MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 25 Maret 2017 12:44
DLH Awasi Limbah B3 Rumah Sakit

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di rumah sakit, puskesmas maupun perusahaan-perusahaan menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara. Dengan demikian, tidak berdampak pada lingkungan sekitarnya.

Pengawasan dan pemantauan yang dilakukan DLH yaitu turun ke lapangan untuk melihat secara langsung penanganan limbah berbahaya oleh rumah sakit, puskesmas dan perusahaan. Karena menurut Kepala  DLH Kaltara Edy Suharto, penanganan limbah B3 perlu penanganan khusus.

“Makanya perlu dilakukan pengawasan secara intens, apakah telah sesuai dengan prosedur,” ujarnya, Jumat (24/3).

Disebutkannya, limba B3 terbagi menjadi dua, yakni padat dan cair. Untuk limbah cair di rumah sakit atau puskesmas di antaranya sisa pencucian hasil rongtgen, cairan suntikan, dan hasil operasi. Sedangkan limbah padat di antaranya bekas jarum suntik, botol infus, serta kemasan obat-obatan.

Untuk penanganannya pun, lanjutnya, sangat berbeda. Untuk limbah padat dilakukan dengan cara dibakar melalui teknologi pengelolaan sampah dengan cara dibakar dengan melibatkan bahan organik atau insinerasi, serta pengelolaan sampah bertemperatur tinggi atau incenerator.

Sementara limbah cair, dia menyebutkan dapat dikelola dengan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL). Hal itu dilakukan guna menetralisir larutan zat-zat tertentu yang terkandung dalam limbah.

“Jadi tidak bisa dibuang ke tempat umum sebelum cairan dikelola. Kalau sudah diolah, limbah itu bisa dibuang ke tempat umum, karena sudah tidak berbahaya lagi,” jelasnya.

Sedangkan untuk pengecekan apakah limbah tersebut kategori berbahaya atau tidak, pihaknya membawa sampel ke Samarinda, Kaltim. Pasalnya, laboratorium di Kaltara belum ada.

Dia juga mengatakan, tahun ini akan dilakukan penilaian kinerja pengelolaan lingkungan yang salah satunya terkait penanganan limbah B3. Sedangkan item penilaian yaitu ruang operasi, proses pengelolaan limbah mulai dari input maupun output, termasuk volume limbah yang diterima dan dimusnahkan. (san/har)


BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 19:32

Tambahan Modal Usaha Ludes

KESEDIHAN sangat jelas terlihat di wajah Sejarah. Perempuan 61 tahun…

Rabu, 19 Juni 2019 19:25

Pemprov Kembali Berburu Direksi BUMD

TANJUNG SELOR – Pendaftaran calon direksi dua BUMD bentukan Pemprov…

Selasa, 18 Juni 2019 19:56

Gubernur Minta Sekprov Beri Teguran

TANJUNG SELOR – Usai menyampaikan sambutan pada rapat paripurna persetujuan…

Selasa, 18 Juni 2019 19:55

Puluhan Rumah Ludes

TARAKAN – Kebakaran hebat terjadi di RT 15 Kelurahan Juata…

Selasa, 18 Juni 2019 19:54

Gara-Gara Ini, Warga Pasang Spanduk “Ancaman”

TANJUNG SELOR – Perjuangan warga agar jalan penghubung dari Kecamatan…

Senin, 17 Juni 2019 21:35

160 Senpi Rakitan Diserahkan Warga

TARAKAN – Kesadaran akan dampak hukum memiliki senjata api (senpi)…

Senin, 17 Juni 2019 21:21

Persyaratan untuk Lapangan Terbang Masih Kurang

TANJUNG SELOR – Setelah diajukan ke Otoritas Bandara (Otban) Wilayah…

Senin, 17 Juni 2019 21:19

Lahan untuk KBM Tanjung Selor, 250 Hektare Masih Bersengketa

TANJUNG SELOR – Realisasi pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung…

Minggu, 16 Juni 2019 16:06

Satu Rumah Diterjang Longsor

TANJUNG SELOR – Satu rumah warga di RT 02 Desa…

Minggu, 16 Juni 2019 15:40

Kemenag Bulungan Pilih Berau

AKSES yang dianggap lebih mudah, menjadi pertimbangan Kantor Kementerian Agama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*