MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Jumat, 26 April 2019 15:07
Coblosan Ulang Sepi Pemilih
PARTISIPASI RENDAH: Suasana TPS 9 Kelurahan Selumit Pantai yang kemarin (25/4) menggelar pemungutan suara ulang, terpantau sepi.

PROKAL.CO, TARAKAN – Pemungutan suara ulang (PSU) di dua tempat pemungutan suara (TPS) Kota Tarakan, Kamis (25/4), terpantau sepi pemilih. 

PSU untuk pemilihan presiden dan wakil presiden tersebut digelar di TPS 9 Kelurahan Selumit Pantai dan TPS 21 Kelurahan Karang Anyar.

“Terkait PSU, digelar di 2 TPS Kota Tarakan, kemudian 3 TPS di  Kabupaten Tana Tidung. Insya Allah hari Sabtu tanggal 27, dilanjutkan PSU di Kabupaten Nunukan untuk 4 TPS,” ujar Ketua KPU Kaltara Suryanata Al Islami, ditemui saat melakukan peninjauan pelaksanaan PSU di TPS 9 Kelurahan Selumit Pantai.

Menurutnya, tidak ada perbedaan mekanisme pemungutan suara seperti yang dilakukan pada 17 April lalu. Baik menyangkut jadwal maupun pemilih yang berhak mencoblos.

“Sebelumnya teman-teman KPPS sudah mendistribusikan C-6 kepada pemilih. Siapa pemilih pada PSU itu, adalah yang terdaftar di dalam DPT (daftar pemilih tetap), DPTb (daftar pemilih tambahan), kemudian DPK yang datang pada saat tanggal 17 April kemarin. Itu kita berikan C-6 semua. Jadi tidak ada pemuktahiran baru untuk pemilih PSU,” tuturnya.

Dari pantauannya, Suryanata belum bisa memprediksi tingkat partisipasi pemilih. Namun, informasi yang diperolehnya hingga pertengahan masa pencoblosan, jumlah pemilih yang sudah menyalurkan hak pilihnya baru mencapai 80 orang dari 247 pemilih.

Suryanata sendiri enggan menyudutkan petugas penyelenggara atas minimnya partisipasi pemilih pada PSU. Justru ia menegaskan bahwa petugas sudah maksimal dalam mendistribusikan C-6 atau surat undangan.

“Pendistribusian C-6 tentu lebih dimaksimalkan teman-teman. Di mana teman-teman KPU kabupaten/kota kita minta itu mendampingi dalam supervisi. Cuma ketika orangnya enggak ketemu, kita enggak bisa paksakan juga untuk datang,” ujarnya.

Ia pun salut dengan inovasi yang dilakukan petugas penyelenggara. Seperti yang dilakukan KPPS di TPS 9 Kelurahan Selumit Pantai yang melaksanakan PSU di area masjid. Sehingga, sewaktu-waktu dapat menginformasikan melalui pengeras suara masjid, agar masyarakat yang belum memilih segera datang ke TPS.

“Jadi teman-teman bisa terus mengingatkan melalui pengeras suara kepada warga yang belum menggunakan hak pilihnya,” pujinya.

Proses penghitungan surat suara juga dilakukan langsung di TPS. Setelah selesai, kotak suara langsung dibawa ke Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) setempat untuk dilakukan rekapitulasi. Pihaknya sudah menginstruksikan kepada PPK untuk menunggu pelaksanaan PSU sebelum melakukan rapat pleno.

Sementara itu, komisioner Bawaslu Tarakan Dian Antardja, juga menduga tingkat partisipasi pemilih pada PSU tidak akan mencapai 100 persen. Salah satu alasannya, karena C-6 tidak terdistribusi semuanya. Seperti yang ditemukan di TPS 9 Kelurahan Selumit Pantai. 

“Memang faktornya, ada (pemilih) yang harus ke laut karena petambak, dan memang ada juga yang tidak ditemukan orangnya,” ujar Dian kepada awak media.

Namun, pihaknya sudah mengantisipasi terhadap pemilih yang tidak mendapatkan C-6, dengan mengimbau kepada KPPS untuk memberikan informasi ulang melalui pengeras suara masjid. Dian berharap, tingkat partisipasi pemilih di PSU ini bisa di atas 50 persen.

Mengenai teknis perhitungan suara, pihaknya menyerahkan kepada penyelenggara pemilu untuk mengaturnya. Karena menurut Dian, tidak ada aturan secara normatif yang memaksa harus diselesaikan saat hari pencoblosan juga. Melainkan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.

Aparat keamanan juga menduga rendahnya partisipasi pemilih di PSU. “Dari hasil pantauan, pelaksanaannya lancar meskipun antusiasme pemilih kita rasakan berkurang daripada waktu pemungutan suara serentak,” ujar Kapolres Tarakan AKPB Yudhistira Midyawan yang turut memantau pelaksanaan PSU.

“Tapi kita maklumi karena pada hari ini (kemarin, red) bukan hari libur. Jadi mungkin banyak masyarakat yang masih beraktivitas, kerja, dan sebagainya,” tuturnya. 

Pihak keamanan sendiri memberikan pengawalan ketat terhadap pelaksanaan PSU. Dengan menurunkan personel lebih banyak dalam menjaga setiap TPS.

“Anggota kita plot 4 sebenarnya, tapi yang backup banyak. Backup penebalan dari TNI dan sebagainya lebih banyak lagi. Kita bisa konsentrasi di satu atau dua TPS ini,” pungkasnya. (mrs/udi)


BACA JUGA

Minggu, 21 Juli 2019 17:58

Dua Gugur karena Usia

REKRUTMEN calon direksi dua badan usaha milik daerah (BUMD) yang…

Kamis, 18 Juli 2019 14:39

PLTG Tak Beroperasi = Pemadaman Bergilir

TARAKAN – Masyarakat Tarakan kembali harus merasakan pemadaman bergilir selama…

Kamis, 18 Juli 2019 14:36

Tak Semua Diakomodasi, Usulan KPU Bakal Dipangkas

USULAN anggaran pemilihan gubernur dan wakil gubernur yang diusulkan Komisi…

Rabu, 17 Juli 2019 14:09

Pengemudi Truk Crane Jadi Tersangka

TARAKAN – Polres Tarakan menetapkan pengemudi truk crane berinisial AN…

Selasa, 16 Juli 2019 13:39

Target 10 Hari Tetapkan Tiga Nama

TARAKAN – Tahapan seleksi calon sekkot Tarakan telah berakhir sejak…

Senin, 15 Juli 2019 16:03

Tambah Rombel atau Sekolah Baru

TARAKAN – Sistem zonasi yang diterapkan pada Penerimaan Peserta Didik…

Senin, 15 Juli 2019 16:02

Rencana Sekolah Baru Dikurangi

TARAKAN – Pemkot Tarakan akan merealisasikan janji membuka SMP baru…

Sabtu, 13 Juli 2019 14:16

Keluarga Korban Akui Santunan Sudah Diberikan

TARAKAN – Santunan terhadap korban kebakaran di stasiun pengumpul utama…

Jumat, 12 Juli 2019 13:37

BKIPM Awasi Peredaran Ikan Invasif

TARAKAN – Pengawasan terhadap ikan invasif yang berasal dari sejumlah…

Kamis, 11 Juli 2019 15:13

CJH Asal Tarakan Diberangkatkan 2 Agustus

TARAKAN - Calon jemaah haji asal Tarakan dijadwalkan meninggalkan Tarakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*