MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 12 Februari 2019 12:59
Pelapor dan Terlapor Merasa Benar
Indrajit

PROKAL.CO, Salah satu perusahaan pertambangan di Kabupaten Tana Tidung (KTT), dilaporkan masyarakat ke Polda Kaltara terkait perjanjian mengenai ganti rugi lahan masyarakat yang dikuasai perusahaan.  

Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit melalui Dir Reskrimum Polda Kaltara, Kombes Pol Partomo Iriananto menuturkan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan atas laporan tersebut. Polda Kaltara lanjut dia, sedang mencari alat bukti untuk menguatkan laporan masyarakat tersebut.

“Masing-masing, baik pihak masyarakat maupun perusahaan merasa benar. Ini yang masih kita dalami,” ungkapnya kepada Harian Rakyat Kaltara, Senin (11/2).

Dijelaskannya, laporan tersebut berawal dari surat aduan seorang warga bernama Syukurdi. Kepada polisi Syukurdi mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 800 juta. Sebab lahan, tanaman buah, rumah walet, dan dua rumah milik pelapor, dijanjikan akan diganti perusahaan senilai Rp 900 juta. Pada saat meneken perjanjian antara pihak perusahaan dan pelapor, disepakati pembayaran awal Rp 100 juta.

“Dari laporannya, dalam perjanjian itu juga disaksikan oleh beberapa saksi dan kepala desa. Makanya ini yang sekarang kita proses. Kita kumpulkan dulu semua kebenaran yang ada. Karena semua merasa benar. Barang buktinya akan kita kumpulkan dulu, baru kita bisa simpulkan,” jelasnya.

Diakui Partomo, perusahaan memang mengaku baru membayar ganti rugi sebesar Rp 100 juta. Namun dalam perjanjian tersebut juga disepakati, sisa ganti rugi akan dibayar ketika perusahaan sudah memproduksi batu bara.

“Kalau sesuai dengan pemeriksaan kita, perusahaan ini sebenarnya akan membayar ganti rugi itu. Tapi digantikan setelah sudah produksi. Karena pengakuan perusahaan, sampai sekarang belum produksi. Tapi kan, masyarakat juga menunggu janji untuk ganti ruginya itu,” terangnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum memberikan keterangan apapun. Namun polisi berencana meminta klarifikasi kembali kepada pihak perusahaan, untuk menemukan titik terang penyelesaian permasalahan. (*/fai/udi)


BACA JUGA

Selasa, 23 April 2019 14:03

Terserang DBD, Satu Siswa Absen

TARAKAN – Satu siswa SMP IT Ulul Albab Tarakan, dilaporkan…

Selasa, 23 April 2019 14:01

PLTA dan KIPI Terintegrasi, KBM Butuh Kucuran APBD

Berbagai kegiatan pembangunan, baik yang bertujuan untuk peningkatan kualitas pelayanan…

Selasa, 23 April 2019 13:58

Pemungutan Suara Ulang di 9 TPS

Sesuai rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), KPU Kaltara akan menggelar…

Selasa, 23 April 2019 13:54

PAN dan Golkar Belum ‘Lempar Handuk’

TARAKAN – Persaingan partai dalam memperebutkan kursi unsur pimpinan DPRD…

Selasa, 23 April 2019 13:49

Aparat Masih Siaga Satu

TANJUNG SELOR – Meski Kaltara berada di posisi pertama paling…

Senin, 22 April 2019 14:27

Sehari, Hanya Mampu 20 TPS

TANJUNG SELOR - Hingga kemarin, hasil rekapitulasi perhitungan suara pemilu…

Senin, 22 April 2019 14:23

Operasi Mengeluarkan Gumpalan Darah Berhasil

TARAKAN – Gerva, salah satu korban kecelakaan lalu lintas di…

Senin, 22 April 2019 13:37

Hubungkan Wilayah Perbatasan, Sabet Banyak Penghargaan

Hari ini, 6 tahun lalu provinsi termuda di Indonesia ini…

Senin, 22 April 2019 13:30

Meninggal setelah Selesaikan Pengawasan

TANJUNG SELOR – Muhammad Saleh (27), salah satu pejuang demokrasi…

Minggu, 21 April 2019 13:41

Pencoblosan Ulang di 5 TPS

TANJUNG SELOR – Rekomendasi pencoblosan ulang di lima tempat pemungutan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*