MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Sabtu, 20 April 2019 14:24
Kecukupan Gizi Masyarakat Bulungan Rendah

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Angka kecukupan gizi bagi masyarakat Bulungan terbilang rendah. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bulungan Maibu Barwis Sugiarto.

Ia mengatakan, angka kecukupan gizi di Bulungan belum memenuhi standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) nasional. Dari hasil survei yang dilakukan, penduduk di Bulungan dalam kelompok pengeluaran terbawah sebanyak 40 persen, dengan pengeluaran makanan tertinggi sebesar 54,79 persen. Pengeluaran untuk makan memiliki hubungan negatif dengan tingkat kesejahteraan.

Kata dia, kesejahteraan sebaiknya diikuti dengan kualitas SDM yang baik. Karena kualitas SDM yang baik salah satunya tercermin dari aspek kecukupan gizi yang dikonsumsi.

"Penduduk yang cukup gizi akan dapat melakukan aktivitas dengan lancar. Sehingga hasil yang diperoleh dapat maksimal untuk memenuhi kebutuhan hidup," ungkapnya, Jumat (19/4).

Ia menjelaskan, tingkat kecukupan gizi dinyatakan dalam AKG yang menggambarkan jumlah kalori dan protein minimum, yang diperlukan setiap penduduk per hari untuk hidup sehat. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2018, rata-rata penduduk Bulungan mengonsumsi kalori sebesar 1.908,43 kkal, mengalami penurunan 5,12 persen dari Maret 2017. Selain itu, capaian konsumsi kalori tersebut belum memenuhi standar AKG sesuai hasil Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) X tahun 2012, dengan Angka Kecukupan Energi (AKE) sebesar 2.150 kkal.

Sedangkan secara rata-rata, setiap penduduk Bulungan mengonsumsi protein sebesar 59,54 gram per hari. Angka tersebut telah melampaui standar Angka Kecukupan Protein (AKP) yaitu 57 gram.

“Jika dilihat rata-rata konsumsi kalori dan protein dari total komoditas makanan, padi-padian berkontribusi paling besar yakni 41,07 persen untuk kalori dan 31,02 persen pada protein,” jelasnya.

Menurutnya, hal tersebut sangat wajar terjadi karena komoditas padi-padian merupakan sumber makanan pokok. Sumber kalori terbesar kedua adalah dari kelompok makanan dan minuman jadi, yakni sebesar 15,11 persen. Berbeda dengan sumber kalori, penduduk Bulungan lebih memilih ikan sebagai sumber protein terbesar kedua setelah padi-padian.

"Ini juga didukung oleh kondisi geografis Kabupaten Bulungan yang memiliki banyak aliran sungai,” terangnya. (*/fai/udi)


BACA JUGA

Jumat, 20 November 2015 18:16

165 Calon Banpol PP Tak Lolos Tes Fisik

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Sebanyak 165 orang calon anggota Bantuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*