MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 01 Februari 2019 11:03
Tak Digunakan, Kok Tagihan Membengkak..??

Pelanggan Jargas Kaget Dianggap Menunggak

Bramantya Pradhana Saputra

PROKAL.CO, TARAKAN - Meskipun program jaringan gas (jargas) sudah mengalir ke rumah-rumah masyarakat Tarakan sejak beberapa tahun lalu, tapi masih ada warga yang mengeluhkan terkait pembayaran tarifnya.

Keluhan tersebut dituangkan dalam unggahan di grup Facebook oleh pemilik akun Laila Laila. Pemilik akun tersebut mempertanyakan persoalan tarif penggunaan jargas. Pasalnya dirinya mengaku belum menggunakannya, namun telah mendapat tagihan pembayaran.

“Sekadar bertanya, siapa tahu aja ada warga Tarakan yang mengalami hal yang sama dengan saya. Kurang lebih setahun lalu saya bangun rumah, kebetulan ada pemasangan gas gratis, jadi saya ikut pasang. Selama setahun ini sama sekali saya belum gunakan, karena rumah saya belum kelar. Sampai tadi pagi begitu saya pergi ke kantor PGN, untuk mengaktifkan gas karena saya mau pakai, tapi herannya kok tiba-tiba sudah ada tagihan sebanyak ini. Katanya biaya beban dan tunggakan. Loh kok bisa,” tulis akun Laila Laila yang diunggah pada Rabu (30/1).

“Padahal saya kan belum pakai sama sekali. Kalaupun itu peraturan, kenapa dari awal pemasangan tidak ada pemberitahuan sebelumnya jika sudah terpasang wajib bayar. Kalau seperti ini gimana ceritanya jika ada yang bertahun-tahun enggak tahu, apa enggak tambah banyak tunggakan. Paling tidak kan ada surat tagihan per bulannya, jadi kita tahu,” sambungnya. Curhatannya di media sosial tersebut, telah mendapat sebanyak 161 komentar hingga pukul 20.20 Wita, Kamis (31/1).

Dikonfirmasi hal itu, Area Koordinator PT PGN Cabang Tarakan Bramantya Pradhana Saputra, menyebut hal tersebut memang sesuai ketentuan yang berlaku. Kebijakan beban itu berlaku bagi pelanggan rumah-rumah pribadi. Namun tidak berlaku bagi perumahan dinas seperti perumahan TNI/Polri maupun rumah susun sewa sederhana (rusunawa).

Kebijakan ini muncul sebagai imbas dari penggunaan dana APBN untuk membiayai proyek pembangunannya. Dana miliaran rupiah yang dikucurkan pemerintah pusat harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan memaksimalkan sambungan yang terpasang.

Menurut Bram –sapaan akrabnya– saat survei sebelum dilakukan pemasangan, petugas survei sebenarnya sudah menyampaikan kepada calon pelanggan akan adanya beban minimum yang harus ditanggung calon pelanggan, sebesar 4 meter kubik setiap bulannya, atau Rp 17.672. Atas dasar itulah timbul tagihan meskipun tidak memakai jargas.        

“Anda pakai tidak pakai, tetap akan timbul tagihan. Kecuali dua tadi, rumah dinas TNI/Polri sama rusunawa,” ujar Bramantya Pradhana Saputra dikonfirmasi pada Kamis (31/1).

Ketentuan ini berlaku sejak pihaknya menerima serah terima pemanfaatan jargas dari kontraktor pelaksana. Lalu ditindaklanjuti dengan melakukan konversi gas ke rumah-rumah warga. Adapun rumah yang belum siap dikonversi dengan berbagai alasan, pihaknya melewati dan memberikan waktu sampai 6 bulan.

“Akhirnya kita tunggu sampai 6 bulan. Ketika selepas 6 bulan, mau tidak mau harus kami lakukan penagihan, karena jangan sampai 21 ribu yang dikeluarkan oleh pemerintah itu tidak termanfaatkan,” tuturnya.

Menurut Bram, sebenarnya bila pelanggan tertib membayar setiap bulan, beban Rp 17.672 dinilai tidak memberatkan. Namun yang terjadi justru menunggak berbulan-bulan. Sehingga nilai tagihannya memberatkan setelah diakumulasikan. Tarif beban tersebut juga sudah disetarakan dengan isi gas harga eceran tertinggi (HET) 3 kilogram. 

Bram membeberkan, sebenarnya banyak tunggakan pelanggan hingga berbulan-bulan. Meskipun tarifnya terbilang murah dibandingkan tarif pelayanan lainnya, namun pihaknya tetap dibuat pusing saat penagihan.

Karena itu, pihaknya juga terpaksa melakukan pemutusan sementara terhadap pelanggan yang menunggak paling lama dua bulan, sambil menunggu itikad baiknya untuk membayar.

Dalam dua tahun kemarin, pihaknya sudah mencabut 400 lebih sambungan dari total 24.336 pelanggan. “Kalau yang dua bulan itu sudah ada juklaknya (petunjuk pelaksana). Satu bulan disegel, dua bulan dicabut,” tuturnya. (mrs/udi)

 


BACA JUGA

Senin, 20 Mei 2019 13:01

Siswi SMP Diculik dan Disetubuhi, Pelaku Diciduk saat Antre BBM

TANJUNG SELOR – Tindak kejahatan di Tanjung Selor, Bulungan, semakin…

Senin, 20 Mei 2019 12:56

Siswi SMA ‘Ngamar’ Bareng Pacar

TANJUNG SELOR – Perilaku Cinta –bukan nama sebenarnya, anak remaja…

Minggu, 19 Mei 2019 14:01

Tak Ditangani Serius, Berakibat Fatal

TANJUNG SELOR - Beberapa hari terakhir, publik digegerkan dengan adanya…

Minggu, 19 Mei 2019 13:47

Peraih Juara MTQ Belum Terima Hadiah

TANJUNG SELOR - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XV Tahun 2019 Tingkat…

Minggu, 19 Mei 2019 13:44

Apron di Bandara Tanjung Harapan Diperluas

TANJUNG SELOR - Setelah dilakukan perpanjangan runway atau landasan pacu,…

Sabtu, 18 Mei 2019 13:14

Dalami Keterlibatan Napi di Berau

TANJUNG SELOR – Pengungkapan kasus narkoba golongan satu jenis sabu-sabu…

Sabtu, 18 Mei 2019 13:02

Bunyu Layak Diperhatikan

TANJUNG SELOR – Minimnya pembangunan infrastruktur di Kecamatan Pulau Bunyu,…

Jumat, 17 Mei 2019 14:01

Sabu Dibawa dari Bunyu, Kurir Tergiur Upah Rp 15 Juta

TANJUNG SELOR – Jajaran Polda Kaltara kembali mengungkap kasus narkoba…

Jumat, 17 Mei 2019 13:55

Oknum PNS Kembali Terjerat Kasus Naskoba

TARAKAN – Seorang PNS berinisial DU yang berdinas di Satuan…

Jumat, 17 Mei 2019 13:39

Harus Bongkar Bangunan THM

TARAKAN – Satu-satunya jalan yang harus dilakukan Pertamina untuk penanganan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*