MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 05 Februari 2019 14:54
Budidayakan Rumput Laut di Perairan Negeri Jiran, 22 WNI Ditangkap di Malaysia
Ilustrasi

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG SELOR – Sebanyak 22 petani rumput laut di Nunukan, ditangkap aparat Malaysia sejak Januari lalu. Tertangkapnya 22 warga Nunukan tersebut, buntut dari polemik budidaya rumput laut di Perairan Simpang Tiga Serudung–Malaysia. 

Bahkan saat rapat staf yang dipimpin Sekprov Kaltara Suriansyah, Senin (4/2), persoalan itu tak luput dari pembahasan. Dijelaskan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara Amir Bakri, budi daya rumput laut di perairan perbatasan negara tersebut memang sudah berjalan cukup lama, dan diketahui petugas Malaysia. 

Namun diakuinya, ke-22 petani rumput laut tersebut memang terbukti melakukan pelanggaran, karena membudidayakan rumput laut di perairan Malaysia. “Tetapi saat masuk wilayah Malaysia, para petani tersebut sudah meminta izin dengan pemilik budidaya rumput laut di wilayah Malaysia yang bernama Hasan bin Husin,” katanya kemarin. 

Hasan kemudian mempekerjakan WNI asal Nunukan tersebut untuk turut membudidayakan rumput laut miliknya. Tapi aturan yang berlaku di Malaysia, tidak diperkenankan mempekerjakan orang asing. 

“Selain itu, pelanggaran lain dilakukan karena hasil rumput laut yang dibudidayakan di wilayah Malaysia juga dijual di Nunukan,” terangnya. 

Amir menegaskan, persoalan itu tidak sepenuhnya karena kelalaian pihaknya. Pasalnya, pihaknya sudah jauh-jauh hari memberikan pemahaman dan memasang tanda batas zonasi rumput laut. Terutama yang boleh dikelola warga Indonesia, khususnya di Kaltara. "Kita sudah pasang buoy (tanda batas) bahwa tak boleh lewat dari tanda itu," tegasnya. 

Menurutnya, faktor lain yang diduga memicu pelanggaran, karena besarnya animo masyarakat menjadi petani rumput laut. Sebab pasar dan harga rumput laut sangat menjanjikan. Sementara luas wilayah kelola rumput laut sangat terbatas. Itulah yang membuat beberapa petani rumput laut memilih untuk bekerja di wilayah terlarang (Malaysia). 

"Tapi Alhamdulillah (22 petani rumput laut asal Nunukan) sudah dipulangkan (bebaskan) pada 31 Januari lalu,” pungkasnya. (uno/udi) 


BACA JUGA

Selasa, 23 April 2019 14:01

PLTA dan KIPI Terintegrasi, KBM Butuh Kucuran APBD

Berbagai kegiatan pembangunan, baik yang bertujuan untuk peningkatan kualitas pelayanan…

Selasa, 23 April 2019 13:58

Pemungutan Suara Ulang di 9 TPS

Sesuai rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), KPU Kaltara akan menggelar…

Selasa, 23 April 2019 13:54

PAN dan Golkar Belum ‘Lempar Handuk’

TARAKAN – Persaingan partai dalam memperebutkan kursi unsur pimpinan DPRD…

Selasa, 23 April 2019 13:49

Aparat Masih Siaga Satu

TANJUNG SELOR – Meski Kaltara berada di posisi pertama paling…

Senin, 22 April 2019 14:27

Sehari, Hanya Mampu 20 TPS

TANJUNG SELOR - Hingga kemarin, hasil rekapitulasi perhitungan suara pemilu…

Senin, 22 April 2019 14:23

Operasi Mengeluarkan Gumpalan Darah Berhasil

TARAKAN – Gerva, salah satu korban kecelakaan lalu lintas di…

Senin, 22 April 2019 13:37

Hubungkan Wilayah Perbatasan, Sabet Banyak Penghargaan

Hari ini, 6 tahun lalu provinsi termuda di Indonesia ini…

Senin, 22 April 2019 13:30

Meninggal setelah Selesaikan Pengawasan

TANJUNG SELOR – Muhammad Saleh (27), salah satu pejuang demokrasi…

Minggu, 21 April 2019 13:41

Pencoblosan Ulang di 5 TPS

TANJUNG SELOR – Rekomendasi pencoblosan ulang di lima tempat pemungutan…

Minggu, 21 April 2019 13:36

Kondisi Air Berangsur Turun

TANJUNG SELOR – Ketinggian air di wilayah hulu Kabupaten Bulungan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*