MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 09 Juli 2017 13:02
Perusahaan Dinilai Tak Punya Iktikad Baik

Terkait Pencemaran Sungai di Malinau

Listiani

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Anggota DPRD Kaltara Listiani menyayangkan lambannya penanganan limbah tiga perusahaan pertambangan yang mencemari sungai di Kabupaten Malinau. Sebab, berdasarkan laporan masyarakat yang ia terima, pencemaran itu sudah terjadi sejak lama.

Dikatakannya, berdasarkan informasi masyarakat, pencemaran sungai diduga terjadi sejak 2010 lalu. Bahkan, sebelumnya sudah beberapa kali difasilitasi baik DPRD maupun Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malinau. Dalam pemanggilan itu, ada kesepakatan bahwa perusahaan siap membenahi pembuangan limbah mereka.

“Dari dulu perusahaan sudah ada penyataan siap membenahi limbahnya. Perjanjiannya itu mulai tahun 2010. Sudah hampir 7 tahun,” kata wakil rakyat asal Malinau ini.

Perusahaan tambang yang disebut sebagai biang, yakni PT Baradinamika Muda Sukses (BDMS), PT Mitrabara Adiperdana dan PT Kayan Putra Utama Coal (KPUC). Ia pun menilai selama ini perusahaan tidak ada iktikad baik untuk menangani limbah yang telah mencemari sungai Malinau. Padahal, Sungai Malinau merupakan sumber air baku PDAM.

Bahkan untuk sementara PDAM Apa’ Mening Malinau memutuskan untuk tidak mendistribusikan air bersih di wilayah instalasai pengelolaan air (IPA) Desa Kuala Lapang, Malinau Barat.

“Informasinya PDAM kini sudah merasa sudah tidak mampu mengolah air secara maksimal. Air baku saat ini sudah tidak dapat diolah karena tingkat kekeruhan air bakunya sudah berada di luar ambang batas,” ungkapnya.

Berdasarkan pengakuan dari pihak PDAM, kondisi ini berlangsung hingga air baku memungkinkan untuk diproses kembali. Sementara ini, tingkat kekeruhan air baku mencapai 994x2, atau total kekeruhan air PDAM mencapai 1.993 NTU. Sedangkan untuk normalnya air yang bisa dikelola itu 25 NTU.

“Begitu juga dari segi kesehatan, Dinas Kesehatan setempat sudah memaparkan dampak pencemaran itu,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, semua perusahaan sudah menandatangani kesepakatan untuk menagani limbah yang mencemari sungai. “Sekarang operasional perusahaan itu dihentikan sementara sampai komitmen mereka membenahi limbah terealisasi. Saya sendiri hadir dalam pertemuan kemarin (Jumat),” ujarnya.

Ia pun menyebutkan, Pemkab Malinau maupun Pemprov Kaltara melalui instansi terkait terus memonitor aktivitas perusahaan. “Termasuk kami di dewan. Akan kami monitor apakah mereka serius melaksanakan komitmen itu,” tegas anggota komisi III ini.

Jika selama waktu yang ditentukan mereka tidak melaksanakan komitmen itu, ia meminta pemerintah mengambil sikap tegas. “Dalam perjanjian apabila tidak dilaksanakan ada sanksi. Jadi saya harap dinas terkait melihat kembali aktivitas mereka. Kalau perusahaan melanggar segera tindak lanjuti,” ujarnya. (har/fen)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 11:51

Sudah 10 Hektare Lahan Terbakar di Bulungan, Pemilik Sengaja Membakar

TANJUNG SELOR – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) belum berhasil…

Rabu, 20 Maret 2019 11:48

Pusat Kampanyekan Visit Heart of Borneo

JAKARTA – Jantung Kalimantan atau Heart of Borneo (HoB) mulai…

Selasa, 19 Maret 2019 13:58

Percikan Api Muncul saat Penyedotan Kondensat

Lead of HSE and Pasec Tarakan and Bengara Operation PT…

Selasa, 19 Maret 2019 13:56

Cium Pelanggaran SOP

TARAKAN – Insiden di Stasiun Pengumpul Utama Gas (SPUG) G-8…

Selasa, 19 Maret 2019 13:55

Listrik Padam, Satu Rumah Jadi Arang

TARAKAN – Kebakaran menghanguskan satu rumah milik Fatimah, sekira pukul…

Selasa, 19 Maret 2019 13:53

Akun FB Wawali Diretas, Dimanfaatkan Oknum untuk Meminta Sumbangan

TARAKAN – Baru menjabat sebagai Wakil Wali Kota (Wawali) Tarakan,…

Senin, 18 Maret 2019 14:01

Penampungan Meledak, 23.730 Pelanggan Jargas Terdampak

Ledakkan di penampungan utama gas Plant G-8 yang dikelola PT…

Senin, 18 Maret 2019 14:00

SPUG G-8 PT Medco E&P Meledak, Satu Pekerja Meregang Nyawa

TARAKAN – Dua orang menjadi korban ledakkan di Stasiun Pengumpul…

Senin, 18 Maret 2019 13:55

Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

TANJUNG SELOR - Seorang balita berusia 4 tahun bernama Sefrileon,…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:07

Patuhi Aturan, Pemprov Tak Pernah Janjikan Legalisasi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) tak pernah menjanjikan akan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*