MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Jumat, 25 Januari 2019 11:34
Korban Leptospirosis Bertambah

Tikus Pembawa Wabah Menghuni 96 Persen Rumah Warga

Subono Samsudi

PROKAL.CO, class="p1">TARAKAN – Penyakit leptospirosis kembali makan korban jiwa. Penyakit yang disebabkan bakteri leptospira yang ditularkan melalui tikus ini, telah merenggut nyawa dua warga Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Tarakan Subono Samsudi kepada Harian Rakyat Kaltara kemarin (24/1), mengakui telah menerima laporan dua warga yang meninggal karena positif leptospirosis. Korban terbaru meninggal kemarin (24/1).

Korban berusia 43 tahun yang berdomisili di Kelurahan Gunung Lingkas, sebelumnya memang diindikasikan suspect leptospirosis dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan. 

Selain dua korban yang telah meninggal dunia, masih ada satu warga lainnya yang dinyatakan suspect leptospirosis. “Tapi informasinya, warga suspect leptospirosis ini enggan dirawat di rumah sakit,” katanya. 

Walau sudah menelan dua korban jiwa, Pemkot Tarakan belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) leptospirosis. Meski demikian, Subono mengaku upaya penanganan yang dilakukan sudah seperti menangani penyakit yang dinyatakan KLB. Dengan langsung merespons daerah yang terwabah leptospirosis di Kampung Baru dan Gunung Lingkas, melalui tim pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) setempat. 

“Tim turun melakukan tes cepat. Kalau ada orang-orang yang demam, dilakukan diagnosa secara cepat. Kalau positif (leptospirosis) ya dirujuk. Kemudian juga melakukan penelitian air dan tanah di situ (daerah terwabah, red),” beber Subono. 

Pihaknya juga akan melakukan sosialisasi, untuk memberi pemahaman kepada masyarakat mengenai wabah penyakit ini. Terutama penyebab dan bahayanya, serta ciri-ciri pasien yang terinfeksi virus leptospira.

“Sosialisasi melalui kecamatan dan kelurahan untuk disampaikan kepada warganya,” terangnya. 

Subono juga mengajak masyarakat Tarakan untuk memberantas tikus, yang menjadi wabah pembawa penyakit. Karena hasil penelitian 2018,  menemukan tikus-tikus di Tarakan terindikasi membawa penyakit leptospirosis. 

“Pola penyebaran tikus inipun merata di seluruh kelurahan,” ujarnya. 

“Jadi sama halnya dengan BDB, misalnya untuk penyelesaian ke akar masalahnya kan bagaimana supaya nyamuknya enggak ada,” sambung Subono. 

Sebelumnya, leptospirosis telah merenggut nyawa seorang warga Kelurahan Pamusian, Kecamatan Tarakan Tengah. Korban berusia  65 tahun, mengeluh karena pusing dan mual. Saat datang ke rumah sakit pada 13 Januari lalu, kondisi matanya sudah terlihat menguning kemerahan. 

Setelah berobat jalan, keluhan yang dirasakannya tak kunjung sembuh. Korban lantas kembali berobat ke rumah sakit pada 16 Januari dan langsung mendapat perawatan intensif. Korban yang langsung dirawat inap, saat itu diduga mengidap hepatitis. Namun setelah pengujian di laboratorium, hasilnya negatif. 

Hasil pemeriksaan laboratorium justru menunjukkan suspect leptospirosis. Hingga akhirnya korban meninggal dunia pada Jumat (18/1) lalu. 

“Korban baru dinyatakan positif leptospirosis setelah hasil laboratorium baru keluar Senin (21/1), yang menyatakan positif mengandung bakteri penyakit tersebut,” ujar Subono. 

Selama ini, kasus penyakit tersebut  tidak pernah dijumpai. Hanya sebatas menemukan sumber penularan dari hasil penelitian yang dilakukan di beberapa kelurahan tahun lalu. Di mana sumbernya virus bisa ditularkan melalui tikus yang berkeliaran di lingkungan permukiman masyarakat. 

“Waktu itu diteliti faktornya yaitu tikus. Dan ternyata hampir semua rumah di daerah penelitian itu ada tikus. Penelitiannya sekitar bulan Agustus sampai September, tahun lalu,” terang Subono Samsudi. 

Dari hasil penelitian tahun lalu, 96 persen rumah di Tarakan terdapat tikus. Baik di daratan maupun wilayah pesisir. Dengan demikian, kemungkinan penularan penyakit leptospirosis sangat rawan. 

Penularan penyakit leptospirosis bisa melalui kontak langsung dengan tikus. Gigitannya yang membuat kulit luka, juga membuka jalan bakteri leptospira masuk ke dalam tubuh. 

Penularannya juga bisa melalui kencing tikus tercampur air saat banjir. Atau melalui kotoran tikus yang mengenai makanan dan langsung dikonsumsi manusia. 

Gejala leptospirosis umumnya demam tinggi, sakit kepala, pendarahan, nyeri otot atau sendi, menggigil, kelelahan, mata merah dan muntah. Dari gejala-gejala tersebut, hanya pendarahan menjadi gejala yang khas.  

Dengan kasus ini, Diskes Tarakan berencana melakukan upaya pencegahan berupa pembasmian tikus. Langkah awal pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait, baik di Tarakan, Kaltara maupun pusat, terkait upaya pencegahannya. (mrs/udi) 


BACA JUGA

Senin, 22 April 2019 14:25

Berebut Palu Ketua DPRD

TARAKAN – Tahapan rekapitulasi suara tingkat kecamatan memang masih berlangsung…

Minggu, 21 April 2019 13:43

Dua Siswa Diseruduk Mobil Guru

TARAKAN – Suara benturan keras dari halaman sekolah, membuat guru…

Jumat, 19 April 2019 15:08

Seleksi Sekkot Belum Disetujui Mendagri

TARAKAN – Seleksi penerimaan sekretaris Kota Tarakan definitif masih belum…

Jumat, 19 April 2019 14:59

Potensi Pencoblosan Ulang di Dua TPS

TARAKAN – Proses pencoblosan pemilu 2019 di dua tempat pemungutan…

Rabu, 17 April 2019 14:28

Pelayanan SIM Diliburkan

TARAKAN — Pelayanan pembuatan SIM akan diliburkan untuk sementara waktu,…

Selasa, 16 April 2019 12:04

Kaltara Masuk Garis Merah IKP

TARAKAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kaltara mendapatkan data…

Jumat, 12 April 2019 14:20

Pengamanan Pemilu Diperkuat

TARAKAN – Pengamanan pemilu serentak tahun ini, juga akan dibantu…

Kamis, 11 April 2019 14:52

Ini Loh Kendala Pariwisata Kaltara

TARAKAN – Minimnya pembangunan infrastruktur menuju ke obyek wisata yang…

Selasa, 09 April 2019 14:04

Tarif Agrowisata Diturunkan

TARAKAN – Revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2012…

Senin, 08 April 2019 13:42

Berlomba Raup Simpati Pemilih Milenial

TARAKAN – Suara kaum milenial, kini tidak lagi dipandang sebelah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*