MANAGED BY:
SENIN
18 FEBRUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 05 Februari 2019 14:54
Budidayakan Rumput Laut di Perairan Negeri Jiran, 22 WNI Ditangkap di Malaysia
Ilustrasi

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG SELOR – Sebanyak 22 petani rumput laut di Nunukan, ditangkap aparat Malaysia sejak Januari lalu. Tertangkapnya 22 warga Nunukan tersebut, buntut dari polemik budidaya rumput laut di Perairan Simpang Tiga Serudung–Malaysia. 

Bahkan saat rapat staf yang dipimpin Sekprov Kaltara Suriansyah, Senin (4/2), persoalan itu tak luput dari pembahasan. Dijelaskan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara Amir Bakri, budi daya rumput laut di perairan perbatasan negara tersebut memang sudah berjalan cukup lama, dan diketahui petugas Malaysia. 

Namun diakuinya, ke-22 petani rumput laut tersebut memang terbukti melakukan pelanggaran, karena membudidayakan rumput laut di perairan Malaysia. “Tetapi saat masuk wilayah Malaysia, para petani tersebut sudah meminta izin dengan pemilik budidaya rumput laut di wilayah Malaysia yang bernama Hasan bin Husin,” katanya kemarin. 

Hasan kemudian mempekerjakan WNI asal Nunukan tersebut untuk turut membudidayakan rumput laut miliknya. Tapi aturan yang berlaku di Malaysia, tidak diperkenankan mempekerjakan orang asing. 

“Selain itu, pelanggaran lain dilakukan karena hasil rumput laut yang dibudidayakan di wilayah Malaysia juga dijual di Nunukan,” terangnya. 

Amir menegaskan, persoalan itu tidak sepenuhnya karena kelalaian pihaknya. Pasalnya, pihaknya sudah jauh-jauh hari memberikan pemahaman dan memasang tanda batas zonasi rumput laut. Terutama yang boleh dikelola warga Indonesia, khususnya di Kaltara. "Kita sudah pasang buoy (tanda batas) bahwa tak boleh lewat dari tanda itu," tegasnya. 

Menurutnya, faktor lain yang diduga memicu pelanggaran, karena besarnya animo masyarakat menjadi petani rumput laut. Sebab pasar dan harga rumput laut sangat menjanjikan. Sementara luas wilayah kelola rumput laut sangat terbatas. Itulah yang membuat beberapa petani rumput laut memilih untuk bekerja di wilayah terlarang (Malaysia). 

"Tapi Alhamdulillah (22 petani rumput laut asal Nunukan) sudah dipulangkan (bebaskan) pada 31 Januari lalu,” pungkasnya. (uno/udi) 


BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 11:49

Bawaslu ‘Sapu’ APK Liar

TANJUNG SELOR - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bulungan dan…

Minggu, 17 Februari 2019 14:20

Penyuluh Pertanian Tak Sebanding Jumlah Desa

TANJUNG SELOR – Pertanian dalam arti luas merupakan salah satu…

Sabtu, 16 Februari 2019 13:01

Kebutuhan Listrik Kaltara Akan Ditambah

TANJUNG SELOR – Ignasius Jonan kembali menginjakkan kakinya di Kalimantan…

Sabtu, 16 Februari 2019 12:21

Kompor Meledak, Diduga Penyebab Kebakaran

TARAKAN - Kepolisian Resor Tarakan telah melakukan olah tempat kejadian…

Sabtu, 16 Februari 2019 12:19

Sekali Jalan, Ratusan Liter Diselewengkan

TANJUNG SELOR – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus)…

Jumat, 15 Februari 2019 11:30

Mulai Realisasikan Janji Politik

TARAKAN – Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tarakan terpilih…

Jumat, 15 Februari 2019 11:14

7 Bangunan Jadi Arang

TARAKAN – Kebakaran kembali membuat panik warga RT 36, Kelurahan…

Kamis, 14 Februari 2019 13:38

He Belum Tereliminasi, Pencoretan DCT Menunggu Inkrah

TANJUNG SELOR – Status tersangka yang kini disandang He, calon…

Kamis, 14 Februari 2019 13:37

Kirim Data DPO ke Malaysia

TANJUNG SELOR – Polres Nunukan terus mengembangkan hasil penangkapan sabu-sabu…

Kamis, 14 Februari 2019 13:34

Pesta Sabu Gagal, Tiga Nelayan di Tarakan Jadi Calon Penghuni Lapas

TARAKAN – Tiga orang nelayan yang menjadi budak narkoba, dibekuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*