MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Rabu, 06 Februari 2019 13:27
Lebih ‘Murah’ Beli BBM pada Pengetap

Wilayah Pesisir Tarakan Butuh APMS

SIDAK SPBU: Pemkot dan anggota DPRD Tarakan ketika memantau aktivitas pengisian BBM di SPBU Jalan Mulawarman, Jumat (1/2) lalu.

PROKAL.CO, TARAKAN – Masalah pendistribusian bahan bakar minyak (BBM), khususnya bagi nelayan di Tarakan, terus menjadi perhatian jajaran legislatif. Salah satu upaya untuk memenuhi hak nelayan di Tarakan, adalah memperjuangkan penambahan Agen Penyalur Minyak Solar (APMS) di laut, untuk melayani nelayan di Tarakan Timur, khususnya daerah Tanjung Pasir, Tanjung Batu dengan Amal.

Dikatakan Wakil Ketua DPRD Tarakan Muddain, usulan pembangunan APMS di wilayah pesisir tersebut karena mempertimbangkan biaya operasional yang lebih tinggi bagi nelayan untuk mendapatkan BBM saat ini. Karena harus menempuh jarak yang cukup jauh. Makanya hingga saat ini, mayoritas nelayan di pesisir memilih membeli BBM ke pengetap daripada harus mengantre di APMS.

“Saya pernah tanya nelayannya, berapa kalau beli dari pengetap, katanya Rp 9 ribu (per liter),” beber Muddain di sela-sela inspeksi mendadak ke SPBU Jalan Mulawarman, akhir pekan lalu.

Karena kondisi itupula, Muddain tidak bisa menyalahkan pengetap secara berlebihan. Karena nelayan juga membeli dengan harga lebih murah, dibandingkan biaya operasional yang harus dikeluarkan bila membeli BBM ke kota.

“Makanya kita harus membuat regulasi, kita harus membuat aturannya. Bagaimana caranya kita bernegosiasi dengan Pertamina, agar dibangunkan APMS mini di Tanjung Pasir, Tanjung Batu sama di Amal,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Tarakan, Tajuddin Tuwo berharap usulan DPRD Tarakan tersebut mendapat perhatian pihak Pertamina. Karena dirinya yakin Pertamina juga sangat memperhatikan kebutuhan nelayan.

“Karena kalau kita lihat di APMS, jatah nelayan juga tidak pernah terserap maksimal, hanya sampai sekitar 70 persen saja yang bisa diambil dari jatah yang disiapkan oleh Pertamina,” ujarnya.

Tajuddin mengaku dari hasil kunjungan lapangannya ke Pantai Amal beberapa waktu lalu, masih mendapati adanya nelayan yang belum memiliki rekomendasi untuk mendapatkan BBM bersubsidi.

“Ini yang akan dicarikan solusi, baik pemerintah kota, DPRD, kemudian juga Pertamina. Nanti ada solusi yang bisa diambil, untuk memfasilitasi mereka mendapatkan BBM,” pungkasnya. (mrs/udi)


BACA JUGA

Senin, 22 April 2019 14:31

33 CJH Diberi Waktu hingga 10 Mei

TANJUNG SELOR – Sebanyak 381 calon jemaah haji (CJH) Kalimantan…

Minggu, 21 April 2019 13:48

Kawal Logistik hingga ke KPU

TANJUNG SELOR – Logistik pemilu seperti surat suara yang telah…

Sabtu, 20 April 2019 14:24

Kecukupan Gizi Masyarakat Bulungan Rendah

TANJUNG SELOR – Angka kecukupan gizi bagi masyarakat Bulungan terbilang…

Jumat, 19 April 2019 15:02

Warga Keluhkan Jalan Berdebu

TANJUNG SELOR – Terbukanya akses dari kawasan Bulu Perindu ke…

Kamis, 18 April 2019 16:40

Pembangunan BTS Menunggu Realisasi BP3TI

TANJUNG SELOR – Tower telekomunikasi yang telah berdiri di Bulungan…

Rabu, 17 April 2019 14:26

Sebulan, Ungkap Tiga Kasus Perjudian

Jajaran Satuan Reskrim Polres Bulungan mengungkap tiga kasus perjudian selama…

Rabu, 17 April 2019 14:05

Kejaksaan Endus Dugaan Tipikor di Salah Satu Proyek di Bulungan

TANJUNG SELOR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan tengah menyelidiki dugaan…

Selasa, 16 April 2019 12:00

82 Pelanggaran Disiplin di 2018

TANJUNG SELOR – Pelanggaran disiplin aparatur sipil negara (ASN) di…

Selasa, 16 April 2019 11:53

Teknologi Berperan untuk Kemajuan Industri

JAKARTA – Indonesia Industrial Summit (IIS) 2019 yang berlangsung di…

Senin, 15 April 2019 15:58

Sejak 2016, Tangani 15 Kasus

TANJUNG SELOR – Penambangan emas ilegal di Kecamatan Sekatak, Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*