar keagamaan seperti menjelang Natal dan tahun baru lalu.

Sebab, kata dia, tidak hanya meresahkan masyarakat, kenaikan harga tiket juga bisa berdampak buruk pada perekonomian Tarakan. Karena sektor transportasi memegang peranan penting untuk menunjang sektor-sektor lain.

“Bukan sanggup atau tidak sanggup, tapi kita ingin kepatutan, kewajaran. Karena semua itu kan tentu ada ukurannya. Ada juga memang sudah ketentuannya kok. Informasi yang saya dapat dari Kementerian Perhubungan sudah menetapkan harga batas bawah batas atas, tinggal bagaimana yang patutnya itu, yang pantasnya, yang wajarnya,” ujarnya.

Secara terpisah, Distrik Manager Sriwijaya Air Tarakan Dandy Harianto Santosa, mengaku harga tiket yang dipatok pihaknya tidak melebihi ambang batas atas. Harga tiket yang dijual selama ini sebesar Rp 400 ribu, menurutnya, hanya harga promo saja.

“Kalau tiket kami sih masih murah. Tapi lebih tepatnya promo yang kami berikan itu sudah berkurang,” ujarnya.

Dia juga menyatakan bahwa harga tiket yang dipatok tidak melanggar peraturan pemerintah terkait ketentuan tarif ambang batas bawah dan ambang batas bawah.

Disinggung kemungkingan bakal turunnya lagi harga tiket pesawat, Dandi tidak bisa memastikan. “Mungkin akan turun. Tapi nggak langsung drastis. Kelas itu di kami sub kelas ada banyak, 10 atau 12. Ketika ada yang ambil, berarti naik lagi ke atasnya. Ketika atasnya, misalkan, saya enggak jadi terbang, cancel, akhirnya seat-nya terbuka lagi,” bebernya.

Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Kaltara, akan menyampaikan ke ORI pusat untuk ditindaklanjuti secara serius terkait kenaikan harga tiket pesawat ini. “Kami jalurnya memang hierarki. Karena tarif tiket itu bukan hanya lokal, tetapi secara nasional, maka menjadi usulan kami kepada pusat,” ujar Kepala ORI Perwakilan Kaltara Ibramsyah Amiruddin. (mrs/fen)


BACA JUGA

Selasa, 24 November 2015 18:39

Pasar Tenguyun jadi Lautan Sahabat Pejuang

<p><strong>TARAKAN &ndash;</strong> Setelah sukses menggelar jalan sehat santai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*