MANAGED BY:
SABTU
25 MEI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 13 Maret 2019 13:13
Mahasiswa Kecam Arogansi Manajer PLN

Kembali Dituntut Mundur jika Gagal Mengatasi Masalah Kelistrikan Bulungan

BACAKAN TUNTUTAN: Puluhan mahasiswa menggelar aksi di kantor Pemkab Bulungan, menuntut solusi masalah kelistrikan sekaligus menyampaikan kecaman kepada Manajer PLN Rayon Tanjung Selor yang dinilai arogan, Selasa (12/3).

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Aliansi mahasiswa di Bulungan kembali menggelar aksi, Selasa (12/3). Aksi yang digelar merupakan lanjutan dari aksi beberapa hari lalu, yang menuntut jajaran PLN memperbaiki layanan kelistrikan kepada masyarakat.

Pantauan Harian Rakyat Kaltara, puluhan mahasiswa sudah berkumpul di depan Lapangan Bulu Tangkis Handal, sejak pukul 08.30 Wita. Dari titik kumpul tersebut, mereka berjalan kaki menuju Kantor PLN Rayon Tanjung Selor di Jalan Sengkawit, untuk menemui Manajer PLN Rayon Tanjung Selor.

Namun puluhan mahasiswa harus gigit jari, karena manajer dan pejabat PLN lainnya tidak ada yang menemui puluhan mahasiswa.

Karena aksinya ngeluruk ke kantor PLN tidak mendapat respons positif, puluhan mahasiswa mengalihkan sasarannya menuju kantor Bupati Bulungan di Jalan Jelarai.

Tapi, Bupati Bulungan Sudjati yang hendak ditemui, juga tidak berada di tempat. Puluhan mahasiswa hanya ditemui Staf Ahli Bupati, Agus Nurdiansyah. Untuk berdialog dan menyampaikan tuntutan aksi.

Dikatakan Koordinator Lapangan (Korlap) Aliansi Mahasiswa Martinus, pihaknya bermaksud menemui Manajer PLN Rayon Tanjung Selor untuk meminta komitmen tidak adanya pemadaman bergilir lagi. "Realitanya, yang tadinya kami disuruh menunggu oleh sekuriti PLN selama 20 menit, tiba-tiba ada staf PLN yang menginformasikan bahwa manajernya sedang tidak ada di tempat. Tentu kami sanggat kecewa atas ditutup-tutupinya informasi terkait pemadaman ini,” jelasnya saat berdialog di Pemkab Bulungan.

Melalui jajaran Pemkab Bulungan, aliansi mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan. Di antaranya, mengecam sikap arogan Manajer PLN Rayon Tanjung Selor, dan menuntutnya menyampaikan permohonan maaf melalui media massa. Selain itu, PLN diminta memberikan jaminan dan komitmen secara terbuka bahwa selanjutnya tidak akan ada pemadaman listrik bergilir. "Kami juga minta, jika tidak sanggup menjalankan amanah yang diberikan, manajer PLN mengundurkan diri saja," ujarnya.

Sementara itu, Agus Nurdiansyah yang mewakili Bupati Bulungan menjelaskan, pemadaman bergilir listrik di awal tahun ini, dilakukan PLN tanpa koordinasi dengan Pemkab Bulungan. Pemkab hanya menerima surat pemberitahuan dari PLN mengenai jadwal pemadaman yang dilakukan.

“Kalau untuk penyebab pemadaman, kita memang tidak ada koordinasi. Tapi kalau di tahun-tahun sebelumnya, kita selalu koordinasi mengenai penyebabnya,” jelasnya.

Disinggung soal ketegasan Pemkab Bulungan, mengenai kondisi kelistrikan saat ini, Agus tidak bisa memberikan komentar. “Kalau secara teknis, nanti Pak Bupati yang jawab,” terangnya.

 

SAYA TIDAK AROGAN

Dikonfirmasi terpisah, Manajer PLN Rayon Tanjung Selor Adiyoso, menolak jika dirinya disebut arogan seperti yang ditudingkan aliansi mahasiswa.

Adiyoso mengaku sedang berada di Balikpapan mengikuti rapat dengan jajaran PLN Wilayah Kaltimtara di Balikpapan, sehingga tidak bisa menemui puluhan mahasiswa yang mendatangi kantornya kemarin. “Saya pikir, saya tidak arogan,” katanya melalui pesan WhatsApp.

Dijelaskannya, penyebab pemadaman bergilir yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, disebabkan adanya pemeliharaan pembangkit, seperti yang telah dijelaskannya kepada puluhan mahasiswa pada aksi demonstrasi sebelumnya.

Sementara untuk pemenuhan daya listrik, akan terpenuhi setelah Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas berkapasitas 2x7,5 Megawatt (MW) dirampungkan.

“Saat ini sudah sampai tahap energize ke trafo 11,6 MVA-nya dan peralatan auxiliarynya,” ujar Adiyoso.

Namun dirinya tidak akan memaksakan jabatannya sebagai pimpinan di Rayon Tanjung Selor, jika aliansi mahasiswa memang tidak menginginkannya. “Silakan kalau mereka (mahasiswa) mau saya berhenti, silakan bersurat ke PLN di Berau untuk memberhentikan saya,” pungkasnya. (*/fai/udi)

 

Tuntutan Mahasiswa

1. Mengecam sikap arogansi Manajer PLN Rayon Tanjung Selor dan segera meminta maaf melalui media massa.

2. Segera memberikan solusi terkait ketergantungan PT PLN terhadap PT SAS.

3. Memberikan jaminan dan komitmen secara terbuka bahwa selanjutnya tidak akan ada pemadaman listrik bergilir dari tahun ke tahun.

4. Manajer PLN harus mengundurkan diri jika tidak mampu memenuhi tuntutan poin 2 dan 3.

 


BACA JUGA

Kamis, 19 November 2015 18:03

Penghitungan Suara Gunakan Sistem Online

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*