MANAGED BY:
SELASA
23 APRIL
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Sabtu, 16 Maret 2019 13:17
Kaltara Dapat Bantuan Rp 5 M dari Norwegia
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pemerintah Norwegia melalui United Nations Development Programme (UNDP), memberikan bantuan sebesar USD 350.000 atau senilai Rp 5 miliar kepada Pemerintah Provinsi Kaltara. Dana tersebut diberikan untuk menurunkan emisi dan mengurangi dampak perubahan iklim, seperti diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara Edy Suharto.

Bantuan tersebut merupakan perhatian dunia terhadap Provinsi Kaltara yang berhasil menurunkan emisi dan peduli akan konservasi hutan. Dengan begitu, Pemprov Kaltara harus bekerja sama dengan World Wildlife Fund (WWF) Indonesia sebagai mitra kerja untuk melaksanakan anggaran tersebut.

“Dan hari ini (kemarin, red) dimulai kegiatan tersebut,” ungkapnya, Jumat (15/3).

Lanjutnya, dana tersebut digunakan untuk dua kegiatan awal. Yakni penguatan kelembagaan antarinstansi, masyarakat dan LSM untuk melestarikan hutan. Kemudian, untuk perencanaan agar dapat memberdayakan masyarakat. Jika berhasil, dari negara pendonor akan menambahkan lagi.

Ia menjelaskan, penurunan emisi di Kaltara telah diwujudkan sejak tahun 2016. Dengan menyusun rencana aksi daerah, penurunan gas rumah kaca, dan Gubernur Kaltara diangkat menjadi anggota GCF. Pada 2017 Gubernur Kaltara Irianto Lambrie juga mengikuti COP 23 di Bonn, Jerman. Tahun selanjutnya, mengikuti COP 24 di Polandia dan menjadi anggota Under 2 Coalition untuk pembentukan program kampung iklim.

“Perencanaannya, penurunan emisi 29 persen pada 2030,” jelasnya.

Ia menerangkan, DLH Kaltara telah mengeluarkan sejumlah kebijakan mendukung program tersebut. Mulai dari sosialisasi proklim 2018 di Tanjung Selor, mengarahkan kabupaten/kota di Kaltara membuat proklim di wilayahnya, mengusulkan beberapa desa ke KLHK untuk penilaian proklim, hingga melakukan penanaman mangrove. Pihaknya juga mengingatkan perusahaan tambang untuk melakukan reklamasi dan revegetasi di lahan pasca tambang, mengingatkan perusahaan perkebunan agar melakukan revegetasi di lahan pasca produksi.

"Untuk udara sendiri, pengendalian pencemaran udara, dengan mewajibkan setiap perusahaan mengukur emisi sumber bergerak dan tidak bergerak, agar dapat mengontrol hasilnya dan melakukan rekayasa engineering terhadap unit yang mungkin melebihi baku mutu," terangnya.

Upaya lainnya, melakukan inventarisasi gas rumah kaca, penghematan energi dengan mengurangi pemakaian bahan bakar fosil dan mengganti dengan energi alternatif seperti solarcell, pemasangan AQMS/ISPU di Tanjung Selor, membantu KLHK melakukan kegiatan passive sampler di setiap kabupaten/kota. “Mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran pelajar di sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup melalui kegiatan adiwiyata tingkat provinsi. termasuk menerbitkan edaran pengurangan sampah plastik dalam lingkup OPD  Kaltara,” tandasnya. (*/fai/udi)


BACA JUGA

Selasa, 24 November 2015 18:39

Pasar Tenguyun jadi Lautan Sahabat Pejuang

<p><strong>TARAKAN &ndash;</strong> Setelah sukses menggelar jalan sehat santai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*