MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Selasa, 02 April 2019 14:05
Waspada Komplikasi saat Melahirkan

Daerah Pesisir Dinilai Paling Rawan Risiko Tinggi

PERIKSA KANDUNGAN: Dokter spesialis kandungan Reffinaldy memeriksa kandungan seorang ibu, Minggu (31/3).

PROKAL.CO, TARAKAN – Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Tarakan Watinem mengingatkan kepada ibu hamil agar waspada terhadap bahaya melahirkan dengan risiko tinggi. Seperti bahaya komplikasi dan lain-lain. Sebab, dampaknya bisa berakibat fatal, baik terhadap ibu maupun bayi.

Karena masih ditemukan kasus ibu melahirkan dengan risiko tinggi. Penyebabnya karena kurangnya kesadaran ibu hamil memeriksa kehamilan secara rutin, serta mengonsumsi makanan bergizi.

“Misalnya, tekanan yang tinggi pada ibu hamil, terjadi preeklamsi dan eklamsi, terjadinya pendarahan, gizi ibu-ibu yang belum maksimal,” ujar Watinem, Minggu (31/3).

Daerah pesisir dinilai paling rawan akan dampak ibu melahirkan dengan risiko tinggi. Sebab, mereka dihuni pendatang dengan taraf perekonomian tergolong menengah ke bawah.

Padahal, sebagian besar wilayah pesisir dihuni masyarakat nelayan yang pekerjaannya mencari ikan, yang merupakan salah satu sumber makanan bergizi. Yang dikhawatirkan, jangan sampai ikan hanya dijadikan ladang mencari uang dengan dijual, sementara tidak dikonsumsi ibu hamil.

“Kita ini sebenarnya penghasil ikan. Tapi ikannya dijual, ibunya makan kadang-kadang hanya dengan kerupuk, dengan sayur,” tuturnya. 

Selain mencegah komplikasi, makan dengan asupan gizi yang cukup juga bisa menambah air susu ibu (ASI). Misal, kata dia, selain makan sayur, ikan dan buah, juga ditambah meminum susu khusus ibu hamil.

Data yang diperoleh IBI Tarakan, setiap bulannya ada saja ibu hamil yang melahirkan dengan kondisi komplikasi. Misal, melahirkan dengan kondisi preeklamsi atau keracunan kehamilan.

“Sering itu dirujuk dari puskesmas dengan keadaan kejang. Namanya keracunan kehamilan. Ada, banyak, lebih dari 10, satu bulan lebih dari 10, sekarang kasus yang banyak itu preeklamsi. Dimana kalau dulu kematian ibu itu disebabkan oleh pendarahan, tapi sekarang oleh preeklamsi,” beber Nurlaili Kamisah, ungkap bendahara IBI Tarakan.

Pentingnya pemeriksaan secara rutin, juga disarankan oleh dokter spesialis kandungan Reffinaldy. “USG itu pertama kita lihat apakah dia itu hamil atau tidak. Yang kedua kita lihat usia kehamilan itu berapa minggu atau berapa bulan. Tapi biasanya di kalangan medis nyebutnya dalam hitungan minggu, tapi awam nyebutkan biasanya bulan. Yang ketiga itu kita lihat, itu lokasinya di luar kandungan atau di dalam kandungan, apakah anaknya sehat atau tidak, apa ada kelainan atau tidak,” jelasnya.

“Sebaiknya dilakukan minimal 3 kali pada awal kehamilan atau disebut dengan trimester pertama, yang kedua trimester kedua biasanya antara 13 sampai 26 minggu, dan trimester ketiga, 27 sampai 39 minggu,” tambahnya.

Pemeriksaan juga bisa mencegah komplikasi saat melahirkan. Menurut Reffinaldy, dari hasil pemeriksaan USG bisa diketahui apakah ada kemungkinan komplikasi atau tidak. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Sabtu, 18 Mei 2019 13:18

Kasus Video Penganiayaan, Pelaku dan Korban Berdamai

TARAKAN – Kasus penganiayaan seorang anak perempuan di Tarakan yang…

Sabtu, 18 Mei 2019 13:16

Satu Eks WTS Dapat Rp 6 Juta

TARAKAN – Setelah menunggu hingga beberapa bulan pasca ditutupnya lokalisasi…

Kamis, 16 Mei 2019 14:05

Tarakan Belum Beranjak ke WTP

TARAKAN – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mulai menyerahkan hasil…

Kamis, 16 Mei 2019 14:03

Balapan Liar Jadi Ajang Taruhan

TARAKAN – Para pelaku balapan liar yang kerap meresahkan pengguna…

Rabu, 15 Mei 2019 13:10

Tarakan TV Hanya Jadi Beban, Begini Maunya Wali Kota...

TARAKAN – Revitalisasi terhadap sejumlah perusahaan daerah bakal dilakukan Pemkot…

Selasa, 14 Mei 2019 13:09

Peraturan THR PNS Membingungkan

TARAKAN – Pemerintah telah mengeluarkan peraturan pembayaran tunjangan hari raya…

Selasa, 14 Mei 2019 13:08

Viral Video Anak Perempuan Dianiaya, Ditempeleng hingga Ditendang

TARAKAN - Video penganiayaan yang diduga terjadi di Tarakan, viral…

Senin, 13 Mei 2019 12:41

Utamakan Zonasi, Hapus Jalur Gakin

TARAKAN – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020,…

Senin, 13 Mei 2019 12:09

Demokrat Belum Tentukan Sikap

TARAKAN – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 2020 mendatang mulai…

Senin, 13 Mei 2019 12:07

Terjerembap Gara-Gara Jalan Putus

TARAKAN – Jalan putus di sekitar kawasan Gunung Slipi, Kampung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*