MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 15 Mei 2019 13:22
Bangunan THM Diduga Jadi Penyebab Kebocoran Pipa Minyak di Jalan Pulau Bunyu
WILAYAH KERJA: Lokasi kebocoran pipa minyak Pertamina Aset 5 Tarakan di Jalan Pulau Bunyu, Selasa (14/5).

PROKAL.CO, TARAKAN – Kebocoran pipa minyak milik Pertamina kembali terjadi. Yakni, di Jalan Pulau Bunyu Kelurahan Kampung Satu/Skip. Diperkirakan kebocoran pipa terjadi pukul 07.00 Wita, Selasa (14/5).

Pihak Pertamina menyebut bahwa kebocoran pipa karena pengaruh bangunan tempat hiburan malam, yang berdiri di atas jalur distribusi minyak (flowline). Karena beban bangunan, menyebabkan kebocoran pada pipa.

“Kalau kami lihat dari segi keamanan beroperasi di industri migas, wilayah itu masuk wilayah kerja,” ujar Regal and Relation PT Pertamina Aset 5 Field Tarakan, Sarah Yunita.

Menurutnya, di wilayah kerja seharusnya tidak ada bangunan apa pun.  “Mungkin (pemilik THM, Red) enggak tahu. Kami juga belum investigasi, karena terbatas. Di atasnya ada bangunan, bisa jadi itu bocor karena di atasnya ada bangunan, terbebani. Harusnya tidak ada bangunan,” tambahnya.

Dikatakan, untuk penanganan kebocoran pipa itu, pihaknya telah melakukan tindakan. Yakni, dengan menutup salah satu dari tujuh sumur yang berproduksi di wilayah itu. Selain itu, juga dilakukan pemasang saluran pembuangan.

“Nanti mungkin akan kami sedot minyaknya yang tumpah, kemudian juga ujungnya bisa kami bersihkan,” ungkapnya.

Untuk jangka panjang, pihaknya harus menggali tanah di lokasi itu untuk menemukan dan menutup kebocoran pipa. “Satu-satunya cara untuk memperbaiki itu memang harus dibongkar,” ujarnya.

Dijelaskan, dari segi aturan mendirikan bangunan di wilayah kerja dilarang sesuai peraturan keselamatan kerja tambang nomor 341/1930. Dia pun menegaskan bahwa pihaknya pernah memberikan informasi kepada pengelola THM.

Di lain pihak, Wali Kota Tarakan Khairul mengaku masih menunggu laporan dari Pertamina. Namun, ia mencoba menyikapi dengan cermat dampak dari munculnya bangunan di wilayah kerja Pertamina.

“Itulah sebenarnya kenapa memang dilarang mendirikan bangunan di daerah-daerah WKP, terutama yang masih aktif. Yang lebih bermasalah itu, misalnya, kalau terjadi kebakaran karena leadakan dan sebagainya, kan bisa membahayakan nyawa manusia,” ujar Khairul. (mrs/fen)


BACA JUGA

Minggu, 19 Mei 2019 14:01

Tak Ditangani Serius, Berakibat Fatal

TANJUNG SELOR - Beberapa hari terakhir, publik digegerkan dengan adanya…

Minggu, 19 Mei 2019 13:47

Peraih Juara MTQ Belum Terima Hadiah

TANJUNG SELOR - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XV Tahun 2019 Tingkat…

Minggu, 19 Mei 2019 13:44

Apron di Bandara Tanjung Harapan Diperluas

TANJUNG SELOR - Setelah dilakukan perpanjangan runway atau landasan pacu,…

Sabtu, 18 Mei 2019 13:14

Dalami Keterlibatan Napi di Berau

TANJUNG SELOR – Pengungkapan kasus narkoba golongan satu jenis sabu-sabu…

Sabtu, 18 Mei 2019 13:02

Bunyu Layak Diperhatikan

TANJUNG SELOR – Minimnya pembangunan infrastruktur di Kecamatan Pulau Bunyu,…

Jumat, 17 Mei 2019 14:01

Sabu Dibawa dari Bunyu, Kurir Tergiur Upah Rp 15 Juta

TANJUNG SELOR – Jajaran Polda Kaltara kembali mengungkap kasus narkoba…

Jumat, 17 Mei 2019 13:55

Oknum PNS Kembali Terjerat Kasus Naskoba

TARAKAN – Seorang PNS berinisial DU yang berdinas di Satuan…

Jumat, 17 Mei 2019 13:39

Harus Bongkar Bangunan THM

TARAKAN – Satu-satunya jalan yang harus dilakukan Pertamina untuk penanganan…

Jumat, 17 Mei 2019 13:36

Prihatin Pemadaman Listrik di Bunyu

TARAKAN – Desakan agar PLN segera mengakhiri pemadaman bergilir di…

Kamis, 16 Mei 2019 14:01

Pelaku Penganiayaan Masih SMP, Perekam Video Bakal Dipanggil Polisi

TARAKAN – Kasus video penganiayaan seorang anak perempuan yang viral…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*