MANAGED BY:
KAMIS
06 AGUSTUS
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Jumat, 04 Maret 2016 15:29
Disperindagkop Sesalkan Gula Malaysia Masuk Tarakan

PROKAL.CO,

TARAKAN – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Tarakan Tajuddin Tuwo, menyesalkan adanya 3 ton gula asal Malaysia yang masuk di Tarakan dan kini diamankan Polres Tarakan.

Menurutnya, seharusnya pedagang bisa melakukan koordinasi dengan Disperindagkop agar hal serupa tidak terjadi. “Harusnya pedagang yang menjual barang dari luar negeri minta pertimbangan, masukan dan minta petunjuk dari Disperindagkop, sampai saat ini tidak ada. Kalau seandainya dia (pedagang) minta masukan tentu saja kita berikan, bagaimana melegalkan itu ada caranya. Tentu kita duduk bersama dengan Bea Cukai dan kepolisian selaku penegak hukum dan undang undang,” ujarnya, Kamis (3/3).

Kata Tajuddin, jika ternyata ada larangan barang impor berupa bahan makanan masuk ke Indonesia melalui jalur Tarakan, pasti ada solusi yang tidak melanggar aturan. “Itu saya kira ada solusi, nantikan kalau ada penertiban barang, jadi ilegal akhirnya karena di kita juga tidak ada data pedagang itu,” katanya.

Lanjutnya, pihaknya tidak bisa berkata apa-apa terhadap 3 ton gula yang telah diamankan kepolisian. “Saya kira kembali ke aturan yang ada dan sekarang sudah masuk di ranah pidana. Padahal, barang itu bisa legal asal prosedurnya sesuai aturan. Jadi, seandainya ada masalah kita duduk bersama tentu ada yang harus dilakukan seperti apa misalnya,” ujarnya.

Karena sudah masuk ke ranah pidana, menurutnya, semua harus diselesaikan di polisi dan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke penegak hukum.

Sementara Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Untung Prayitno mengatakan, untuk menyatakan apakah gula tersebut layak konsumsi atau tidak, harus ada uji laboratorium.

“Sekarang masih dalam proses pengujian. Tetapi kalau saya lihat labelnya memang untuk dikonsumsi langsung. Cuma prosedurnya yang salah. Kami bisa katakan barang itu layak konsumsi dari hasil uji laboratorium, tetapi tidak bisa sebutkan itu ilegal karena harus meminta keterangan si pembawa barang dan kalau memang pemasukannya tidak sah, itu sudah polisi yang melanjutkan,” terangnya.

sementara terkait pengungkapan 350 karung gula ilegal oleh Polres Tarakan 2015 lalu, ia menegaskan bahwa gula tersebut dimusnahkan karena memang tidak layak konsumsi.

“Kalau yang 350 karung dulu itu memang bentuknya kasar. Tetapi yang ini halus dan bisa dikonsumsi langsung. Meskipun layak, kalau ilegal bisa saja dimusnahkan atau disita untuk dilelang dan masuk ke kas negara sesuai putusan hakim,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Reskrim Polres Tarakan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) bersama Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Tarakan Untung Prayitno, Kasat Intel Polres Tarakan dan Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Muhammad Irfan, Rabu (2/3) lalu, ke salah satu gudang yang ada di Jalan Hasanuddin 1, RT 29 Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat. Hasilnya, ditemukan 3 ton gula asal Malaysia di gudang milik LN. (*/ima/fen)


BACA JUGA

Minggu, 22 November 2015 19:15

Perang Proksi Ancaman Warga Kaltara

<p style="text-align: justify;"><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash;…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers