MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Senin, 11 Februari 2019 13:28
Pembelaan, Opini Penasihat Hukum

Bawaslu: HE Menyawer dan Membagikan APK

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Penasihat Hukum HE, caleg DPD RI yang terjerat kasus dugaan money politic, memang membantah jika kliennya disebut telah melakukan praktik politik uang. Sebab pemberian uang sawer yang dilakukan kliennya di Kabupaten Tana Tidung (KTT), akhir Januari lalu, hanyalah spontanitas dan masih pada batas kewajaran. Namun itu semua dianggap Ketua Bawaslu KTT Chaeril, hanyalah opini penasihat hukum HE untuk membela kliennya.

Menurut Chaeril, memang pada saat acara di Lapangan Sepak Bola KTT, HE tidak sendiri berada di atas panggung dan melemparkan uang, melainkan juga beberapa peserta pemilu lainnya. Tapi hanya HE yang diduga melakukan kampanye dengan membagikan alat peraga kampanye, walaupun datang ke acara hanya sebagai undangan.

Sebelum melaporkan HE ke Polres Bulungan, pihaknya juga telah melakukan kajian dan berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan kejaksaan yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu KTT. “Itu hak dari penasihat hukum untuk menanggapi laporan kami. Tapi, sebelum kami melaporkan, kami sudah lakukan koordinasi, sebab ada aspek hukum terkait pelanggaran yang dilakukan HE," katanya saat dikonfirmasi, Minggu (10/2).

Menjawab pertanyaan penasihat hukum HE yang mempertanyakan mengapa hanya kliennya yang dilaporkan ke polisi? Komisioner Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran, Bawaslu KTT, Ramsyah, menjelaskan karena HE yang datang sebagai undangan, turut berkampanye.

“Kenapa hanya dia yang dibilang kampanye, karena dia saja yang membagikan bahan kampanye (APK). Yang lain tidak. Meskipun sama-sama nyawer. Tetapi mereka hadir murni sebagai undangan. HE memang undangan tetapi melakukan kampanye. Jadi harus dibedakan,” jelasnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan HE sudah memenuhi unsur kampanye dan pelanggaran pemilu. Sebab HE juga memiliki Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) berkampanye yang diterbitkan kepolisian.

“Keterangan hasil proses klarifikasi saksi-saksi, dan terlapor, membenarkan unsur kampanyenya," kata dia.

Ia menegaskan, Bawaslu tidak membuat keputusan berdasarkan analisa. Namun berdasarkan fakta-fakta di lapangan. “Silakan saja PH berbelit-belit kami punya hasil yang jelas HE berkampanye,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bulungan AKP Gede Prasetia Adi Sasmita, belum merespons ketika dikonfirmasi mengenai hasil pemeriksaan HE. Sambungan telepon maupun pesan WhatsApp yang dikirim awak media ini tidak ditanggapi.

Sebelumnya, HE salah satu calon anggota DPD RI memenuhi panggilan aparat Polres Bulungan, sekitar pukul 15.00 Wita, Jumat (8/2) lalu. HE dilaporkan karena diduga melakukan money politic saat menghadiri sebuah perayaan di Lapangan Sepak Bola, Desa Seputuk, Kecamatan Murak Rian, KTT, Kamis (31/1) lalu.

Pantauan Rakyat Kaltara, hingga pukul 19.00 Wita, Jumat lalu, HE masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidik.

Di sela-sela pemeriksaan, Kuasa Hukum HE Syahrudin, menjelaskan kepada beberapa awak media yang sudah menunggu di luar, bahwa kliennya tidak pernah melakukan praktik politik uang. Bagi-bagi uang seperti yang dituduhkan, bukan untuk mempromosikan dirinya sebagai calon anggota DPD RI pada pemilu serentak 17 April mendatang.

Menurut kliennya, aksi bagi-bagi uang hanya dilakukan spontanitas karena pemandu acara di lapangan sepak bola tersebut meneriakkan kata saweran saat masuk sesi acara hiburan. Sementara yang memungut uang itu sebenarnya hanyalah anak-anak kecil yang sedang berjoget.

“Itu spontanitas atas permintaan dari MC dalam acara itu. Kata MC-nya, sawer dong pak. Makanya, klien kami langsung melemparkan uang kepada anak kecil yang sedang berjoget itu,” bebernya, Jumat (8/2).

Untuk itu, dirinya meminta pihak Bawaslu menganalisa kembali permasalahan tersebut. Karena, menurut pengakuan HE yang disampaikan kepada dirinya, saat di atas panggung HE tidak sendirian. Tapi ada juga beberapa peserta pemilu yang turut memberikan saweran kepada penonton.

“Bahkan di atas panggung ada seorang PNS. Ada juga wakil DPRD, yang juga sebagai peserta pemilu. Ini yang janggal kami rasa. Kenapa hanya klien kami yang dipermasalahkan. Padahal, apa yang dilakukan sama juga yang dilakukan oleh orang yang ada di atas panggung itu. Bahkan, ada yang lebih banyak mengeluarkan uang,” jelasnya.

Pihaknya juga memiliki barang bukti berupa video berdurasi sekitar 10 menit, jika yang menerima uang itu adalah anak kecil yang tidak memiliki hak suara. “Kita juga punya alat bukti. Tapi itu nanti, akan kami keluarkan kalau prosesnya hingga ke tingkat penyidikan. Di situ jelas, kalau yang memungut uang itu, adalah kecil dan orang yang di atas panggung itu juga membagikan uang,” bebernya.

Diakuinya, kliennya memang turut memberikan alat peraga kampanye berupa baju yang bergambarkan dirinya. Tetapi, menurut pria yang akrab disapa Oyong ini, hal itu masih sangat wajar bagi seorang caleg ataupun peserta pemilu dalam mempromosikan dirinya agar bisa dikenal masyarakat.

“Tapi klien kami hadir dalam acara itu, bukan untuk berkampanye. Tetapi untuk menghadiri undangan panitia penyelenggara. Bahkan, klien kami juga memberikan sumbangan dana atas proposal yang disampaikan dari panitia,” pungkasnya. (*/fai/udi)


BACA JUGA

Minggu, 19 Mei 2019 14:01

Tak Ditangani Serius, Berakibat Fatal

TANJUNG SELOR - Beberapa hari terakhir, publik digegerkan dengan adanya…

Minggu, 19 Mei 2019 13:47

Peraih Juara MTQ Belum Terima Hadiah

TANJUNG SELOR - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XV Tahun 2019 Tingkat…

Minggu, 19 Mei 2019 13:44

Apron di Bandara Tanjung Harapan Diperluas

TANJUNG SELOR - Setelah dilakukan perpanjangan runway atau landasan pacu,…

Sabtu, 18 Mei 2019 13:14

Dalami Keterlibatan Napi di Berau

TANJUNG SELOR – Pengungkapan kasus narkoba golongan satu jenis sabu-sabu…

Sabtu, 18 Mei 2019 13:02

Bunyu Layak Diperhatikan

TANJUNG SELOR – Minimnya pembangunan infrastruktur di Kecamatan Pulau Bunyu,…

Jumat, 17 Mei 2019 14:01

Sabu Dibawa dari Bunyu, Kurir Tergiur Upah Rp 15 Juta

TANJUNG SELOR – Jajaran Polda Kaltara kembali mengungkap kasus narkoba…

Jumat, 17 Mei 2019 13:55

Oknum PNS Kembali Terjerat Kasus Naskoba

TARAKAN – Seorang PNS berinisial DU yang berdinas di Satuan…

Jumat, 17 Mei 2019 13:39

Harus Bongkar Bangunan THM

TARAKAN – Satu-satunya jalan yang harus dilakukan Pertamina untuk penanganan…

Jumat, 17 Mei 2019 13:36

Prihatin Pemadaman Listrik di Bunyu

TARAKAN – Desakan agar PLN segera mengakhiri pemadaman bergilir di…

Kamis, 16 Mei 2019 14:01

Pelaku Penganiayaan Masih SMP, Perekam Video Bakal Dipanggil Polisi

TARAKAN – Kasus video penganiayaan seorang anak perempuan yang viral…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*