MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 22 Maret 2019 14:20
Kerja Sama Indonesia – RRT, PLTA Kayan Masuk Prioritas
INVESTASI: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menghadiri pertemuan kerja sama ekonomi regional Indonesia – RRT di Nusa Dua, kemarin (21/3).

PROKAL.CO, NUSA DUA – Kerja sama antara Indonesia dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), kembali dibahas pada pertemuan di Nusa Dua, Bali, Kamis (21/3). Pemerintah Indonesia diwakili Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan dari RRT diwakili Wakil Ketua Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional atau NDRC (National Development Reform Commision (NDRC) Ning Jizhe.

Pertemuan tersebut, juga dihadiri Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie. Diungkapkan Irianto, ada beberapa kesimpulan yang dihasilkan dari pertemuan tersebut. "Tiga hal utama yang menjadi hasil pertemuan yaitu promosi rencana program kerja sama regional ekonomi Indonesia-RRT yang masuk dalam jalur Sutra Maritim Abad 21. Kedua, memutuskan 5 proyek prioritas utama yang masuk dalam kerja sama, dan ketiga menyusun rencana kerja atau kegiatan yang akan dilaksanakan pada 2019 ini," bebernya.

Disebutkan, dari 5 proyek prioritas utama yang telah disepakati untuk dilaksanakan, satu di antaranya bakal dilaksanakan di Kaltara. Yaitu pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan. "Alhamdulillah, tadi disebutkan PLTA Kayan masuk prioritas utama. Kita akan kawal hingga terwujudnya pembangunan pembangkit listrik yang akan menjadi pemicu utama pengembangan ekonomi. Terutama untuk di kawasan industri nanti," kata Irianto.

Selain PLTA Kayan, lanjutnya, empat dari lima proyek utama itu antara lain pembangunan pelabuhan dan kawasan industri di Kuala Tanjung dan kawasan industri Kuala Namu di Sumatera Utara, KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Bitung di Sulawesi Utara, dan Kura-Kura Island Techno Park di Bali.

Irianto mengatakan, di samping menyepakati usulan 5 proyek prioritas utama, dari pertemuan itu juga disimpulkan ada beberapa rencana pembangunan kawasan industri, termasuk Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning yang masuk prioritas untuk penyusunan dokumen perencanaan dan studi kelayakan.

"Bahkan, untuk kegiatan itu, pemerintah RRT melalui lembaga perbankannya siap mendukung pendanaan. Seperti disampaikan sebelumnya, dari RRT bakal membantu sekitar Rp 40 miliar," sebutnya.

Dari semua program kegiatan yang diprioritaskan, kata Irianto, sebelum dimulai progres pengerjaannya akan dituangkan dalam bentuk nota kesepakatan yang ditandatangani oleh Presiden Jokowi dengan Presiden RRT Xi Jingping, yang rencananya dilakukan pada 25 April mendatang.

"Atas hasil ini, kita sangat bersyukur. Karena ini menjadi sinyal baik bakal terwujudnya investasi di Kaltara, yang selama ini kita harapkan," ujar Gubernur.

Selain kesepakatan, lanjut Gubernur, juga ada beberapa hal yang menjadi perhatian untuk bisa segera diselesaikan. Yaitu persoalan pengadaan lahan dan perpajakan. "Ini yang akan menjadi fokus perhatian untuk diselesaikan bersama oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah. Termasuk pihak swasta yang terlibat di dalamnya," ujarnya.

Sementara itu, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pertemuan digelar untuk memastikan komitmen dari kedua negara dalam merealisasikan kerja sama yang disepakati pada 2017 lalu.

"Ini membuktikan kedua pihak tetap pada komitmennya. Dengan telah disepakatinya beberapa proyek prioritas yang akan mulai dilaksanakan melalui kerja sama ini, baik yang masuk dalam koridor maupun non koridor," kata Luhut.

Dia juga mengatakan, pertemuan kemarin menjadi tahap finalisasi, yang akan dilajutkan pengerjaannya. "Sedang proyek-proyek yang belum masuk prioritas, tetap akan menjadi pertimbangan untuk dikerjakan melalui kerja sama ini. Namun, akan lebih kita fokuskan pengerjaannya yang menjadi prioritas dulu. Target kita tahun ini sudah bisa dimulai," ujarnya.

Untuk diketahui, skema kerja sama ekonomi regional GMF-BRI atau OBOR telah disepakati kedua kepala negara. Ada 4 koridor dalam kerja sama maritime, yakni Sumatera Utara dengan rencana Kuala Tanjung International Hub Port, Kuala Tanjung Industrial Estate, Sei Mangkei Special Economic Zone, New Kuala Namu Industrial Estate dan Kuala Namu Aerocity. Kemudian Kaltara dengan hydro power dan KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi. Selanjutnya, Sulawesi Utara yang menawarkan Lembeh International Airport, Likupang Tourist Estate (Casabaio Resort, Sintesa Resort) dan Bitung Industrial Estate, serta ditambah Bali yang berencana mengembangkan Bali Mandara Toll Road dan Kura-Kura Island Tech Park. (hms/fen)


BACA JUGA

Selasa, 23 Juli 2019 15:52

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penembakan

TARAKAN – Identitas pelaku penembakan mobil dengan tanda nomor kendaraan…

Selasa, 23 Juli 2019 15:50

Warga Tarakan Hilang di Perairan Tias

TANJUNG SELOR – Seorang nelayan bernama Yanudin (50), dikabarkan hilang…

Selasa, 23 Juli 2019 15:50

Pembangunan Lapas Mendesak

TANJUNG SELOR - Wacana pembangunan lembaga pemasyarakatan (Lapas) di wilayah…

Selasa, 23 Juli 2019 15:48

Inisial KH Mengarah ke Mantan Wawali

TARAKAN – Polres Tarakan terus mendalami dugaan korupsi pengadaan lahan…

Selasa, 23 Juli 2019 14:19

Wajah Lama Tersisa Lima

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara telah menetapkan…

Senin, 22 Juli 2019 11:44

BNN Rencanakan Pos Interdiksi Terpadu

BADAN Narkotika Nasional (BNN) Pusat menaruh perhatian khusus terhadap Kalimantan…

Senin, 22 Juli 2019 11:42

Lokasi PLBN Seimenggaris Disepakati

TANJUNG SELOR – Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di…

Senin, 22 Juli 2019 11:41

Terendus sejak Awal Juli

TANJUNG SELOR – Penangkapan seorang pria bernama Achmad Fathoni, 20,…

Senin, 22 Juli 2019 11:41

Desak Investor Segera Bebaskan Lahan

TANJUNG SELOR – Pembebasan lahan di lokasi Kawasan Industri dan…

Senin, 22 Juli 2019 11:37

Aliran Sesat di Sini Diduga Masih Ada

TARAKAN – Kegiatan aliran sesat diduga masih ada di Bumi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*