MANAGED BY:
JUMAT
21 JUNI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 13 April 2019 14:08
Gagal Dapat Rp 30 Juta, Malah Terancam Penjara

Kurir Sabu asal Palu Dibekuk di Tarakan

BERKAHIR DI AIR: Barang bukti (BB) sabu-sabu dimusnahkan di Mapolda Kaltara, Jumat (12/4) kemarin.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara, membekuk Sofyan Renaldy, kurir sabu-sabu asal Palu, Sulawesi Tengah.

Sofyan dibekuk di salah satu hotel yang berada di Jalan Mulawarman, Karang Anyar, Kota Tarakan, Selasa (2/4) lalu. Dari tangan kurir yang sudah berstatus tersangka, polisi mengamankan 4 bungkus sabu-sabu seberat 3,9 kilogram.

Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit melalui Dir Resnarkoba Polda Kaltara Kombes Pol Adi Affandi menerangkan, pelaku merupakan warga Palu, Sulawesi Tengah. Pelaku mengaku dirinya hanya disuruh oleh seseorang yang juga berada di Palu.

"Ternyata pelaku ini adalah jaringan dari Sulawesi Tengah," ungkapnya usai melakukan pemusnahan barang bukti sabu-sabu tersebut di Mapolda Kaltara (12/4).

Ia mengatakan, barang haram tersebut merupakan milik seseorang berinisial E yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). "Kita juga telah berkoordinasi dengan Polda Sulteng untuk mengejar pemilik sabu itu," kata dia.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku akan mendapat upah Rp 30 juta, jika berhasil mengantarkan sabu sampai ke tangan E. "Kurir ini juga mengaku baru pertama kali melakukannya. Namun kita masih akan mengembangkannya," ujarnya.

Sementara itu, Sofyan saat diwawancarai mengatakan, dirinya dan E merupakan teman lama. Kala itu, dirinya mengaku mendapat telepon dari E yang menawarkannya pekerjaan mengambil barang di Tarakan.

" Kata dia, mau atau tidak kerja. Upahnya Rp 30 juta. Akhirnya saya dari Palu ke Tarakan. Awalnya tidak tahu kalau yang diambil barang itu (sabu-sabu)," jelasnya.

"Terlanjur basah. Saya juga memang tergiur dengan upahnya yang besar," ucapnya.

Melalui sambungan telepon, Dir Resnarkoba Polda Sulteng Kombes Pol Sigit Kusmardjoko mengaku belum mendapatkan informasi dari Polda Kaltara kasus tersebut. Namun sebagai antisipasi, pihaknya akan memperketat pintu-pintu masuk yang kerap menjadi jalur peredaran narkotika dari wilayah Kaltara. “Kami juga beberapa hari lalu mengamankan peredaran sabu di Sulteng. Jadi kami akan mengantisipasi ancaman dari luar Sulteng,” katanya.

Untuk itu, pihaknya akan mendukung Polda Kaltara mengungkap kasus peredaran sabu yang ditangani saat ini. "Penangkapan tetap ditangani oleh Polda Kaltara. Kita siap bantu terkait pengembangannya di wilayah Sulteng," ungkapnya.

Selain mengamankan pelaku dari Palu, Polda Kaltara juga mengamankan pelaku lain pada bulan Februari. Sebanyak 2 bungkus sabu seberat 93,83 gram berhasil diungkap. Pelaku atas nama Ismail ditangkap di warung makan Jalan Lie Him Djung RT 19 Kelurahan Nunukan Barat, pada 28 Februari 2019. Pelaku menjadi jaringan peredaran narkoba di wilayah Nunukan dan Sebatik.

Untuk kedua pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara hingga hukuman mati. (*/fai/udi)


BACA JUGA

Kamis, 19 November 2015 18:03

Penghitungan Suara Gunakan Sistem Online

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*