MANAGED BY:
SENIN
18 FEBRUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Sabtu, 26 Januari 2019 12:48
Di Hulu Terus Hujan, Tanjung Selor Terancam Banjir Besar?
MASIH AMAN: Hujan yang mengguyur kawasan hulu Bulungan, diprediksi belum berdampak buruk seperti menyebabkan banjir di Tanjung Selor.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Hujan yang mengguyur Kabupaten Bulungan dan sekitarnya selama beberapa hari terakhir, diprediksi masih berlanjut hingga hari ini (26/1). Namun menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulungan, Ali Alo Patokah, hujan tidak akan menimbulkan dampak buruk, terutama ancaman banjir.

Ali menjelaskan, dalam mengantisipasi bencana banjir di musim hujan, pihaknya mengacu pada informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dari yang terdeteksi, wilayah Peso, Peso Hilir sampai Tanjung Palas, Tanjung Palas Barat, dan Sekatak, terus terjadi hujan deras disertai petir.

“Kita selalu pantau prakiraan cuaca yang dirilis BMKG setiap dua hari sekali. Dari situ kita bisa memastikan seberapa besar dampaknya,” katanya kepada Harian Rakyat Kaltara, Jumat (25/1).

Dari informasi yang dihimpun BPBD Bulungan, ketinggian air di bagian hulu seperti Peso dan Peso Hilir, masih dalam batas normal. “Saat ini informasi dari sana, ketinggian air mencapai 4 sampai 5 meter yang artinya masih dalam kondisi normal,” terangnya.

Ketinggian air masih di batas normal, menurutnya tidak perlu diwaspadai. Sebab potensi meluapnya air belum terprediksi, karena potensi guyuran hujan deras di wilayah hulu juga belum masuk prediksi BMKG. Namun pihaknya tetap berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti masyarakat di wilayah hulu, Tagana, Koramil dan lainnya, guna memastikan potensi-potensi bencana.

“Kami meminta masyarakat jangan panik dengan kabar-kabar burung. Kami dalam hal ini BPBD Bulungan, akan memantau terus ketinggian air di wilayah hulu,” kata dia.

Ia menjelaskan, masyarakat setempat telah menaruh tanda untuk memastikan kondisi ketinggian air. Salah satunya adalah memasang patok di Long Bia. Di seberang sungai, ada batu yang yang ditandai dengan angka-angka yang menandakan ketinggian air. “Nah, kalau batu itu sebatas 6 meter, maka dapat dikategorikan normal. Meskipun begitu, dampak dari ketinggian air yang mencapai 6 meter di daerah Long Leju dan Long Pelban belum meluap ke jalanan,” jelasnya.

Sementara itu, jika ketinggian sampai 7 meter, maka air meluap ke jalanan. Bahkan jika sudah 8 meter lebih, dipastikan akan ada desa yang tergenang.

“Ketinggian air menyentuh 8 meter untuk efek ke Tanjung Selor tidak mengkhawatirkan. Hanya saja, jika air di sana sudah sampai 9 meter, wilayah Tanjung Selor berstatus waspada,” kata dia.

“Kalau kita untuk waspadanya, ketika sudah ada informasi di daerah Pujungan. Karena di sana ada Sungai Data Dian. Pengalaman di tahun 2018, pada bulan April hingga Mei, di daerah Pujuangan kita sebut air pres, dalam artian air sungai penuh. Begitu jarak dua hari kemudian, air itu bisa sampai kota Tanjung Selor. Ini semua yang kita antisipasi ketika ada laporan atau informasi,” ungkapnya. (*/fai/udi)


BACA JUGA

Minggu, 22 November 2015 19:15

Perang Proksi Ancaman Warga Kaltara

<p style="text-align: justify;"><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash;…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI