MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Rabu, 28 Maret 2018 14:31
Pusat Gelontorkan SOA Barang
PERDANA: Penerbangan ke Bandara Long Ampung masuk salah satu rute yang mendapat SOA barang dari Kemenhub pada tahun ini.

PROKAL.CO, TARAKAN – Subsidi ongkos angkut (SOA) barang untuk warga perbatasan tidak hanya dianggarkan Pemprov Kaltara. Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan, juga mengalokasikan anggaran subsidi angkutan udara kargo ke provinsi ke-34 ini.

Namun, belum semua daerah perbatasan dan pedalaman yang teranggarkan pada subsidi angkutan udara kargo melalui APBN ini. Hanya untuk rute Tarakan-Long Bawan (Nunukan) dan Tarakan-Long Ampung (Malinau).

“(Subsidi angkutan udara kargo, Red) Ini merupakan perdana,” ujar Kepala Bandara Internasional Juwata Tarakan Elfi Amir, Selasa (27/3).

Dengan adanya alokasi anggaran subsidi itu, pihaknya bersama Pemprov Kaltara dan pemerintah kabupaten yang wilayahnya masuk rute subsidi angkutan udara kargo akan melakukan persiapan pelaksanaan teknisnya.

“Nantinya dalam seminggu akan ada satu kali penerbangan dengan dua rute tadi,” ujarnya.

Namun, dia mengatakan bahwa tetap ada aturan yang diberlakukan. Yakni, kebutuhan pokok yang diangkut nantinya tidak boleh melebihi 800 kilogram. “Tapi saat ini masih dilakukan lelang. Jadi belum tahu maskapai apa yang akan melayani penerbangan ke dua rute itu,” tambahnya.

Dia berharap lelang SOA barang ini bisa mulai berjalan mulai Juni mendatang. Sedangkan mengenai barang atau kebutuhan yang boleh diangkut, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Disperindagkop Kaltara dan pemkab setempat.

“Kami hanya menyediakan fasilitas saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindakop Kaltara Hasriyani mengatakan, barang yang boleh diangkut hanya kebutuhan pokok dan yang melalui kesepakatan. Karena menurutnya, pemberian subsidi hanya untuk kebutuhan masyarakat di daerah terpencil yang sulit dijangkau.

“Ada tiga cara pengangkutan. Pertama melalui udara dulu, darat dan jalur air,” ujarnya.

Dengan subsidi itu, lanjutnya, dapat menekan harga kebutuhan pokok di daerah terpencil. Karena selama ini, warga di perbatasan harus membeli kebutuhan pokok dengan harga yang mahal. Selain itu, warga di perbatasan pun lebih mengandalkan produk-produk dari negeri tetangga.

“Kalau ada subsidi, warga di sana bisa membeli produk dalam negeri. Tidak lagi produk dari Malaysia,” ujarnya. (*/ade/fen) 


BACA JUGA

Jumat, 16 Agustus 2019 16:07

Bulan Bakti RT Bersih 2019 Ditutup

MALINAU – Bulan Bakti RT Bersih Tahun 2019 di Kabupaten…

Jumat, 16 Agustus 2019 16:05

Belum 100 Persen, Dinkes Agendakan Imunisasi

TARAKAN – Tiga penyakit menular berbahaya pada anak, yakni campak,…

Jumat, 16 Agustus 2019 16:01

Bea Cukai Tangkap Kapal Bermuatan Balpres

TARAKAN – Puluhan balpres berisi ambal dan barang lain seperti…

Jumat, 16 Agustus 2019 15:35

Ombudsman Masih Temukan Kekurangan

TARAKAN – Penerapan sistem operasional yang diberlakukan di Pelabuhan Tengkayu…

Selasa, 13 Agustus 2019 14:06

Hak Dewan Diterima Mulai September

TARAKAN – Hak anggota DPRD Tarakan periode 2019-2024 seperti gaji…

Senin, 12 Agustus 2019 15:14

KPU Usulkan Penundaan Pelantikan KH

TARAKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara telah melayangkan surat…

Jumat, 09 Agustus 2019 22:30

Paham Radikalisme Jadi Ancaman Persatuan

TARAKAN – Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan (Pakem)…

Jumat, 09 Agustus 2019 22:13

Sudah Tiga Titik Terjadi Karhutla

TARAKAN – Ancaman kebakaran lahan kembali “menghantui”. Karena di beberapa…

Kamis, 08 Agustus 2019 16:21

Antisipasi Serangan Teroris

TARAKAN – Latihan bersama Indonesia, Malaysia dan Filipina (Indomalphi) Middle…

Kamis, 08 Agustus 2019 16:08

Anggaran Pelantikan Diajukan Rp 200 Juta

TARAKAN – Pelantikan 30 anggota DPRD Tarakan periode 2019-2024 telah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*