MANAGED BY:
SENIN
18 FEBRUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 12 Februari 2019 12:59
Pelapor dan Terlapor Merasa Benar
Indrajit

PROKAL.CO, Salah satu perusahaan pertambangan di Kabupaten Tana Tidung (KTT), dilaporkan masyarakat ke Polda Kaltara terkait perjanjian mengenai ganti rugi lahan masyarakat yang dikuasai perusahaan.  

Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit melalui Dir Reskrimum Polda Kaltara, Kombes Pol Partomo Iriananto menuturkan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan atas laporan tersebut. Polda Kaltara lanjut dia, sedang mencari alat bukti untuk menguatkan laporan masyarakat tersebut.

“Masing-masing, baik pihak masyarakat maupun perusahaan merasa benar. Ini yang masih kita dalami,” ungkapnya kepada Harian Rakyat Kaltara, Senin (11/2).

Dijelaskannya, laporan tersebut berawal dari surat aduan seorang warga bernama Syukurdi. Kepada polisi Syukurdi mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 800 juta. Sebab lahan, tanaman buah, rumah walet, dan dua rumah milik pelapor, dijanjikan akan diganti perusahaan senilai Rp 900 juta. Pada saat meneken perjanjian antara pihak perusahaan dan pelapor, disepakati pembayaran awal Rp 100 juta.

“Dari laporannya, dalam perjanjian itu juga disaksikan oleh beberapa saksi dan kepala desa. Makanya ini yang sekarang kita proses. Kita kumpulkan dulu semua kebenaran yang ada. Karena semua merasa benar. Barang buktinya akan kita kumpulkan dulu, baru kita bisa simpulkan,” jelasnya.

Diakui Partomo, perusahaan memang mengaku baru membayar ganti rugi sebesar Rp 100 juta. Namun dalam perjanjian tersebut juga disepakati, sisa ganti rugi akan dibayar ketika perusahaan sudah memproduksi batu bara.

“Kalau sesuai dengan pemeriksaan kita, perusahaan ini sebenarnya akan membayar ganti rugi itu. Tapi digantikan setelah sudah produksi. Karena pengakuan perusahaan, sampai sekarang belum produksi. Tapi kan, masyarakat juga menunggu janji untuk ganti ruginya itu,” terangnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum memberikan keterangan apapun. Namun polisi berencana meminta klarifikasi kembali kepada pihak perusahaan, untuk menemukan titik terang penyelesaian permasalahan. (*/fai/udi)


BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 11:51

Perhatikan Hak Warga Binaan, Urai Persoalan Persiapan Pemilu

Persoalan data pemilih di lembaga pemasyarakatan (Lapas), ikut menyita perhatian…

Senin, 18 Februari 2019 11:49

Bawaslu ‘Sapu’ APK Liar

TANJUNG SELOR - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bulungan dan…

Minggu, 17 Februari 2019 14:20

Penyuluh Pertanian Tak Sebanding Jumlah Desa

TANJUNG SELOR – Pertanian dalam arti luas merupakan salah satu…

Sabtu, 16 Februari 2019 13:01

Kebutuhan Listrik Kaltara Akan Ditambah

TANJUNG SELOR – Ignasius Jonan kembali menginjakkan kakinya di Kalimantan…

Sabtu, 16 Februari 2019 12:21

Kompor Meledak, Diduga Penyebab Kebakaran

TARAKAN - Kepolisian Resor Tarakan telah melakukan olah tempat kejadian…

Sabtu, 16 Februari 2019 12:19

Sekali Jalan, Ratusan Liter Diselewengkan

TANJUNG SELOR – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus)…

Jumat, 15 Februari 2019 11:30

Mulai Realisasikan Janji Politik

TARAKAN – Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tarakan terpilih…

Jumat, 15 Februari 2019 11:14

7 Bangunan Jadi Arang

TARAKAN – Kebakaran kembali membuat panik warga RT 36, Kelurahan…

Kamis, 14 Februari 2019 13:38

He Belum Tereliminasi, Pencoretan DCT Menunggu Inkrah

TANJUNG SELOR – Status tersangka yang kini disandang He, calon…

Kamis, 14 Februari 2019 13:37

Kirim Data DPO ke Malaysia

TANJUNG SELOR – Polres Nunukan terus mengembangkan hasil penangkapan sabu-sabu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*