MANAGED BY:
SENIN
18 OKTOBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Jumat, 29 Januari 2016 17:31
Ibu Tiga Anak Jadi Kurir Sabu Baru Menyesal setelah Ditangkap Polisi
BERANAK TIGA: Sri saat diperiksa di ruang Satreskoba Polres Bulungan.

TANJUNG SELOR – Peredaran sabu-sabu di Bulungan kian meluas. Tak hanya laki-laki, ibu rumah tangga pun terjerumus dalam bisnis haram tersebut. Seorang wanita berinisial Sri (36), ditangkap karena diduga menjadi kurir sabu.

Warga Jalan Kiemas Aji Kertosono, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tanjung Palas, Bulungan itu, dibekuk di rumahnya sekitar pukul 14.00 Wita, Senin (25/1). Polisi sendiri sudah mengincarnya sejak lama.

Ditemui di ruang Satreskoba Polres Bulungan kemarin, ibu 3 anak itu terlihat sangat syok. Dia mengaku menyesal, dan sedih harus berpisah dengan anak-anaknya. Apalagi salah satu anaknya berusia 2 bulan dan masih harus diberi ASI olehnya. "Menyesal saya seperti ini, rasanya pingin mati saja. Saya tak bisa pisah dengan anak,” ungkap Sri sedih.

Wanita kelahiran Tanjung Palas, 9 Oktober 1979 itu, mengaku menjadi kurir sabu baru tiga hari, sebelm digerebek Satuan Reserse Narkobaa (Satreskoba) Polres Bulungan.

“Barang itu dikirim ke sini (Tanjung Selor) dari Tarakan. Ada orang yang antarkan ke saya. Biasanya saya ambil di jalan saja,” kata wanita yang bersuamikan pekerja bengkel itu.

Dari penjualan selama tiga hari itu, Sri mengaku bisa meraup hasil sebesar Rp 1 juta. Hanya saja dia tidak mengatakan, berapa jumlah barang haram yang dia ambil tersebut, karena kata dia, yang dia jual merupakan sisa dari orang lain.

Bukan kali ini saja, sebelumnya Sri juga pernah menjadi kurir. Namun katanya dia sudah berhenti, dan baru kali ini kembali lagi terjun ke bisnis yang menjanjikan keuntungan besar itu.

“Iseng saja jual ini (sabu), untuk cari uang tambahan makan saja,” jelasnya. “Memang penghasilan suami saya sudah cukup. Cuma namanya kita kepengin ini, kepengin itu. Makanya saya cari uang tambahan sendiri,” sambungnya.

Selain sebagai pengedar, Sri yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka, juga mengaku pernah menjadi pengguna barang haram itu. “Terakhir saya pakai itu waktu saya mau melahirkan, karena saya perlu kekuatan tubuh,” tutur dia.

Sabu-sabu biasa dijual kepada pelanggannya mulai dari harga Rp 100.000 hingga Rp 150.000 per paketnya. “Saya tidak pakai timbangan, kira-kira saja banyaknya,” sebut Sri, seraya menyebut untuk modal awal dia beli seharga Rp 6 juta.

Terpisah, Kapolres Bulungan AKBP Ahmad Sulaiman melalui Kasat Reskoba Iptu Simon Tammu mengatakan, tersangka merupakan target lama yang diincar polisi.

“Mulai tahun baru 2016 lalu, kami sudah dapat informasi dari masyarakat bahwa di rumah yang bersangkutan itu sering ada transaksi narkoba. Makanya anggota sudah membuntutinya,” kata dia.

Berdasaarkan laporan itulah, lanjut Simon, pihaknya melakukan penyelidikan. “Setelah ada kepastian, kami langsung lakukan pengerebekan dan saat digeledah di dalam kamar yang bersangkutaan, ditemukan barang ini (sabu-sabu),” jelasnya, seraya menyebut dari tes urine tersangka juga terbukti menggunakan sabu-sabu.

Selain tersangka, polisi menduga masih ada pelaku lain yang kini masih dalam pengejaran. “Sekarang masih kami cari,” kata Simon, enggan menyebut identitas pelaku dimaksud.

Di sisi lain, lanjut Simon, suami tersangka sebenarnya sudah sering mengingatkan. Namun karena kesibukannya dengan pekerjaannya di bengkel, suami tersangka kurang memberikan pengawasan.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 112, 114 dan 127 Undang-Undang (UU) 35 Tahun 2009, tentang narkotika. Tersangka pun kini harus mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Bulungan dan terpaksa meninggalkan anaknya yang masih bayi. (*/nug/udi)


BACA JUGA

Jumat, 20 November 2015 18:16

165 Calon Banpol PP Tak Lolos Tes Fisik

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Sebanyak 165 orang calon anggota Bantuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers