MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Selasa, 02 April 2019 14:05
Waspada Komplikasi saat Melahirkan

Daerah Pesisir Dinilai Paling Rawan Risiko Tinggi

PERIKSA KANDUNGAN: Dokter spesialis kandungan Reffinaldy memeriksa kandungan seorang ibu, Minggu (31/3).

PROKAL.CO, TARAKAN – Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Tarakan Watinem mengingatkan kepada ibu hamil agar waspada terhadap bahaya melahirkan dengan risiko tinggi. Seperti bahaya komplikasi dan lain-lain. Sebab, dampaknya bisa berakibat fatal, baik terhadap ibu maupun bayi.

Karena masih ditemukan kasus ibu melahirkan dengan risiko tinggi. Penyebabnya karena kurangnya kesadaran ibu hamil memeriksa kehamilan secara rutin, serta mengonsumsi makanan bergizi.

“Misalnya, tekanan yang tinggi pada ibu hamil, terjadi preeklamsi dan eklamsi, terjadinya pendarahan, gizi ibu-ibu yang belum maksimal,” ujar Watinem, Minggu (31/3).

Daerah pesisir dinilai paling rawan akan dampak ibu melahirkan dengan risiko tinggi. Sebab, mereka dihuni pendatang dengan taraf perekonomian tergolong menengah ke bawah.

Padahal, sebagian besar wilayah pesisir dihuni masyarakat nelayan yang pekerjaannya mencari ikan, yang merupakan salah satu sumber makanan bergizi. Yang dikhawatirkan, jangan sampai ikan hanya dijadikan ladang mencari uang dengan dijual, sementara tidak dikonsumsi ibu hamil.

“Kita ini sebenarnya penghasil ikan. Tapi ikannya dijual, ibunya makan kadang-kadang hanya dengan kerupuk, dengan sayur,” tuturnya. 

Selain mencegah komplikasi, makan dengan asupan gizi yang cukup juga bisa menambah air susu ibu (ASI). Misal, kata dia, selain makan sayur, ikan dan buah, juga ditambah meminum susu khusus ibu hamil.

Data yang diperoleh IBI Tarakan, setiap bulannya ada saja ibu hamil yang melahirkan dengan kondisi komplikasi. Misal, melahirkan dengan kondisi preeklamsi atau keracunan kehamilan.

“Sering itu dirujuk dari puskesmas dengan keadaan kejang. Namanya keracunan kehamilan. Ada, banyak, lebih dari 10, satu bulan lebih dari 10, sekarang kasus yang banyak itu preeklamsi. Dimana kalau dulu kematian ibu itu disebabkan oleh pendarahan, tapi sekarang oleh preeklamsi,” beber Nurlaili Kamisah, ungkap bendahara IBI Tarakan.

Pentingnya pemeriksaan secara rutin, juga disarankan oleh dokter spesialis kandungan Reffinaldy. “USG itu pertama kita lihat apakah dia itu hamil atau tidak. Yang kedua kita lihat usia kehamilan itu berapa minggu atau berapa bulan. Tapi biasanya di kalangan medis nyebutnya dalam hitungan minggu, tapi awam nyebutkan biasanya bulan. Yang ketiga itu kita lihat, itu lokasinya di luar kandungan atau di dalam kandungan, apakah anaknya sehat atau tidak, apa ada kelainan atau tidak,” jelasnya.

“Sebaiknya dilakukan minimal 3 kali pada awal kehamilan atau disebut dengan trimester pertama, yang kedua trimester kedua biasanya antara 13 sampai 26 minggu, dan trimester ketiga, 27 sampai 39 minggu,” tambahnya.

Pemeriksaan juga bisa mencegah komplikasi saat melahirkan. Menurut Reffinaldy, dari hasil pemeriksaan USG bisa diketahui apakah ada kemungkinan komplikasi atau tidak. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Minggu, 21 Juli 2019 17:58

Dua Gugur karena Usia

REKRUTMEN calon direksi dua badan usaha milik daerah (BUMD) yang…

Kamis, 18 Juli 2019 14:39

PLTG Tak Beroperasi = Pemadaman Bergilir

TARAKAN – Masyarakat Tarakan kembali harus merasakan pemadaman bergilir selama…

Kamis, 18 Juli 2019 14:36

Tak Semua Diakomodasi, Usulan KPU Bakal Dipangkas

USULAN anggaran pemilihan gubernur dan wakil gubernur yang diusulkan Komisi…

Rabu, 17 Juli 2019 14:09

Pengemudi Truk Crane Jadi Tersangka

TARAKAN – Polres Tarakan menetapkan pengemudi truk crane berinisial AN…

Selasa, 16 Juli 2019 13:39

Target 10 Hari Tetapkan Tiga Nama

TARAKAN – Tahapan seleksi calon sekkot Tarakan telah berakhir sejak…

Senin, 15 Juli 2019 16:03

Tambah Rombel atau Sekolah Baru

TARAKAN – Sistem zonasi yang diterapkan pada Penerimaan Peserta Didik…

Senin, 15 Juli 2019 16:02

Rencana Sekolah Baru Dikurangi

TARAKAN – Pemkot Tarakan akan merealisasikan janji membuka SMP baru…

Sabtu, 13 Juli 2019 14:16

Keluarga Korban Akui Santunan Sudah Diberikan

TARAKAN – Santunan terhadap korban kebakaran di stasiun pengumpul utama…

Jumat, 12 Juli 2019 13:37

BKIPM Awasi Peredaran Ikan Invasif

TARAKAN – Pengawasan terhadap ikan invasif yang berasal dari sejumlah…

Kamis, 11 Juli 2019 15:13

CJH Asal Tarakan Diberangkatkan 2 Agustus

TARAKAN - Calon jemaah haji asal Tarakan dijadwalkan meninggalkan Tarakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*