MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Senin, 08 Juli 2019 14:15
Pemprov Lirik Gajah Pygmy, Mau Diapain...??
Ilustrasi

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG SELOR – Keberadaan gajah kerdil atau Borneo Pygmy Elephant (Elephas maximus borneensis))  di wilayah Kalimantan Utara, atau daerah perbatasan di Kabupaten Nunukan, populasinya diperkirakan hanya 80 ekor yang tersebar di beberapa wilayah seperti Seimenggaris dan Tulin Onsoi.

Pengembangan habitat gajah Kalimantan, itu menjadi salah satu program yang sedang dilakukan Pemprov Kaltara. Seperti dikatakan Kepala Sub Bidang Pariwisata dan Lingkungan Hidup Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-Litbang) Kaltara, Jufri, keberadaan gajah kerdil itu dapat menjadi daya tarik wisata, dan penelitian.

Pihaknya mendapat informasi bahwa gajah Kalimantan di Nunukan sering melewati perkebunan milik swasta. Oleh sebab itu, pihaknya berkoordinasi dengan perusahaan pemilik perkebunan. 

Di Tahun ini, pihaknya akan menindaklanjuti secara resmi dan mendetailkan teknis koridor gajah yang melewati areal perusahaan tersebut. “Jadi memang dari apa yang kami kaji dan kami koordinasikan, akhirnya kami tindak lanjuti,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Pemprov Kaltara, kata dia, berupaya menyelamatkan gajah Kalimantan sebagai satwa endemik. Dalam setiap pertemuan, lanjut Jufri, Pemprov pun selalu membahas hal tersebut. Agar pembangunan koridor gajah mendapat dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Kawasan konservasi gajah masuk di kawasan Heart of Borneo (HoB). Oleh sebab itu, pemerintah pusat memberikan dukungan penuh,” ujarnya.

Lanjutnya, pengembangan koridor gajah juga akan disinkronkan dengan kawasan HoB. Pengembangan koridor gajah Kalimantan sejalan dengan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Seimenggaris. Hal tersebut diselaraskan dengan bidang pariwisata, karena mendukung akses jalur wisata lebih mudah. 

“Kawasan HoB ini secara keseluruhan juga diprioritaskan bisa menjadi kawasan wisata alam yang memiliki nilai edukasi bagi masyarakat,” ujarnya. (*/fai/fen)


BACA JUGA

Jumat, 19 Juli 2019 14:42

Terdakwa Dugaan Tipikor Dituntut 8 Tahun

TANJUNG SELOR – Terdakwa kasus dugaan korupsi yang merupakan mantan…

Jumat, 19 Juli 2019 14:41

Mayat Membusuk di Pondok

TANJUNG SELOR – Mayat seorang pria yang belum diketahui identitasnya…

Jumat, 19 Juli 2019 14:41

Enam Sumur Baru Pernah Produksi 3.600 Barel/Hari

Berpuluh-puluh tahun, eksploitasi minyak bumi dan gas (migas) di Kalimantan…

Jumat, 19 Juli 2019 14:36

Kaltara Jadi Target Pengawasan

TARAKAN – Badan Obat dan Makanan (BPOM) akan memaksimalkan tugas…

Jumat, 19 Juli 2019 14:35

Bawaslu Perkirakan di Bawah Rp 20 M

TARAKAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kaltara segera mengusulkan…

Kamis, 18 Juli 2019 14:40

Irianto Beri Sinyal Ganti Pengurus

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara Irianto Lambrie mengaku sudah meminta…

Kamis, 18 Juli 2019 14:37

Pelabuhan Bunyu Terbentur Status Lahan

TANJUNG SELOR – Rencana pembangunan pelabuhan di Pulau Bunyu, Bulungan,…

Kamis, 18 Juli 2019 14:36

Lantung Tehambur..!! Pertamina Bantah karena Eksploitasi

TARAKAN – Genangan minyak mentah atau lantung yang naik ke…

Kamis, 18 Juli 2019 14:35

Hanya ‘Bermodal’ Rp 2.000

TANJUNG SELOR - Kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur…

Rabu, 17 Juli 2019 14:11

Kemenag Pastikan Tak Ada Warga Luar

TANJUNG SELOR – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kaltara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*