MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Senin, 11 Februari 2019 13:34
UMKM Masih Digarap Tradisional
KERAJINAN: Kaltara memiliki potensi dunia usaha UMKM yang dapat dikembangkan dengan baik.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Masih ada ditemui pengelolaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kaltara yang beroperasi secara sederhana. Karena status UMKM rata-rata sifatnya informal atau tidak mempunyai badan usaha. 

Termasuk kegiatan yang tidak disertai sistem pencatatan keuangan, penggunaan teknologi yang masih sederhana dan modal yang cukup. Berdasarkan data Sensus Ekonomi (SE) 2016 menunjukkan, untuk porporasi usaha yang mengantongi status badan usaha belum capai 90 persen. Apalagi mayoritas UMKM belum pakai komputer.

Dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Eko Marsoro, pengelolaan yang sederhana berpengaruh terhadap pendapatan yang diperoleh UMKM. Upaya untuk meningkatkan kinerja UMKM, dengan menjalin kemitraan perusahaan yang lebih besar. Jadi, UMKM ini mendapatkan pembinaan, berupa bantuan modal dan keperluan lainnya. 

"Strategi dalam membangun kemitraan belum jadi pilihan bagi UMKM. Keterbatasan informasi jadi kendalanya," jelas Eko saat dikonfirmasi, Ahad (10/2).

Disebutkan, baru sekira 11 persen UMKM yang jalin kemitraan dengan perusahaan. Besaran porporsi UMKM di kategori tersebut, cukup tinggi untuk status kepemilikan badan usaha, pemanfaatan internet dan penggunaan komputer. 

Faktor lain yang menunjang keberhasilan usaha dari sumber daya manusia, dalam hal ini pelaku dan pekerja. Usaha UMKM yang ada, kebanyakan dikelola sederhana, baik produksi hingga pemasaran yang dikerjakan sendiri oleh pengusaha. 

Menurutnya, masih adanya pelaku UMKM yang dibantu oleh pekerja tidak dibayar atau hanya dari pihak keluarga. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil SE 2016. 21,66 persen pekerja UMKM merupakan kalangan keluarga sendiri. Pengusaha harus memperoleh peningkatan kapabilitas. Termasuk dari sisi pendidikan, karena mayoritas pengusaha tidak seluruhnya mengenyam hingga perguruan tinggi. 

"Ada sekitar 33,63 persen pengusaha UMKM hanya berpendidikan SMA sederajat. Berpendidikan SD, persentasenya tak jauh berbeda dengan mereka berpendidikan SMA," sebutnya. (uno/fen)


BACA JUGA

Selasa, 24 November 2015 18:39

Pasar Tenguyun jadi Lautan Sahabat Pejuang

<p><strong>TARAKAN &ndash;</strong> Setelah sukses menggelar jalan sehat santai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*