MANAGED BY:
SELASA
23 APRIL
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Senin, 18 Maret 2019 13:55
Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

26 Jam, Balita 4 Tahun Hanyut di Sungai Kayan

Ilustrasi

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG SELOR - Seorang balita berusia 4 tahun bernama Sefrileon, hanyut di Sungai Kayan sejak Sabtu (16/3). Kejadian di Desa Lepak Aru, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan tersebut, juga viral di jejaring media sosial Facebook. 

Informasi yang diterima Harian Rakyat Kaltara, Sefrileon harus meregang nyawa setelah hanyut di Sungai Kayan, Desa Lapak Aru, Kecamatan Peso sejak Sabtu (16/3) sekira pukul 08.30 Wita. Korban yang bermain di atas ketinting bersama sepupunya, hanyut setelah terjatuh dan tenggelam di sungai. Melihat kejadian itu, sepupu korban bernama Rani, langsung memberitahukan kejadian tersebut ke orangtuanya yang berada di rumah. Korban jatuh ke sebelah kanan ketinting, atau di sisi air dalam. Sementara Rani terjatuh ke sebelah kiri atau di sisi air dangkal, sehingga bisa menyelamatkan diri ke daratan.

Mendengar kabar tersebut, orangtua korban bersama warga setempat melaksanakan pencarian sampai dengan Minggu kemarin (17/3). Setelah dilakukan pencarian selama 26 jam, akhirnya korban ditemukan di perbatasan Desa Lapak Aru dan Desa Nahaya, sekitar pukul 11.10 Wita kemarin. Tepatnya di seberang Sei Bua Kem Sawit, namun dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulungan Ali Fatokah saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, pihaknya mengetahui kabar tersebut pagi kemarin. Dari informasi yang diterimanya, korban sudah hilang sejak Sabtu (16/3). Atas informasi tersebut BPBD Bulungan langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) yang berada di Peso.

"Kami sudah kerahkan 6 personel untuk membantu mencari anak tersebut. 5 orang melalui jalur air dan 1 orang menggunakan jalur darat,” ungkapnya, Minggu (17/3).

Setelah melakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan. Namun nahas, korban hanyut tersebut ditemukan sudah tidak bernyawa. “Korban dalam keadaan meninggal. Yang melakukan pencarian tim BPBD dibantu polisi dan warga setempat,” kata dia.

Kapolres Bulungan AKBP Andrias Susanto Nugroho melalui Kapolsek Peso, Iptu Aliansyah mengatakan, kejadian nahas yang menimpa Sefrileon, terjadi saat korban bermain di atas ketinting di pinggir sungai bersama sepupunya. Saat bermain, ketinting yang terikat tersebut dihantam gelombang. Saat itu, Leon, panggilan korban, langsung terjatuh dan terseret arus sungai.

“Korban sudah ditemukan oleh anggota,” ujarnya.

Korban yang bermain ketinting di pinggir sungai, ternyata tanpa sepengetahuan Bilung Udau, orangtua korban. Informasi hilangnya korban baru diketahui saat Rani, sepupu korban datang melaporkan bahwa korban terjatuh di sungai. “Setelah itu, orangtua dibantu oleh masyarakat setempat langsung melakukan pencarian. Tapi baru hari ini (kemarin) bisa ditemukan,” kata dia.

Setelah ditemukan, korban langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk segera dimakamkan. Atas kejadian itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar selalu mengawasi anaknya saat bermain. 

“Langsung diserahkan ke keluarga. Informasi dari anggota, sudah di makamkan tadi sore (kemarin),” pungkasnya. (*/fai/udi)

 

Kronologi Hilangnya Korban 

1.Sabtu (16/3) pukul 08.30 Wita, korban bersama sepupunya bermain di atas ketinting di sungai.

2.Saat asyik bermain, sekitar pukul 09.00 Wita, korban terjatuh di sebelah kanan ketinting (air dalam) dan sepupunya jatuh ke sebelah kiri (air dangkal).

3.Pukul 09.10 Wita, sepupu korban berhasil naik ke darat dan berlari ke rumah korban melaporkan kejadian tersebut karena korban tak kunjung muncul ke permukaan.

4.Sabtu (16/3) pukul 09.30 Wita, warga setempat bersama keluarga korban melakukan pencarian.

5.Minggu (17/3) pukul 07.30 Wita, keluarga mendapatkan kabar ditemukannya anak hanyut.

6.Minggu (17/3) pukul 08.30 Wita, BPBD Bulungan datang untuk membantu pencarian.

7.Minggu (17/3) pukul 11.10 Wita, korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di perbatasan Desa Lapak Aru dan Desa Nahaya. Tepatnya di seberang Sei Bua Kem Sawit.

8.Minggu (17/3) pukul 11.30 Wita, jenazah korban dibawa pulang ke rumah duka.

9.Minggu (17/3) pukul 15.00 Wita, korban dikebumikan. 


BACA JUGA

Selasa, 23 April 2019 14:03

Terserang DBD, Satu Siswa Absen

TARAKAN – Satu siswa SMP IT Ulul Albab Tarakan, dilaporkan…

Selasa, 23 April 2019 14:01

PLTA dan KIPI Terintegrasi, KBM Butuh Kucuran APBD

Berbagai kegiatan pembangunan, baik yang bertujuan untuk peningkatan kualitas pelayanan…

Selasa, 23 April 2019 13:58

Pemungutan Suara Ulang di 9 TPS

Sesuai rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), KPU Kaltara akan menggelar…

Selasa, 23 April 2019 13:54

PAN dan Golkar Belum ‘Lempar Handuk’

TARAKAN – Persaingan partai dalam memperebutkan kursi unsur pimpinan DPRD…

Selasa, 23 April 2019 13:49

Aparat Masih Siaga Satu

TANJUNG SELOR – Meski Kaltara berada di posisi pertama paling…

Senin, 22 April 2019 14:27

Sehari, Hanya Mampu 20 TPS

TANJUNG SELOR - Hingga kemarin, hasil rekapitulasi perhitungan suara pemilu…

Senin, 22 April 2019 14:23

Operasi Mengeluarkan Gumpalan Darah Berhasil

TARAKAN – Gerva, salah satu korban kecelakaan lalu lintas di…

Senin, 22 April 2019 13:37

Hubungkan Wilayah Perbatasan, Sabet Banyak Penghargaan

Hari ini, 6 tahun lalu provinsi termuda di Indonesia ini…

Senin, 22 April 2019 13:30

Meninggal setelah Selesaikan Pengawasan

TANJUNG SELOR – Muhammad Saleh (27), salah satu pejuang demokrasi…

Minggu, 21 April 2019 13:41

Pencoblosan Ulang di 5 TPS

TANJUNG SELOR – Rekomendasi pencoblosan ulang di lima tempat pemungutan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*