MANAGED BY:
SENIN
18 FEBRUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Kamis, 24 Januari 2019 12:59
Potensi Hujan Lebat hingga 26 Januari
WASPADA CUACA EKSTREM: Awan hitam menggelayut di langit Tarakan, Rabu (23/1) pagi.

PROKAL.CO, TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali merilis imbauan waspada potensi bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah, yang akan terjadi pada 23–30 Januari.

Karena berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, Selasa (22/1), terpantau aliran massa udara basah dari Samudera Hindia yang masuk ke wilayah Jawa, Kalimantan, Bali, NTB hingga NTT.

Bersamaan dengan itu, masih kuatnya monsun dingin Asia beserta hangatnya suhu muka laut di wilayah perairan Indonesia, menyebabkan tingkat penguapan dan pertumbuhan awan cukup tinggi.

Dari pantuan pergerakan angin, BMKG mendeteksi adanya daerah pertemuan angin yang konsisten dalam beberapa hari terakhir memanjang dari wilayah Sumatera bagian selatan, Laut Jawa, Jawa Timur, Bali hingga NTB dan NTT.

Secara khusus, BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) di Jakarta, tengah memonitor adanya tiga bibit badai tropis di dekat wilayah Indonesia. Salah satu bibit siklon yang saat ini berada di Laut Timor (94S) berpotensi meningkat menjadi siklon tropis dalam 3 hari ke depan dan mengakibatkan potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang yang dapat mencapai di atas 25 knot di sejumlah wilayah Sumatera, Jawa dan Sulawesi.

Prakirawan BMKG Tarakan, Muhammad Hermansyah, menyebutkan Kalimantan Utara menjadi salah satu daerah yang masuk wilayah berpotensi hujan lebat dalam waktu seminggu ke depan. Yakni, dari Rabu (23/1) hingga Sabtu (26/1).

Hanya saja, potensi hujan lebat yang mencapai 50 milimeter per hari ini, tidak terjadi setiap hari. Hanya pada waktu-waktu tertentu saja. Selain itu, curah hujannya juga tidak merata di seluruh Kaltara.

“Mungkin bisa jadi besok di wilayah Tanjung Selor atau wilayah Tarakan, misalnya. Ada juga masanya barengan,” ujar Herman, Rabu (23/1).

Menurutnya, jika kondisi curah hujan sangat ekstrem di Kaltara, biasanya dikeluarkan peringatan setengah sampai satu jam sebelum hujan. Adapun pengertian waspada yang ditekankan BMKG pada siaran persnya, menurut Herman, bukan berarti akan terjadi hujan lebat di seluruh Indonesia. Namun, disesuaikan dengan kondisi dinamika atmosfer. Bisa jadi kategori sedang hingga lebat.

Menurutnya, imbauan waspada bukan kesannya ingin menakut-nakuti warga. Justru memberikan edukasi dini agar warga lebih siap menghadapi dampak dari cuaca buruk seperti pohon tumbang, banjir dan lain-lain.

Untuk ketinggian gelombang di perairan Kaltara, dia menyebutkan berkisar hingga 1 meter. (mrs/fen)


BACA JUGA

Minggu, 22 November 2015 19:15

Perang Proksi Ancaman Warga Kaltara

<p style="text-align: justify;"><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash;…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*