MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 12 Maret 2019 13:17
Ancam Sembelih Leher, Divonis 5 Tahun

Lolos dari Terorisme, Warga Tarakan Dijerat UU ITE

AKIBAT VIDEO: Suasana sidang pembacaan vonis Agus Salim di PN Tarakan, Senin (11/3).

PROKAL.CO, TARAKAN – Meskipun lepas dari tuntutan pelanggaran Undang-Undang Terorisme, Agus Salim tetap tak bisa lepas dari ancaman bui.

 Dalam sidang pembacaan vonis yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Toni Irfan di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, Senin (11/3), Agus Salim diputuskan melanggar Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Agus Salim dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dokumen elektronik yang memiliki muatan pengancaman sebagaimana dalam dakwaan alternatif ketiga JPU.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun, denda Rp 1 miliar, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana penjara selama 5 bulan,” ujar Toni Irfan membacakan putusan sidang.

“Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurang seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan,” lanjut Toni dalam putusannya.

Putusan tersebut diambil majelis hakim setelah mempertimbangkan berbagai hal. Berdasarkan fakta hukum yang diperoleh dari keterangan saksi-saksi maupun bukti-bukti yang terungkap selama persidangan berlangsung.

Seperti yang dibacakan majelis hakim secara bergantian, salah satu pertimbangan, di antaranya, pada Rabu (16 Mei 2018), sekira pukul 22.00 Wita, bertempat di rumah terdakwa di Jalan Mulawarman, Tarakan, terdakwa membuat video berdurasi 2 menit, 50 detik menggunakan handphone merek Xiomi note 4 milik terdakwa.

Dalam video tersebut, terdakwa berkata akan menggunakan pistol untuk menembus kepala dan menyembelih leher orang-orang yang melakukan fitnah di Tarakan, Kalimantan Utara. Dalam video tersebut, terdakwa memegang satu senjata air soft gun yang telah dimodifikasi, dan satu bilah pisau sangkur.

Terdakwa lalu mengirimkan video tersebut ke grup WhatsApp alumni SDN 002 Tarakan, menggunakan handphone milik terdakwa tadi. Kemudian video tersebut tersebar luas dan masyarakat dapat melihat dan mengakses video tersebut.

Perbuatan terdakwa dalam mengirimkan video tersebut, dianggap termasuk perbuatan mentransmisikan. Akibatnya dapat menimbulkan rasa takut pada orang yang melihat video. Apalagi terdakwa dengan sengaja melakukan perbuatannya, karena terdakwa telah menyiapkan kata-kata yang akan disampaikan dalam video, serta menyiapkan satu pucuk senjata yang telah dimodifikasi dan sebilah sangkur.

Majelis hakim sendiri masih memberikan waktu bagi Agus Salim untuk pikir-pikir selama tujuh hari, apakah menerima putusan tersebut atau mengajukan banding.

Kesempatan itu berdasarkan usulan yang diajukan terdakwa setelah berembuk dengan tim penasihat hukumnya.

Penasihat Hukum Agus Salim, Agustan, mengapresiasi putusan majelis hakim yang hanya menjatuhkan vonis hukuman  pelanggaran UU ITE kepada kliennya. Sementara tuntutan yang diduga melanggar UU Terorisme, tidak terbukti.

“Kami bersyukur bahwa tidak terbukti tuntutan dari jaksa penuntut umum, karena tuntutan pertama itu adalah teroris dan kami memang dari awal beranggapan bahwa memang bukan teroris,” ujar Agustan kepada awak media, usai sidang.

Ia pun sepakat bila kliennya diputuskan melanggar UU ITE. Karena dari penilaiannya, terdakwa memang melanggar hal itu. Karena itu pihaknya masih pikir-pikir apakah akan melakukan banding atau menerima putusan hakim. (mrs/udi)


BACA JUGA

Selasa, 23 Juli 2019 15:52

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penembakan

TARAKAN – Identitas pelaku penembakan mobil dengan tanda nomor kendaraan…

Selasa, 23 Juli 2019 15:50

Warga Tarakan Hilang di Perairan Tias

TANJUNG SELOR – Seorang nelayan bernama Yanudin (50), dikabarkan hilang…

Selasa, 23 Juli 2019 15:50

Pembangunan Lapas Mendesak

TANJUNG SELOR - Wacana pembangunan lembaga pemasyarakatan (Lapas) di wilayah…

Selasa, 23 Juli 2019 15:48

Inisial KH Mengarah ke Mantan Wawali

TARAKAN – Polres Tarakan terus mendalami dugaan korupsi pengadaan lahan…

Selasa, 23 Juli 2019 14:19

Wajah Lama Tersisa Lima

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara telah menetapkan…

Senin, 22 Juli 2019 11:44

BNN Rencanakan Pos Interdiksi Terpadu

BADAN Narkotika Nasional (BNN) Pusat menaruh perhatian khusus terhadap Kalimantan…

Senin, 22 Juli 2019 11:42

Lokasi PLBN Seimenggaris Disepakati

TANJUNG SELOR – Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di…

Senin, 22 Juli 2019 11:41

Terendus sejak Awal Juli

TANJUNG SELOR – Penangkapan seorang pria bernama Achmad Fathoni, 20,…

Senin, 22 Juli 2019 11:41

Desak Investor Segera Bebaskan Lahan

TANJUNG SELOR – Pembebasan lahan di lokasi Kawasan Industri dan…

Senin, 22 Juli 2019 11:37

Aliran Sesat di Sini Diduga Masih Ada

TARAKAN – Kegiatan aliran sesat diduga masih ada di Bumi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*