MANAGED BY:
SELASA
21 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Sabtu, 05 Maret 2016 21:13
Juata Laut Sasaran Empuk Pembalakan Liar
BARANG BUKTI: Kayu hasil pembalakan liar di kawasan hutan lindung di Kelurahan Juata Laut yang diamankan Polhut, Rabu (2/3) lalu.

PROKAL.CO, TARAKAN – Hutan lindung di kawasan Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Tengah, Tarakan, menjadi sasaran empuk para pelaku pembalakan liar. Rabu (2/3) lalu, sekira pukul 18.00 Wita, Dinas Kehutanan, Pertambangan dan Energi (Dishutamben) Tarakan kembali mengamankan seorang warga, Lo, 36, yang melakukan perambahan hutan.

Beberapa waktu lalu, juga telah diamankan dua warga Kelurahan Selumit Pantai, Ra dan Ar yang melakukan perambahan di kawasan hutan lindung Sei Manggatal, Kelurahan Juata Laut. Sementara Lo, tertangkap di Sungai Maya di kelurahan yang sama.

Menurut Salahuddin, Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Hutan Dishutamben Tarakan, penangkapan Lo saat petugas Polisi Hutan (Polhut) melakukan patroli rutin di hutan lindung Tarakan yang berada di Sungai Maya. Ketika memasuki hutan, Polhut Tarakan mencoba beristirahat sejenak sekira 11.30 Wita dan tidak lama kemudian terdengar suara gergaji mesin (chainsaw).

“Mendengar suara chainsaw tersebut, Polhut langsung bergerak mencari asal suara hingga masuk ke bagian paling dalam hutan lindung yang ada di Sungai Maya. Setelah cukup lama menelusuri hutan, baru sekitar pukul 18.00 Polhut berhasil mengamankan Lo yang saat itu tengah mengolah pohon, yang sudah tumbang,” ujar Salahuddin saat ditemui di Mapolres Tarakan, Jumat (4/3).

Pada saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), lanjut Salahuddin, mulanya Lo tidak sendirian melakukan perambahan hutan. Namun, saat dilakukan pengejaran, yang berhasil diamankan hanya Lo.

“Setelah berhasil diamankan, Lo langsung dibawa ke Dishutamben untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Berdasarkan pengakuan Lo, dirinya bekerja lantaran disuruh seseorang untuk menebang pohon di hutan untuk diolah menjadi kayu dengan dijanjikan imbalan.

“Lo bekerja untuk orang lain, semua peralatan, termaksud bekal sudah ada yang membiayai. Sementara pohon yang sudah diolah menjadi kayu dirinya memperoleh imbalan Rp 500 ribu sampai satu juta rupiah setiap kubiknya,” beber Salahuddin.

---------- SPLIT TEXT ----------

Ditambahkannya, sejak bekerja dari pagi, Lo sudah berhasil mengolah pohon di hutan menjadi lembaran papan sebanyak empat kubik. Namun yang tersisa hanya tinggal satu kubik.

“Yang tiga kubik sudah berhasil keluar diangkut tukang pikul, dan begitu sampai di jalan yang mudah dijangkau oleh kendaraan, ternyata sudah ada truk yang menunggu dan siap mengangkut kayu tersebut,” jelasnya.

Pada saat Lodi berhasil diamankan, sebenarnya para pemikul juga akan mengamankan kayu untuk diangkut ke dalam truk. Namun, begitu melihat Polhut tiba, para pengangkut langsung berteriak.

“Kami berharapnya bisa mengamankan truk yang digunakan untuk mengangkut kayu dari dalam hutan. Namun keburu ketahuan lantaran ada para pengangkut kayu yang berteriak melihat keberadaan Polhut sehingga truk yang mereka gunakan juga sempat kabur,” terang Salahuddin.

Salahuddin juga berjanji pihaknya masih terus berupaya untuk mengungkap siapa orang yang berada di balik pelaku pembalakan liar di kawasan hutan lindung di Kelurahan Juata Laut.

“Memang saat ini kami masih mengalami kesulitan untuk mengungkap siapa dalang utamanya, lantaran keterbatasan anggota dan kurangnya pengalaman dalam melakukan penyelidikan. Selain itu, sejauh ini, kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk mengungkap kasus pembalakan hutan lindung di Tarakan,” ungkapnya.

Saat disinggung terkait apakah ada oknum yang terlibat dalam pembalakan hutan, Salahuddin yang tiba di Mapolres Tarakan untuk membuat laporan, enggan berspekulasi.

“Kalau masalah ada atau tidaknya oknum, saat ini kami masih mendalami kasus ini. Selain itu, kami juga masih menggali informasi dari keterangan tersangka dan juga saksi yang berhasil diamankan,” ujarnya.

“Jika benar ada keterlibatan oknum seperti beberapa tahun silam, nantinya kami juga akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menuntaskan kasus ini,” tambahnya. (*/ima/fen)

 

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 18 Januari 2020 22:48

Tenaga Jaksa Belum Ideal

TARAKAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan saat ini masih kekurangan…

Jumat, 17 Januari 2020 19:44

Hasil Penungkapan 2 Kasus Sabu, BB Dimusnahkan

TARAKAN – Sebanyak 745,12 gram sabu yang merupakan barang bukti…

Jumat, 17 Januari 2020 19:43

Minta Rekomendasi Pajak Hiburan

TARAKAN – Panitia kegiatan colour run mengklaim telah mengantongi izin,…

Kamis, 16 Januari 2020 14:20

Ditanya Berbelit, Terdakwa Bantah Sebagai Kurir Sabu 38 Kg

TANJUNG SELOR – Terdakwa Ahmad Fatoni, menjalani sidang lanjutan untuk…

Kamis, 16 Januari 2020 14:18

Pelaku Kesulitan Jual Hasil Curian, Akhirnya Ketangkap

TARAKAN– Warga Tarakan agar lebih waspada terhadap barang berharga, khususnya…

Rabu, 15 Januari 2020 14:14

Jadwal Pelaksanaan SKD dan SKB, Tunggu Hasil Survei BKN

TANJUNG SELOR – Perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) lingkup…

Selasa, 14 Januari 2020 19:00

Si Jago Merah Hanguskan 2 Ruko

TARAKAN – Musibah kebakaran terjadi di RT 03 Kelurahan Karang…

Selasa, 14 Januari 2020 18:25

Budidaya Kepiting Bakau Potensi PAD

TANJUNG SELOR – Rancangan Peraturan Gubernur (Rapergub) tentang Budidaya Kepiting…

Rabu, 08 Januari 2020 12:20

Sepanjang 2019, Sita Sabu 19,9 Kg

TARAKAN – Sepanjang tahun lalu, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)…

Senin, 06 Januari 2020 19:18

MIRIS..!! Fasilitas Olahraga Tak Terawat

TARAKAN – Wali Kota Tarakan, Khairul bersama jajarannya meninjau sejumlah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers