MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Senin, 18 Maret 2019 14:05
Banyak Juga, Selisih Utang Capai Rp 155 M
Khairul

PROKAL.CO, class="p1">Kota Tarakan menjadi yang pertama di Kalimantan Utara yang telah menyampaikan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2018, dan telah diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) secara interim.

Penyerahan LKPD Pemkot Tarakan diserahkan pada, Jumat (15/3), di ruang serbaguna kantor BPK RI, Jalan Pulau Irian, Tarakan. Ada beberapa catatan yang menjadi perhatian BPK RI untuk Pemkot Tarakan. Di antaranya terkait utang. 

Pasalnya, data Pemkot Tarakan berbeda dengan data utang yang diterima BPK, di mana angka yang dimiliki Pemkot Tarakan sebesar Rp 385 miliar. Sedangkan yang dipegang oleh BPK sebesar Rp 277 miliar.

“Ada selisih Rp 155 miliar, banyak itu,” ujar Wali Kota Tarakan, Khairul, usai penyerahan. 

Terhadap perbedaan itu, Pemkot Tarakan bakal melakukan langkah-langkah yang terstruktur untuk menyelesaikan persoalan tersebut. 

“Kalau mau diselesaikan semua, bisa kolaps pemerintahan ini. Oleh karena itu perlu dilakukan langkah-langkah yang terstruktur, sistematis juga, untuk bagaimana menyelesaikan persoalan ini secara bertahap. Semua pihak harus bersabar, berpikir bagaimana menyelesaikan ini,” terang Khairul.

Khairul sendiri realistis terhadap harapan untuk mengakhiri paceklik predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) yang sudah lepas selama beberapa tahun. Karena, selain utang, aset juga masih menjadi kendala bagi Pemkot Tarakan. 

“Harapan kami mudah-mudahan bisa. Tetapi tentu kami juga harus realistis, dalam kurun waktu 60 hari ke depan, mudah-mudahan masalah aset. Pengecualian-pengecualian itu kan yang utama masalah aset,” tuturnya. 

Menanggapi persoalan Tarakan, Kepala BPK RI Perwakilan Kaltara, Karyadi, menilai bahwa utang harus dikelola pemerintah. 

“Jangan sampai besar pasak daripada ini kan. Sehingga utang itu harus dikelola, dikelola dengan benar. Karena pendapatan kota juga minim sekali. Hanya mengandalkan pendapatan transfer dari pemerintah pusat,” tutur Karyadai. (mrs/udi)


BACA JUGA

Kamis, 18 Juli 2019 14:39

PLTG Tak Beroperasi = Pemadaman Bergilir

TARAKAN – Masyarakat Tarakan kembali harus merasakan pemadaman bergilir selama…

Kamis, 18 Juli 2019 14:36

Tak Semua Diakomodasi, Usulan KPU Bakal Dipangkas

USULAN anggaran pemilihan gubernur dan wakil gubernur yang diusulkan Komisi…

Rabu, 17 Juli 2019 14:09

Pengemudi Truk Crane Jadi Tersangka

TARAKAN – Polres Tarakan menetapkan pengemudi truk crane berinisial AN…

Selasa, 16 Juli 2019 13:39

Target 10 Hari Tetapkan Tiga Nama

TARAKAN – Tahapan seleksi calon sekkot Tarakan telah berakhir sejak…

Senin, 15 Juli 2019 16:03

Tambah Rombel atau Sekolah Baru

TARAKAN – Sistem zonasi yang diterapkan pada Penerimaan Peserta Didik…

Senin, 15 Juli 2019 16:02

Rencana Sekolah Baru Dikurangi

TARAKAN – Pemkot Tarakan akan merealisasikan janji membuka SMP baru…

Sabtu, 13 Juli 2019 14:16

Keluarga Korban Akui Santunan Sudah Diberikan

TARAKAN – Santunan terhadap korban kebakaran di stasiun pengumpul utama…

Jumat, 12 Juli 2019 13:37

BKIPM Awasi Peredaran Ikan Invasif

TARAKAN – Pengawasan terhadap ikan invasif yang berasal dari sejumlah…

Kamis, 11 Juli 2019 15:13

CJH Asal Tarakan Diberangkatkan 2 Agustus

TARAKAN - Calon jemaah haji asal Tarakan dijadwalkan meninggalkan Tarakan…

Kamis, 11 Juli 2019 15:10

Keberadaan Pertamini Dipertanyakan

TARAKAN – Keberadaan Pertamini di sejumlah lokasi, menjadi perhatian Wali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*