MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Jumat, 26 April 2019 15:07
Coblosan Ulang Sepi Pemilih
PARTISIPASI RENDAH: Suasana TPS 9 Kelurahan Selumit Pantai yang kemarin (25/4) menggelar pemungutan suara ulang, terpantau sepi.

PROKAL.CO, TARAKAN – Pemungutan suara ulang (PSU) di dua tempat pemungutan suara (TPS) Kota Tarakan, Kamis (25/4), terpantau sepi pemilih. 

PSU untuk pemilihan presiden dan wakil presiden tersebut digelar di TPS 9 Kelurahan Selumit Pantai dan TPS 21 Kelurahan Karang Anyar.

“Terkait PSU, digelar di 2 TPS Kota Tarakan, kemudian 3 TPS di  Kabupaten Tana Tidung. Insya Allah hari Sabtu tanggal 27, dilanjutkan PSU di Kabupaten Nunukan untuk 4 TPS,” ujar Ketua KPU Kaltara Suryanata Al Islami, ditemui saat melakukan peninjauan pelaksanaan PSU di TPS 9 Kelurahan Selumit Pantai.

Menurutnya, tidak ada perbedaan mekanisme pemungutan suara seperti yang dilakukan pada 17 April lalu. Baik menyangkut jadwal maupun pemilih yang berhak mencoblos.

“Sebelumnya teman-teman KPPS sudah mendistribusikan C-6 kepada pemilih. Siapa pemilih pada PSU itu, adalah yang terdaftar di dalam DPT (daftar pemilih tetap), DPTb (daftar pemilih tambahan), kemudian DPK yang datang pada saat tanggal 17 April kemarin. Itu kita berikan C-6 semua. Jadi tidak ada pemuktahiran baru untuk pemilih PSU,” tuturnya.

Dari pantauannya, Suryanata belum bisa memprediksi tingkat partisipasi pemilih. Namun, informasi yang diperolehnya hingga pertengahan masa pencoblosan, jumlah pemilih yang sudah menyalurkan hak pilihnya baru mencapai 80 orang dari 247 pemilih.

Suryanata sendiri enggan menyudutkan petugas penyelenggara atas minimnya partisipasi pemilih pada PSU. Justru ia menegaskan bahwa petugas sudah maksimal dalam mendistribusikan C-6 atau surat undangan.

“Pendistribusian C-6 tentu lebih dimaksimalkan teman-teman. Di mana teman-teman KPU kabupaten/kota kita minta itu mendampingi dalam supervisi. Cuma ketika orangnya enggak ketemu, kita enggak bisa paksakan juga untuk datang,” ujarnya.

Ia pun salut dengan inovasi yang dilakukan petugas penyelenggara. Seperti yang dilakukan KPPS di TPS 9 Kelurahan Selumit Pantai yang melaksanakan PSU di area masjid. Sehingga, sewaktu-waktu dapat menginformasikan melalui pengeras suara masjid, agar masyarakat yang belum memilih segera datang ke TPS.

“Jadi teman-teman bisa terus mengingatkan melalui pengeras suara kepada warga yang belum menggunakan hak pilihnya,” pujinya.

Proses penghitungan surat suara juga dilakukan langsung di TPS. Setelah selesai, kotak suara langsung dibawa ke Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) setempat untuk dilakukan rekapitulasi. Pihaknya sudah menginstruksikan kepada PPK untuk menunggu pelaksanaan PSU sebelum melakukan rapat pleno.

Sementara itu, komisioner Bawaslu Tarakan Dian Antardja, juga menduga tingkat partisipasi pemilih pada PSU tidak akan mencapai 100 persen. Salah satu alasannya, karena C-6 tidak terdistribusi semuanya. Seperti yang ditemukan di TPS 9 Kelurahan Selumit Pantai. 

“Memang faktornya, ada (pemilih) yang harus ke laut karena petambak, dan memang ada juga yang tidak ditemukan orangnya,” ujar Dian kepada awak media.

Namun, pihaknya sudah mengantisipasi terhadap pemilih yang tidak mendapatkan C-6, dengan mengimbau kepada KPPS untuk memberikan informasi ulang melalui pengeras suara masjid. Dian berharap, tingkat partisipasi pemilih di PSU ini bisa di atas 50 persen.

Mengenai teknis perhitungan suara, pihaknya menyerahkan kepada penyelenggara pemilu untuk mengaturnya. Karena menurut Dian, tidak ada aturan secara normatif yang memaksa harus diselesaikan saat hari pencoblosan juga. Melainkan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.

Aparat keamanan juga menduga rendahnya partisipasi pemilih di PSU. “Dari hasil pantauan, pelaksanaannya lancar meskipun antusiasme pemilih kita rasakan berkurang daripada waktu pemungutan suara serentak,” ujar Kapolres Tarakan AKPB Yudhistira Midyawan yang turut memantau pelaksanaan PSU.

“Tapi kita maklumi karena pada hari ini (kemarin, red) bukan hari libur. Jadi mungkin banyak masyarakat yang masih beraktivitas, kerja, dan sebagainya,” tuturnya. 

Pihak keamanan sendiri memberikan pengawalan ketat terhadap pelaksanaan PSU. Dengan menurunkan personel lebih banyak dalam menjaga setiap TPS.

“Anggota kita plot 4 sebenarnya, tapi yang backup banyak. Backup penebalan dari TNI dan sebagainya lebih banyak lagi. Kita bisa konsentrasi di satu atau dua TPS ini,” pungkasnya. (mrs/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Mei 2019 13:18

Kasus Video Penganiayaan, Pelaku dan Korban Berdamai

TARAKAN – Kasus penganiayaan seorang anak perempuan di Tarakan yang…

Sabtu, 18 Mei 2019 13:16

Satu Eks WTS Dapat Rp 6 Juta

TARAKAN – Setelah menunggu hingga beberapa bulan pasca ditutupnya lokalisasi…

Kamis, 16 Mei 2019 14:05

Tarakan Belum Beranjak ke WTP

TARAKAN – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mulai menyerahkan hasil…

Kamis, 16 Mei 2019 14:03

Balapan Liar Jadi Ajang Taruhan

TARAKAN – Para pelaku balapan liar yang kerap meresahkan pengguna…

Rabu, 15 Mei 2019 13:10

Tarakan TV Hanya Jadi Beban, Begini Maunya Wali Kota...

TARAKAN – Revitalisasi terhadap sejumlah perusahaan daerah bakal dilakukan Pemkot…

Selasa, 14 Mei 2019 13:09

Peraturan THR PNS Membingungkan

TARAKAN – Pemerintah telah mengeluarkan peraturan pembayaran tunjangan hari raya…

Selasa, 14 Mei 2019 13:08

Viral Video Anak Perempuan Dianiaya, Ditempeleng hingga Ditendang

TARAKAN - Video penganiayaan yang diduga terjadi di Tarakan, viral…

Senin, 13 Mei 2019 12:41

Utamakan Zonasi, Hapus Jalur Gakin

TARAKAN – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020,…

Senin, 13 Mei 2019 12:09

Demokrat Belum Tentukan Sikap

TARAKAN – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 2020 mendatang mulai…

Senin, 13 Mei 2019 12:07

Terjerembap Gara-Gara Jalan Putus

TARAKAN – Jalan putus di sekitar kawasan Gunung Slipi, Kampung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*