MANAGED BY:
JUMAT
21 JUNI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 13 April 2019 14:13
Sabu Setengah Kg Berakhir di Toilet
DIMUSNAHKAN: Barang bukti sabu-sabu dilarutkan ke dalam air.

PROKAL.CO, class="p1">TARAKAN – Barang bukti dari dua kasus sabu-sabu yang diungkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara, dimusnahkan kemarin (12/4) dengan cara dilarutkan ke dalam air, lalu dibuang ke toilet. 

Barang bukti itu berasal dari kasus sabu setengah kilogram lebih pada 14 Maret lalu, yang menjerat pasangan suami istri Dedi Irawan dan Kamsiah. Serta kasus sabu 29 gram dari tangan Rudy yang diungkap pada 13 Februari lalu.  

“Yang dimusnahkan BB (barang bukti) yang pertama kurang lebih 648,84 gram. Kemudian yang disisakan untuk pembuktian di persidangan nanti 8 gram,” ujar Kepala BNNP Kaltara Brigjen Pol Ery Nursatari melalui Kepala Bidang Pemberantasan, AKBP Deden Andriana, Jumat (12/4). 

“TKP kedua 29,91 gram. Sampai saat ini kami melakukan pengembangan, cuma belum ada titik terang,” sambung Deden saat diwawancarai awak media. 

Kasus sabu 648,84 gram tersebut diungkap pada 14 Maret lalu, sekira pukul 11.50 Wita di jalan Damai Bhakti (Perumahan Orchit) RT 07 Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat. 

Petugas BNNP Kaltara menangkap sekaligus menggeledah rumah Dedi Irawan. Di dalam kamarnya, petugas berhasil menemukan barang bukti berupa narkotika jenis sabu sebanyak 16 bungkus plastik dengan total berat 648,84 gram.

“Modus operandinya bahwa tersangka Kamsiah sengaja menyimpan narkotika jenis sabu tersebut karena disuruh oleh saudara Zul yang sekarang DPO. Rencananya akan diberikan kepada pembeli atas perintah saudara Zul. Jadi peranan Kamsiah dalam perkara ini adalah sebagai penyedia tempat penyimpanan sekaligus kurir,” tutur Deden. 

Namun, dari hasil urine, pasutri tersebut dinyatakan negatif mengonsumsi narkoba. Selain mengamankan sabu, petugas juga mengamankan satu mobil pelaku yang digunakan untuk mengambil barang tersebut. 

Menurut Deny, meskipun pelaku mengaku melakukan hal ini karena alasan ekonomi, namun bila melihat gaya hidup tersangka, diduga memang sudah menjadi kebiasaan mereka. 

Sementara itu, untuk kasus kedua yang terungkap pada 13 Februari lalu, petugas BNNP Kaltara melakukan penangkapan terhadap Rudy sekaligus penggeledahan di rumahnya. Hasilnya petugas menemukan 4 bungkus plastik sabu-sabu dengan berat 29,91 gram, yang disimpan di dalam lemari kamar sebanyak 3 bungkus, dan satu bungkus di atas pintu kamar rumah tersangka. 

Rudy juga mengakui mendapatkan barang haram tersebut dengan cara membeli dari saudara Pedda yang saat ini menjadi DPO. Rencananya, barang haram itu akan digunakannya saat bekerja di tambak bersama teman-temannya. 

Sedangkan barang bukti berupa satu bungkus plastik yang disimpan di atas pintu kamar rumahnya, diakui milik temannya bernama Heri yang juga menjadi DPO.

“Jadi peranan saudara Rudy dalam perkara ini adalah sebagai pembeli,” jelasnya.  

Untuk kedua kasus ini, Deny mengungkapkan bahwa kasusnya segera dilimpahkan ke kejaksaan. “Sudah, tinggal tahap satu saja, tinggal diserahkan. Paling setelah pemilu,” pungkasnya. (mrs/udi)


BACA JUGA

Kamis, 19 November 2015 18:03

Penghitungan Suara Gunakan Sistem Online

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*