MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Senin, 18 Maret 2019 13:55
Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

26 Jam, Balita 4 Tahun Hanyut di Sungai Kayan

Ilustrasi

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG SELOR - Seorang balita berusia 4 tahun bernama Sefrileon, hanyut di Sungai Kayan sejak Sabtu (16/3). Kejadian di Desa Lepak Aru, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan tersebut, juga viral di jejaring media sosial Facebook. 

Informasi yang diterima Harian Rakyat Kaltara, Sefrileon harus meregang nyawa setelah hanyut di Sungai Kayan, Desa Lapak Aru, Kecamatan Peso sejak Sabtu (16/3) sekira pukul 08.30 Wita. Korban yang bermain di atas ketinting bersama sepupunya, hanyut setelah terjatuh dan tenggelam di sungai. Melihat kejadian itu, sepupu korban bernama Rani, langsung memberitahukan kejadian tersebut ke orangtuanya yang berada di rumah. Korban jatuh ke sebelah kanan ketinting, atau di sisi air dalam. Sementara Rani terjatuh ke sebelah kiri atau di sisi air dangkal, sehingga bisa menyelamatkan diri ke daratan.

Mendengar kabar tersebut, orangtua korban bersama warga setempat melaksanakan pencarian sampai dengan Minggu kemarin (17/3). Setelah dilakukan pencarian selama 26 jam, akhirnya korban ditemukan di perbatasan Desa Lapak Aru dan Desa Nahaya, sekitar pukul 11.10 Wita kemarin. Tepatnya di seberang Sei Bua Kem Sawit, namun dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulungan Ali Fatokah saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, pihaknya mengetahui kabar tersebut pagi kemarin. Dari informasi yang diterimanya, korban sudah hilang sejak Sabtu (16/3). Atas informasi tersebut BPBD Bulungan langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) yang berada di Peso.

"Kami sudah kerahkan 6 personel untuk membantu mencari anak tersebut. 5 orang melalui jalur air dan 1 orang menggunakan jalur darat,” ungkapnya, Minggu (17/3).

Setelah melakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan. Namun nahas, korban hanyut tersebut ditemukan sudah tidak bernyawa. “Korban dalam keadaan meninggal. Yang melakukan pencarian tim BPBD dibantu polisi dan warga setempat,” kata dia.

Kapolres Bulungan AKBP Andrias Susanto Nugroho melalui Kapolsek Peso, Iptu Aliansyah mengatakan, kejadian nahas yang menimpa Sefrileon, terjadi saat korban bermain di atas ketinting di pinggir sungai bersama sepupunya. Saat bermain, ketinting yang terikat tersebut dihantam gelombang. Saat itu, Leon, panggilan korban, langsung terjatuh dan terseret arus sungai.

“Korban sudah ditemukan oleh anggota,” ujarnya.

Korban yang bermain ketinting di pinggir sungai, ternyata tanpa sepengetahuan Bilung Udau, orangtua korban. Informasi hilangnya korban baru diketahui saat Rani, sepupu korban datang melaporkan bahwa korban terjatuh di sungai. “Setelah itu, orangtua dibantu oleh masyarakat setempat langsung melakukan pencarian. Tapi baru hari ini (kemarin) bisa ditemukan,” kata dia.

Setelah ditemukan, korban langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk segera dimakamkan. Atas kejadian itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar selalu mengawasi anaknya saat bermain. 

“Langsung diserahkan ke keluarga. Informasi dari anggota, sudah di makamkan tadi sore (kemarin),” pungkasnya. (*/fai/udi)

 

Kronologi Hilangnya Korban 

1.Sabtu (16/3) pukul 08.30 Wita, korban bersama sepupunya bermain di atas ketinting di sungai.

2.Saat asyik bermain, sekitar pukul 09.00 Wita, korban terjatuh di sebelah kanan ketinting (air dalam) dan sepupunya jatuh ke sebelah kiri (air dangkal).

3.Pukul 09.10 Wita, sepupu korban berhasil naik ke darat dan berlari ke rumah korban melaporkan kejadian tersebut karena korban tak kunjung muncul ke permukaan.

4.Sabtu (16/3) pukul 09.30 Wita, warga setempat bersama keluarga korban melakukan pencarian.

5.Minggu (17/3) pukul 07.30 Wita, keluarga mendapatkan kabar ditemukannya anak hanyut.

6.Minggu (17/3) pukul 08.30 Wita, BPBD Bulungan datang untuk membantu pencarian.

7.Minggu (17/3) pukul 11.10 Wita, korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di perbatasan Desa Lapak Aru dan Desa Nahaya. Tepatnya di seberang Sei Bua Kem Sawit.

8.Minggu (17/3) pukul 11.30 Wita, jenazah korban dibawa pulang ke rumah duka.

9.Minggu (17/3) pukul 15.00 Wita, korban dikebumikan. 


BACA JUGA

Jumat, 19 Juli 2019 14:42

Terdakwa Dugaan Tipikor Dituntut 8 Tahun

TANJUNG SELOR – Terdakwa kasus dugaan korupsi yang merupakan mantan…

Jumat, 19 Juli 2019 14:41

Mayat Membusuk di Pondok

TANJUNG SELOR – Mayat seorang pria yang belum diketahui identitasnya…

Jumat, 19 Juli 2019 14:41

Enam Sumur Baru Pernah Produksi 3.600 Barel/Hari

Berpuluh-puluh tahun, eksploitasi minyak bumi dan gas (migas) di Kalimantan…

Jumat, 19 Juli 2019 14:36

Kaltara Jadi Target Pengawasan

TARAKAN – Badan Obat dan Makanan (BPOM) akan memaksimalkan tugas…

Jumat, 19 Juli 2019 14:35

Bawaslu Perkirakan di Bawah Rp 20 M

TARAKAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kaltara segera mengusulkan…

Kamis, 18 Juli 2019 14:40

Irianto Beri Sinyal Ganti Pengurus

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara Irianto Lambrie mengaku sudah meminta…

Kamis, 18 Juli 2019 14:37

Pelabuhan Bunyu Terbentur Status Lahan

TANJUNG SELOR – Rencana pembangunan pelabuhan di Pulau Bunyu, Bulungan,…

Kamis, 18 Juli 2019 14:36

Lantung Tehambur..!! Pertamina Bantah karena Eksploitasi

TARAKAN – Genangan minyak mentah atau lantung yang naik ke…

Kamis, 18 Juli 2019 14:35

Hanya ‘Bermodal’ Rp 2.000

TANJUNG SELOR - Kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur…

Rabu, 17 Juli 2019 14:11

Kemenag Pastikan Tak Ada Warga Luar

TANJUNG SELOR – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kaltara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*