MANAGED BY:
SENIN
18 FEBRUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Kamis, 17 Januari 2019 13:47
Tinjau Tiga Proyek APBN
SELESAI: TPA Pulau Sebatik yang dibangun dengan sistem sanitary landfill menggunakan APBN ditinjau Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, Selasa (15/1).

PROKAL.CO, SELAIN meninjau jalan yang rusak akibat longsor, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie meninjau realisasi 3 proyek APBN di wilayah Sebatik. Yakni, tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, drainase lingkungan dan sistem penyediaan air minum (SPAM).

 

Untuk TPA di Pulau Sebatik, pengerjaan fisiknya sudah 100 persen, dengan nilai kontrak sebesar Rp 14.852.213.000. Penganggarannya melalui satker Kementerian PUPR.

 

Dengan dana sebesar itu, TPA yang menggunakan sistem sanitary landfill diharapkan mampu mencakup layanan pengelolaan sampah bagi 18 ribu jiwa penduduk Sebatik.

 

“TPA ini memiliki luas lahan sekitar 2 hektare, dan untuk landfill-nya sendiri menggunakan lahan seluas 0,8 hektare,” ujar Gubernur, kemarin (16/1).

 

TPA ini dibangun di Desa Bukit Aru Indah, Kecamatan Sebatik Tengah. Lokasinya cukup jauh dari permukiman penduduk. Selain landfill, APBN juga digunakan untuk membangun kolam instalasi pengolahan leachate (IPL), drainase, jalan dan kantor. Pembangunan berjalan sejak April-Desember 2017.

 

“Selama ini, pengelolaan sampah di Pulau Sebatik masih menggunakan sistem open dumping. Jadi, dengan TPA sistem sanitary landfill ini diharapkan pengelolaan sampah menjadi lebih baik,” ujarnya.

 

Proyek APBN lain yang juga ditinjau Gubernur adalah pembangunan drainase lingkungan Pulau Sebatik. Dari penjelasan pihak DPUPR-Perkim Kaltara diketahui bahwa proyek itu direalisasikan di 2 desa. Yakni, Desa Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara pada 2017, dan Desa Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur pada 2018.

 

Irianto mengatakan, pada 2017 drainase lingkungan yang dibangun APBN menyasar 5 lokasi di Desa Sei Pancang. Yakni, Jl. Lorong H Sakka, Jl. Ki Hajar Dewantara, Jl. Lorong Hj Beddu, Jl. Lorong Hj Jambi, dan Jl. Hj Mahmud-Hj Badanu. Alokasi anggarannya Rp 2.931.955.000. Total panjang drainase yang dibangun sekitar 2 kilometer.

 

Sementara, di 2018 proyek berlanjut di Desa Sei Nyamuk dengan 4 lingkup kegiatan. Yaitu kawasan Jl. H Badannu, Jl. Bakti Husada, Gang H Nori, dan Gang H Bahri. Anggarannya Rp 3.555.836.000 untuk total panjang drainase sekitar 2,8 kilometer.

 

“Sangat diharapkan dengan dibangunnya drainase ini, dapat mengatasi permasalahan genangan air dan banjir di kedua desa. Sekaligus untuk mewujudkan Akses Universal 100 0 100,” tutur Irianto.

 

Kedua kegiatan itu telah terealisasi 100 persen untuk fisik dan keuangannya. Proyek lain yang didanai APBN di Pulau Sebatik adalah SPAM ibu kota kecamatan Lapio Kabupaten Nunukan. SPAM dibangun dengan nilai kontrak awal sekira Rp 11,2 miliar. Lalu, diaddendum kontrak I sebesar Rp 11,985 miliar dan addendum kontrak 2 senilai Rp 11,985 miliar.

 

“SPAM ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air minum bagi masyarakat di Kecamatan Sebatik Barat dan sekitarnya. Adapun target sambungan rumah (SR) pada 2018, setara dengan 8 ribu jiwa,” papar Gubernur.

 

Di Sebatik Barat ada 5 desa yang menjadi target, yakni Desa Bambangan, Lapio, Liang Bunyu, Binalawan dan Setabu. “APBN digunakan untuk melakukan pekerjaan unit air baku dan transmisi, pekerjaan perbaikan IPA kapasitas 20 liter per detik, serta pengadaan dan pemasangan pipa lengkap dengan aksesoris dan jembatan pipa. Sementara, APBD mendanai pemasangan pipa tersier dan SR-nya,” beber Irianto.

 

Dari skematik SPAM tersebut, IPA berkapasitas 20 liter per detik berada di Desa Setabu. SPAM ini mengandalkan sumber air Sei Binasalam lewat proses intake dengan pipa transmisi sepanja 8.481 meter menuju IPA Setabu. Dari IPA Setabu, air yang diolah ditampung pada reservoar 500 meter kubik yang kemudian disalurkan ke rumah-rumah warga melalui house conection.

 

“Saat ini, eksisting daerah yang dilayani adalah Desa Setabu (bagian barat) 152 SR (913 jiwa) dan Desa Binalawan 361 SR (2.167 jiwa). Rencana pelayanan akan ditambah ke Desa Setabu (bagian timur) 152 SR (913 jiwa), Desa Bambangan 429 SR (2.578 jiwa), dan Desa Liang Bunyu 316 SR (1.901 jiwa),” ujarnya. (humas)


BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 13:21

14 Jenis Pelatihan UMKM Akan Digelar

TANJUNG SELOR – Dalam upaya meningkatkan kapasitas para pelaku usaha…

Senin, 18 Februari 2019 13:20

Gubernur Optimistis KIPI Terealisasi

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie mengaku…

Senin, 18 Februari 2019 13:18

Pemprov Diminta Lengkapi Data untuk Pelepasan HPL

TANJUNG SELOR – Sesuai janjinya, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal…

Senin, 18 Februari 2019 13:17

PKN Siap Bangun PLTU untuk Penuhi Kebutuhan Listrik KIPI

Selain meninggalkan kesan yang baik, kunjungan kerja Menteri Energi dan…

Jumat, 15 Februari 2019 11:48

Bangun Sumur Bor di 20 Titik

TANJUNG SELOR – Sebanyak 20 titik sumur bor untuk memenuhi…

Jumat, 15 Februari 2019 11:47

Gubernur Minta Dukungan DPR RI

TARAKAN - Ada sejumlah permasalahan yang hingga saat ini terus…

Jumat, 15 Februari 2019 11:45

Forum Konsultasi Publik Beri Masukan untuk Perumusan RKPD

TANJUNG SELOR – Forum Konsultasi Publik seyogianya dapat menampung seluruh…

Kamis, 14 Februari 2019 14:29

6.600 Sertifikat Warga Transmigrasi Siap Dibagikan

TANJUNG SELOR –  Selain sertifikat lahan tambak bagi masyarakat di…

Kamis, 14 Februari 2019 14:27

Bahas Strategi Kendalikan Inflasi

TANJUNG SELOR – Agenda rutin untuk merespons persoalan yang terjadi…

Kamis, 14 Februari 2019 14:26

Gubernur Minta Gencarkan Sosialisasi

TANJUNG SELOR - Gubernur Kalimantan Utara Dr Irianto Lambrie meminta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*