MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 08 Februari 2019 14:34
Belum Dua Bulan, Sudah Tiga Meninggal

Kasus DBD Paling Tinggi di Tarakan

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG SELOR – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kaltara, diprediksi masih akan meningkat. Pemicunya, buruknya sanitasi di beberapa wilayah, yang tidak maksimal dalam mengalirkan air hujan. 

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kaltara Usman, dalam dua bulan terakhir, intensitas curah hujan masih terjadi. Hal itu membuat jentik nyamuk Aedes Aegypti cepat berkembang. Sehingga pemberantasan sarang nyamuk (PSN) harus digiatkan untuk mencegah penyebaran DBD, terutama di lingkungan masyarakat. Tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk di rumah ujar dia, seperti bak kamar mandi, air pembuangan kulkas, tempat penampungan air, dan air bekas dispenser. 

Dijelaskan Usman, siklus perkembangan jentik menjadi nyamuk dewasa hanya membutuhkan waktu seminggu.

"Dalam mengatasi DBD, fogging (pengasapan) saja tak cukup. Karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, tak bisa memberantas jentik nyamuk," terangnya saat dikonfirmasi usai Respons Kaltara di Kedai 99 Tanjung Selor, Kamis (7/2). 

Menurut Usman, fogging lebih efektif dilakukan sebelum terjadinya penularan, serta dilanjutkan dengan PSN. "Lebih efektif bila masyarakat melakukan PSN," imbuhnya. Menurutnya, Penimbunan barang-barang penampung air yang tak terpakai, dinilai sudah tidak tepat. Karena hanya merusak dan mencemari tanah. 

Berdasarkan data Diskes Kaltara hingga 6 Februari 2019, DBD sudah mencapai 228 kasus di Kaltara. Bahkan 3 penderita telah meninggal dunia. Yakni pasien DBD dari Kabupaten Bulungan, Malinau dan Kota Tarakan. 

Dari jumlah kasus, Kota Tarakan yang paling tinggi dengan 63 kasus positif DBD. "Tingginya angka kasus DBD di Tarakan, karena banyak ditemukan tempat-tempat yang menampung air. Ditambah daerah pesisir, yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan sarang nyamuk," urainya. 

Siklus tingginya kasus DBD, kata Usman, memang terjadi saat memasuki musim hujan seperti saat ini. “Penanganan DBD tak bisa hanya mengandalkan dari pemerintahan. Namun peran serta masyarakat pun dibutuhkan, agar kesadaran tumbuh untuk melakukan PSN,” ujarnya. 

Untuk wilayah perbatasan, menurut Usman sangat kecil kemungkinannya ditemukan kasus DBD. “Vektor malah tidak ada. Meskipun ada ditemukan kasus DBD, tapi penularan bukan dari daerah tersebut,” pungkasnya. (uno/udi)


BACA JUGA

Selasa, 23 April 2019 14:03

Terserang DBD, Satu Siswa Absen

TARAKAN – Satu siswa SMP IT Ulul Albab Tarakan, dilaporkan…

Selasa, 23 April 2019 14:01

PLTA dan KIPI Terintegrasi, KBM Butuh Kucuran APBD

Berbagai kegiatan pembangunan, baik yang bertujuan untuk peningkatan kualitas pelayanan…

Selasa, 23 April 2019 13:58

Pemungutan Suara Ulang di 9 TPS

Sesuai rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), KPU Kaltara akan menggelar…

Selasa, 23 April 2019 13:54

PAN dan Golkar Belum ‘Lempar Handuk’

TARAKAN – Persaingan partai dalam memperebutkan kursi unsur pimpinan DPRD…

Selasa, 23 April 2019 13:49

Aparat Masih Siaga Satu

TANJUNG SELOR – Meski Kaltara berada di posisi pertama paling…

Senin, 22 April 2019 14:27

Sehari, Hanya Mampu 20 TPS

TANJUNG SELOR - Hingga kemarin, hasil rekapitulasi perhitungan suara pemilu…

Senin, 22 April 2019 14:23

Operasi Mengeluarkan Gumpalan Darah Berhasil

TARAKAN – Gerva, salah satu korban kecelakaan lalu lintas di…

Senin, 22 April 2019 13:37

Hubungkan Wilayah Perbatasan, Sabet Banyak Penghargaan

Hari ini, 6 tahun lalu provinsi termuda di Indonesia ini…

Senin, 22 April 2019 13:30

Meninggal setelah Selesaikan Pengawasan

TANJUNG SELOR – Muhammad Saleh (27), salah satu pejuang demokrasi…

Minggu, 21 April 2019 13:41

Pencoblosan Ulang di 5 TPS

TANJUNG SELOR – Rekomendasi pencoblosan ulang di lima tempat pemungutan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*