MANAGED BY:
SABTU
19 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 26 Maret 2017 14:12
Sempat Diragukan Orangtua, Tertarik Main Film Action

Aufa Assegaf, Pemeran Film Cahaya dari Timur: Beta Maluku

RAMAH: Aufa Assegaf (baju hitam) foto bersama pelajar SMAN 1 Tanjung Selor, Jumat (25/3).

PROKAL.CO, Pemeran film Cahaya dari Timur: Beta Maluku, Aufa Assegaf yang berkunjung ke Bulungan berbarengan dengan peresmian laboratoriun seni dan film SMAN 1 Tanjung Selor, mengisahkan perjalanan kariernya di dunia seni peran kepada Bulungan Post.

 

PURWANTO, Tanjung Selor

 

BUTUH kerja keras dan tak mudah putus asa untuk mengapai sebuah impian. Itu pula yang menjadi pedoman Aufa, hingga akhirnya ia dikenal sebagai salah satu aktor film layar lebar di negeri ini.

Bahkan, ia tak menyangka membintangi film Cahaya dari Timur: Beta Maluku bersama artis-artis papan atas Indonesia seperti Chicco Jerikho dan Shafira Umm.

Diceritakannya, film Cahaya dari Timur: Beta Maluku yang dirilis 19 Juni 2014 lalu, diangkat dari kisah nyata sejumlah remaja yang gemar bermain sepak bola. Peran pria kelahiran Ambon, 19 Agustus 1997 ini sebagai Hari Zamhari Lestaluhu dan bertindak selaku kapten tim.

Dalam memerankan film tersebut, Aufa kerap menyahut dengan sebutan “jago” ketika diabsen. Sehingga sebutan itu pun melekat di sejumlah pelajar SMAN 1 Tanjung Selor saat menyaksikan bersama pemutaran film yang diperankannya.

Menurut Aufa, sejumlah pelajar asal Ambon banyak yang mengikuti casting untuk dipilih sebanyak 11 orang. Termasuk dirinya yang saat itu masih duduk di kelas 3 SMAN 11 Ambon. Jumlah itu sebagai pemenuhan satu tim kesebelasan sepak bola asal Ambon, Maluku.

“Dari sekolah saya waktu itu ada tiga orang yang dipilih untuk ikut casting. Yang ikut mencapai ratusan pelajar untuk diseleksi menjadi pemeran dalam film itu,” kenang pria yang memiliki hobi olahraga ini, Jumat (24/3) malam.

Hal yang menggembirakan bagi Aufa setelah dihubungi pihak yang melaksanakan casting bahwa namanya menjadi salah satu yang lulus. Proses casting pun dilalui Aufa sebanyak tiga kali sebelum dinyatakan lulus.

Lulus sebagai pemeran film membuat anak pasangan Muhammad Assegaf dan Farwah Assegaf ini merasa bangga dan senang. Apalagi lokasi syuting berada Ambon, sekaligus untuk memperkenalkan daerahnya.

Namun, orangtuanya sempat tidak percaya dan ragu saat dirinya dinyatakan lulus casting. Karena dia dikenal sebagai remaja yang pendiam di lingkungan keluarga. Meskipun demikian, orangtuanya tetap memberikan dukungan.

Berakting pertama kali di depan kamera, membuat dirinya gugup. Beruntung dia selalu didampingi pelatih acting sehingga bisa melalui proses dengan lancar. “Lokasi pembuatan filmnya 80 persen di Ambon dan 20 persen di Jakarta. Itu pun saat memasuki partai final sepak bola,” tuturnya.

Berkat kerja keras seluruh pemeran dan kru film, Cahaya dari Timur: Beta Maluku pun memperoleh penghargaan pada Festival Film Indonesia (FFI) di 2014 lalu.

Selain itu film Cahaya Dari Timur. Aufa pun bermain film Filosofi Kopi 1 pada 2015. “Dalam film itu saya bersama aktris Julia Estelle. Saya berperan sebagai barista,” ujarnya.

Karena peran itu, ia pun harus rela belajar menjadi barista selama seminggu. Setiap hari yang dipelajarinya berkutat dengan mesin pembuatan kopi. Selain Filosofi Kopi 1, Aufa juga berperan di film Jingga.

Dalam film ketiganya pada 2016, hal yang menantang karena berperan sebagai tunanetra sejak lahir. Banyak yang dipelajari untuk mendalami karakter sebagai orang buta. Apalagi lakon itu mulai dilahirkan hingga tumbuh dewasa. Termasuk mempelajari huruf Braille dan cara menulis menggunakan alat khusus bagi penyandang tunanetra.

Tidak mudah baginya untuk mendalami karakter tersebut. Bahkan Aufa dibawa ke sekolah luar biasa (SLB) untuk melihat aktivitas keseharian penyandang tunanetra. Penjiwaan karakter dibutuhkan untuk mendapatkan hasil maksimal.

Setelah sukses dengan film Jingga. Dewi Fortuna menghampiri pria yang kini memiliki jenggot untuk kembali berperan di film Filosofi Kopi 2. Proses pembuatan film itu sendiri sudah rampung dan siap tayang perdana Juli tahun ini.

Dari seluruh film yang telah dibintanginya, Aufa masih menyimpan keinginan mendapat peran di film action. (*/fen)


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 13:34

Tas Hitam Bikin Heboh, Ternyata Isinya Mengejutkan..!!

TARAKAN – Tas hitam di teras rumah salah seorang warga…

Kamis, 17 Januari 2019 13:32

Studio Cinema XXI Hampir Rampung

TARAKAN – Pengelola Grand Tarakan Mall (GTM) yakin Cinama XXI…

Kamis, 17 Januari 2019 13:26

Sembilan ASN Langgar Kedisiplinan

TARAKAN – Sebanyak sembilan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Tarakan…

Selasa, 15 Januari 2019 11:54

Agen Perjalanan Terancam Gulung Tikar

TARAKAN – Sorotan terhadap maskapai tidak hanya menyangkut tarif tiket…

Selasa, 15 Januari 2019 11:49

Pemkot Belum Serahkan P3D

TANJUNG SELOR – Pelimpahan kewenangan personel, pendanaan, sarana dan prasarana…

Senin, 14 Januari 2019 10:08

Polda Incar RSUD Mantri Raga

TARAKAN - Rawannya kasus penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Utara, menjadi…

Senin, 14 Januari 2019 09:54

Lima DOB Terus Perjuangkan

TANJUNG SELOR – Moratorium pemekaran daerah yang masih diberlakukan pemerintah…

Minggu, 13 Januari 2019 12:11

Asusila karena Ekonomi dan Pendidikan

TANJUNG SELOR - Tindakan kriminal seperti perbuatan asusila, erat kaitannya…

Minggu, 13 Januari 2019 12:08

Wakil Kaltara Pun Terseret Kasus Prostitusi Online

TANJUNG SELOR – Berita mengejutkan muncul dari pengembangan penyidikan kasus…

Sabtu, 12 Januari 2019 10:51

Parpol Diberi Waktu hingga 31 Januari

TANJUNG SELOR – Laporan pertanggungjawaban (LPj) bantuan keuangan partai politik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*