MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Jumat, 01 Februari 2019 11:15
13.830 KPM Terima Bantuan PKH 2019

Gubernur Minta Penyaluran Bansos Penuhi 4T

KELUARGA HARAPAN: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat mengunjungi salah seorang warga penerima PKH di Kaltara, belum lama ini.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pada tahun ini, Program Keluarga Harapan (PKH) akan menyasar 13.830 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kaltara, dengan nilai total bantuan yang dialokasikan sebesar Rp 20.431.700.000. Nilai ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebagai informasi, pada 2018, jumlah KPM dari Kaltara untuk peserta PKH sebanyak 13.916 KK. Dengan total alokasi anggaran Rp 25.973.778.850.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, sesuai data Dinas Sosial (Dissos) Kaltara, kuota KPM penerima bantuan PKH 2019 terbanyak berada di Kabupaten Nunukan. Yakni, 5.808 KPM dengan alokasi bantuan Rp 8.889.425.000. Terbanyak kedua di Kota Tarakan, kemudian Bulungan dan paling sedikit di Kabupaten Tana Tidung (KTT), dengan hanya 606 PKM.

Gubernur berharap penyaluran bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat, yang salah satunya melalui PKH di Kaltara, bisa tepat sasaran, tepat jumlah, tepat kualitas dan tepat tempat atau 4T. Begitu kepada para penerima, diharapkan adalah yang benar-benar memang membutuhkan.

“Apalagi mulai sekarang penyaluran program bansos diawasi ketat. Termasuk dari kepolisian. Hal ini menyusul adanya MoU antara Kementerian Sosial dengan Polri dan aparat penegak hukum lainnya. Sekali lagi saya tekankan, jalankan program yang memberikan manfaat untuk masyarakat ini dengan sebaik-baiknya, sesuai aturan yang ada,” ungkap Irianto.

Berkaitan dengan pencairan PKH tahun ini, Gubernur yang didampingi Kepala Dissos Kaltara Sugiono, menyampaikan akan dilakukan dalam 4 tahap, atau per triwulan. Untuk tahap I sudah dicairkan pada Januari tahun ini.

“Pencairannya melalui rekening bank tiap pemerintah daerah untuk kemudian disalurkan kepada KPM,” kata Sugiono menimpali.

Mengenai besaran bantuan per KPM, lanjutnya, sesuai dengan surat keputusan (SK) Direktur Jenderal (Dirjen) Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Nomor 02/SK/LJS/01/2019 tentang Indeks dan Komponen Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan Tahun 2019, maka komponen bantuan itu terdiri dari bantuan tetap, bantuan komponen kesehatan, bantuan komponen pendidikan dan bantuan komponen kesejahteraan sosial.

Adapun bantuan tetap itu adalah bantuan stimulan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup keluarga peserta PKH. Ada 2 jenis bantuan yang diterima PKH, yakni bantuan tetap PKH reguler senilai Rp 550 ribu dan PKH akses Rp 1 juta. Lalu, bantuan komponen kesehatan, yakni bantuan stimulan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan ibu hamil dan anak usia 0 hingga 6 tahun peserta PKH. Besarannya masing-masing Rp 2,4 juta.

Selanjutnya, bantuan komponen pendidikan yang merupakan bantuan stimulan untuk memenuhi kebutuhan dasar pendidikan bagi anak usia pendidikan wajib belajar 12 tahun. Besarannya, untuk anak usia SD Rp 900 ribu, SMP/sederajat Rp 1,5 juta, dan SMA/sederajat Rp 2 juta. Terakhir, bantuan komponen kesejahteraan sosial yang merupakan bantuan stimulan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesejahteraan sosial bagi lanjut usia 60 tahun ke atas dan penyandang disabilitas berat. Masing-masing memiliki nilai indeks bantuan sebesar Rp 2,4 juta.

Sedianya, dari pengolahan data final closing untuk pembayaran bantuan PKH tahap I 2019 di Kaltara, jumlah total KPM yang diusulkan sebanyak 14.380. Ini terdiri dari 14.095 KPM eligible dan 285 KPM non eligible. Untuk KPM yang belum masuk di pencairan tahap I, masih menunggu informasi lebih lanjut dari Kemensos. Namun, sangat diharapkan dapat masuk pada pencairan PKH selanjutnya.

“Sebab, PKH ini sangat membantu masyarakat yang kurang mampu untuk membiayai pendidikan juga hal lainnya,” ujarnyaTiap tahapan pencairan akan dilakukan evaluasi. Ini dilakukan agar pencairan dan penyaluran bantuan PKH tepat sasaran. Dalam artian, apabila dalam 3 bulan masa pencairan selanjutnya, ada KPM yang tingkat kesejahteraannya membaik atau ada perubahan data penerima. Seperti ada anak yang sudah lulus SMA/sederajat, dan lainnya, maka besaran dana yang diterima pun diubah pada pencairan tahap selanjutnya. (humas)


BACA JUGA

Jumat, 17 Mei 2019 14:13

THR Buruh Paling Lambat H-7

TANJUNG SELOR – Para pemberi kerja atau perusahaan diminta untuk…

Jumat, 17 Mei 2019 14:09

Pemprov Tingkatkan Kualitas Layanan Bansos

TANJUNG SELOR – Agar pemberian bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat…

Jumat, 17 Mei 2019 14:07

PLBN Long Midang Paling Siap Bangun

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie…

Jumat, 17 Mei 2019 14:06

20 Eks Pekerja Lokalisasi Dipulangkan Hari Ini

TANJUNG SELOR – Menggenapi program penutupan lokalisasi, Pemprov Kaltara bersama…

Jumat, 17 Mei 2019 14:05

Semua Pihak Berperan Cegah Konflik Sosial

JAKARTA - Bersama para gubernur, bupati serta wali kota se-Indonesia,…

Kamis, 16 Mei 2019 14:57

Rp 13 Miliar untuk THR PNS

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Badan Pengelola…

Kamis, 16 Mei 2019 14:56

Pansel Akan Tunjuk Lembaga Profesional

TANJUNG SELOR – Seleksi ulang calon direksi dua badan usaha…

Kamis, 16 Mei 2019 14:54

Awasi Kedisiplinan dengan Perekaman Sidik Jari

TANJUNG SELOR – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara menargetkan tahun…

Kamis, 16 Mei 2019 14:53

Operasi Pasar Dimulai di Tarakan

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menetapkan 6 spot…

Rabu, 15 Mei 2019 13:48

Pemkab Malinau Gelar Safari Ramadan

MALINAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau menggelar safari Ramadan 1440…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*