MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 09 Februari 2019 14:47
Ini Alasan Calon Anggota DPD Itu Bagi-Bagi Uang

Kuasa Hukum HE Bantah Tuduhan Money Politic

Syahrudin

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG SELOR – Setelah dilaporkan Bawaslu Kabupaten Tana Tidung (KTT) ke polisi, HE salah satu calon anggota DPD RI memenuhi panggilan aparat Polres Bulungan, sekitar pukul 15.00 Wita, Jumat (8/2). HE dilaporkan karena diduga melakukan money politic saat menghadiri sebuah perayaan di Lapangan Sepak Bola, Desa Seputuk, Kecamatan Murak Rian, KTT, Kamis (31/1) lalu. 

Pantauan Rakyat Kaltara, hingga pukul 19.00 Wita HE masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidik. 

Di sela-sela pemeriksaan, Kuasa Hukum HE Syahrudin, menjelaskan kepada beberapa awak media yang sudah menunggu di luar, bahwa kliennya tidak pernah melakukan praktik politik uang. Bagi-bagi uang seperti yang dituduhkan, bukan untuk mempromosikan dirinya sebagai calon anggota DPD RI pada pemilu serentak 17 April mendatang. 

Menurut kliennya, aksi bagi-bagi uang hanya dilakukan spontanitas karena pemandu acara di lapangan sepak bola tersebut meneriakkan kata saweran saat masuk sesi acara hiburan. Sementara yang memungut uang itu sebenarnya hanyalah anak-anak kecil yang sedang berjoget.

“Itu spontanitas atas permintaan dari MC dalam acara itu. Kata MC-nya, sawer dong pak. Makanya, klien kami langsung melemparkan uang kepada anak kecil yang sedang berjoget itu,” bebernya, Jumat (8/2).

Untuk itu, dirinya meminta pihak Bawaslu menganalisa kembali permasalahan tersebut. Karena, menurut pengakuan HE yang disampaikan kepada dirinya, saat di atas panggung HE tidak sendirian. Tapi ada juga beberapa peserta pemilu yang turut memberikan saweran kepada penonton. 

“Bahkan di atas panggung ada seorang PNS. Ada juga wakil DPRD, yang juga sebagai peserta pemilu. Ini yang janggal kami rasa. Kenapa hanya klien kami yang dipermasalahkan. Padahal, apa yang dilakukan sama juga yang dilakukan oleh orang yang ada di atas panggung itu. Bahkan, ada yang lebih banyak mengeluarkan uang,” jelasnya.

Pihaknya juga memiliki barang bukti berupa video berdurasi sekitar 10 menit, jika yang menerima uang itu adalah anak kecil yang tidak memiliki hak suara. “Kita juga punya alat bukti. Tapi itu nanti, akan kami keluarkan kalau prosesnya hingga ke tingkat penyidikan. Di situ jelas, kalau yang memungut uang itu, adalah kecil dan orang yang di atas panggung itu juga membagikan uang,” bebernya.

Diakuinya, kliennya memang turut memberikan alat peraga kampanye berupa baju yang bergambarkan dirinya. Tetapi, menurut pria yang akrab disapa Oyong ini, hal itu masih sangat wajar bagi seorang caleg ataupun peserta pemilu dalam mempromosikan dirinya agar bisa dikenal masyarakat.

“Tapi klien kami hadir dalam acara itu, bukan untuk berkampanye. Tetapi untuk menghadiri undangan panitia penyelenggara. Bahkan, klien kami juga memberikan sumbangan dana atas proposal yang disampaikan dari panitia,” pungkasnya. (*/fai/udi)


BACA JUGA

Selasa, 23 April 2019 14:03

Terserang DBD, Satu Siswa Absen

TARAKAN – Satu siswa SMP IT Ulul Albab Tarakan, dilaporkan…

Selasa, 23 April 2019 14:01

PLTA dan KIPI Terintegrasi, KBM Butuh Kucuran APBD

Berbagai kegiatan pembangunan, baik yang bertujuan untuk peningkatan kualitas pelayanan…

Selasa, 23 April 2019 13:58

Pemungutan Suara Ulang di 9 TPS

Sesuai rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), KPU Kaltara akan menggelar…

Selasa, 23 April 2019 13:54

PAN dan Golkar Belum ‘Lempar Handuk’

TARAKAN – Persaingan partai dalam memperebutkan kursi unsur pimpinan DPRD…

Selasa, 23 April 2019 13:49

Aparat Masih Siaga Satu

TANJUNG SELOR – Meski Kaltara berada di posisi pertama paling…

Senin, 22 April 2019 14:27

Sehari, Hanya Mampu 20 TPS

TANJUNG SELOR - Hingga kemarin, hasil rekapitulasi perhitungan suara pemilu…

Senin, 22 April 2019 14:23

Operasi Mengeluarkan Gumpalan Darah Berhasil

TARAKAN – Gerva, salah satu korban kecelakaan lalu lintas di…

Senin, 22 April 2019 13:37

Hubungkan Wilayah Perbatasan, Sabet Banyak Penghargaan

Hari ini, 6 tahun lalu provinsi termuda di Indonesia ini…

Senin, 22 April 2019 13:30

Meninggal setelah Selesaikan Pengawasan

TANJUNG SELOR – Muhammad Saleh (27), salah satu pejuang demokrasi…

Minggu, 21 April 2019 13:41

Pencoblosan Ulang di 5 TPS

TANJUNG SELOR – Rekomendasi pencoblosan ulang di lima tempat pemungutan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*