MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 15 Mei 2019 13:22
Bangunan THM Diduga Jadi Penyebab Kebocoran Pipa Minyak di Jalan Pulau Bunyu
WILAYAH KERJA: Lokasi kebocoran pipa minyak Pertamina Aset 5 Tarakan di Jalan Pulau Bunyu, Selasa (14/5).

PROKAL.CO, TARAKAN – Kebocoran pipa minyak milik Pertamina kembali terjadi. Yakni, di Jalan Pulau Bunyu Kelurahan Kampung Satu/Skip. Diperkirakan kebocoran pipa terjadi pukul 07.00 Wita, Selasa (14/5).

Pihak Pertamina menyebut bahwa kebocoran pipa karena pengaruh bangunan tempat hiburan malam, yang berdiri di atas jalur distribusi minyak (flowline). Karena beban bangunan, menyebabkan kebocoran pada pipa.

“Kalau kami lihat dari segi keamanan beroperasi di industri migas, wilayah itu masuk wilayah kerja,” ujar Regal and Relation PT Pertamina Aset 5 Field Tarakan, Sarah Yunita.

Menurutnya, di wilayah kerja seharusnya tidak ada bangunan apa pun.  “Mungkin (pemilik THM, Red) enggak tahu. Kami juga belum investigasi, karena terbatas. Di atasnya ada bangunan, bisa jadi itu bocor karena di atasnya ada bangunan, terbebani. Harusnya tidak ada bangunan,” tambahnya.

Dikatakan, untuk penanganan kebocoran pipa itu, pihaknya telah melakukan tindakan. Yakni, dengan menutup salah satu dari tujuh sumur yang berproduksi di wilayah itu. Selain itu, juga dilakukan pemasang saluran pembuangan.

“Nanti mungkin akan kami sedot minyaknya yang tumpah, kemudian juga ujungnya bisa kami bersihkan,” ungkapnya.

Untuk jangka panjang, pihaknya harus menggali tanah di lokasi itu untuk menemukan dan menutup kebocoran pipa. “Satu-satunya cara untuk memperbaiki itu memang harus dibongkar,” ujarnya.

Dijelaskan, dari segi aturan mendirikan bangunan di wilayah kerja dilarang sesuai peraturan keselamatan kerja tambang nomor 341/1930. Dia pun menegaskan bahwa pihaknya pernah memberikan informasi kepada pengelola THM.

Di lain pihak, Wali Kota Tarakan Khairul mengaku masih menunggu laporan dari Pertamina. Namun, ia mencoba menyikapi dengan cermat dampak dari munculnya bangunan di wilayah kerja Pertamina.

“Itulah sebenarnya kenapa memang dilarang mendirikan bangunan di daerah-daerah WKP, terutama yang masih aktif. Yang lebih bermasalah itu, misalnya, kalau terjadi kebakaran karena leadakan dan sebagainya, kan bisa membahayakan nyawa manusia,” ujar Khairul. (mrs/fen)


BACA JUGA

Selasa, 23 Juli 2019 15:52

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penembakan

TARAKAN – Identitas pelaku penembakan mobil dengan tanda nomor kendaraan…

Selasa, 23 Juli 2019 15:50

Warga Tarakan Hilang di Perairan Tias

TANJUNG SELOR – Seorang nelayan bernama Yanudin (50), dikabarkan hilang…

Selasa, 23 Juli 2019 15:50

Pembangunan Lapas Mendesak

TANJUNG SELOR - Wacana pembangunan lembaga pemasyarakatan (Lapas) di wilayah…

Selasa, 23 Juli 2019 15:48

Inisial KH Mengarah ke Mantan Wawali

TARAKAN – Polres Tarakan terus mendalami dugaan korupsi pengadaan lahan…

Selasa, 23 Juli 2019 14:19

Wajah Lama Tersisa Lima

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara telah menetapkan…

Senin, 22 Juli 2019 11:44

BNN Rencanakan Pos Interdiksi Terpadu

BADAN Narkotika Nasional (BNN) Pusat menaruh perhatian khusus terhadap Kalimantan…

Senin, 22 Juli 2019 11:42

Lokasi PLBN Seimenggaris Disepakati

TANJUNG SELOR – Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di…

Senin, 22 Juli 2019 11:41

Terendus sejak Awal Juli

TANJUNG SELOR – Penangkapan seorang pria bernama Achmad Fathoni, 20,…

Senin, 22 Juli 2019 11:41

Desak Investor Segera Bebaskan Lahan

TANJUNG SELOR – Pembebasan lahan di lokasi Kawasan Industri dan…

Senin, 22 Juli 2019 11:37

Aliran Sesat di Sini Diduga Masih Ada

TARAKAN – Kegiatan aliran sesat diduga masih ada di Bumi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*