MANAGED BY:
SELASA
21 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Kamis, 10 Maret 2016 11:23
1,6 Kg Sabu dan 2.021 Ekstasi Dimusnahkan
DIBLENDER: Pemusnahan narkoba jenis sabu dan pil ekstasi yang dilakukan Polres Tarakan, Selasa (8/3).

PROKAL.CO,

TARAKAN – Polres Tarakan kembali memusnahkan sabu dengan berat 1,5 kilogram, dan 2.021 butir pil ekstasi yang disita dari MS pada 18 Februari lalu, beserta 96,40 gram sabu dari SU dan AK yang ditangkap pada 29 Februari lalu.

Pemusnahan barang haram tersebut dilakukan dengan cara diblender. Pemusnahan sabu disaksikan Sekretaris Kota (Sekkot) Tarakan Khairul, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan Supeno Joko Bintoro, perwakilan Kejaksaan Negeri Tarakan, dan Pengadilan Negeri Tarakan, serta para tersangka.

Kapolres Tarakan AKBP Dani Hamdani melalui Wakapolres Kompol Hendri KD Sidabutar mengatakan, pemusnahan narkoba sudah dilakukan beberapa kali dengan jumlah yang dimusnahkan mencapai 7 kilogram sabu selama 2016 ini.

“Yang kita musnahkan kali ini 1.619 gram yang secara keseluruhan selama 2 bulan lebih di awal tahun ini. Sudah hampir 7 kilogram yang kita musnahkan dan sama dengan ekstasi diindikasikan dari Malaysia, karena dari bentuknya untuk ekstasi ini sama dengan yang beredar di Malaysia,” katanya usai pemusnahan di Mapolres Tarakan, Selasa (8/3).

Lanjut Hendri, atas kepemilikan sabu 1,5 kilogram Satreskoba menambah satu tersangka lagi, narapidana kasus sabu yang berkewarganegaraan asing.

“Kita amankan 2 orang, salah satu warga yang kita amankan merupakan jaringan yang kita pantau dari Malaysia inisial AY, dan tadi malam, (Senin, 7/3, malam)  sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

AY merupakan pemilik 1,5 gram sabu yang bermula dari penangkapan MS saat akan membawa keluar dari Lapas Tarakan. “Kemudian, intens AY ini diperiksa 3 minggu dan baru ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (7/3) malam,” terangnya.

Sebelumnya, tersangka MS mengakui sabu tersebut adalah milik AY. Pihaknya langsung menjemput AY di Lapas Tarakan. AY diperiksa lalu dijadikan tersangka, dari tes urine AY juga didapati positif mengandung mentamphetamine. Artinya, AY pernah mengonsumsi sabu dalam waktu dekat.

“Kita bon, karena sekarang masih sebagai napi dan akan dikembalikan setelah pemeriksaan selesai. Baru setelah vonis sangkaan kasus pertama yang sedang dijalaninya ini selesai, akan dilanjutkan ke persidangan untuk perkara kedua. Dan kita berharap bisa diberikan hukuman mati supaya ada efek jera dan pengedar tidak lagi masuk ke Indonesia,” tegasnya.

---------- SPLIT TEXT ----------

Sementara itu, Kasat Reskoba Polres Tarakan AKP Mikael Hasugian mengatakan, AY perannya sebagai pemilik sabu. Saat penangkapan MS yang merupakan rekan AY, sebenarnya ada 2 orang yang digelandang ke Polres Tarakan untuk diperiksa. Namun, AN belakangan hanya sebagai saksi dan MS dijadikan tersangka hingga bertambah lagi tersangka AY.

“Kita letakkan porsinya, sementara si AN ini dia tidak mengerti dan hanya disuruh membawa bungkusan keluar tetapi tidak mengetahui di dalam bungkusan itu ada sabu dan saya bisa mempertanggungjawabkan itu (menetapkan AN hanya sebagai saksi),” beber Mikael.

Soal keterlibatan oknum petugas Lapas Tarakan sepanjang pemeriksaan MS dan AY, Mikael mengaku belum terungkap. “Siapa yang bawa sabu ke dalam lapas, dia (AY) tidak terbuka bagaimana tekniknya. AY ini tidak mengakui apa-apa, tapi kita bukan butuh pengakuan. Tapi memang ada bukti dan saksi,” tegasnya.

Pemeriksaan AY, lanjut Mikael, dimulai sejak Senin (7/3) siang dan baru selesai sekira jam 01.00 dinihari. Pemeriksaan terhadap AY ini memang memakan cukup lama karena menggunakan 2 orang penerjemah.

“Kita layani masyarakat dengan baik, apalagi AY ini sebagai WNA. Karena tidak mengerti bahasa Malaysia, jadi kita datangkan penerjemah dari luar yang resmi, dari yayasan resmi 2 orang yang fasih dan mengerti bahasa chinese maupun Indonesia,” katanya.

AY merupakan terpidana kasus sabu yang di vonis pidana 4 tahun penjara dan sudah melaksanakan hukumannya selama 2 tahun, putusan terhadapnya juga sudah inkrah tidak dalam proses banding, kasasi maupun peninjauan kembali. (*/ima/fen)

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 17 Januari 2020 19:44

Hasil Penungkapan 2 Kasus Sabu, BB Dimusnahkan

TARAKAN – Sebanyak 745,12 gram sabu yang merupakan barang bukti…

Jumat, 17 Januari 2020 19:43

Minta Rekomendasi Pajak Hiburan

TARAKAN – Panitia kegiatan colour run mengklaim telah mengantongi izin,…

Kamis, 16 Januari 2020 14:20

Ditanya Berbelit, Terdakwa Bantah Sebagai Kurir Sabu 38 Kg

TANJUNG SELOR – Terdakwa Ahmad Fatoni, menjalani sidang lanjutan untuk…

Kamis, 16 Januari 2020 14:18

Pelaku Kesulitan Jual Hasil Curian, Akhirnya Ketangkap

TARAKAN– Warga Tarakan agar lebih waspada terhadap barang berharga, khususnya…

Rabu, 15 Januari 2020 14:14

Jadwal Pelaksanaan SKD dan SKB, Tunggu Hasil Survei BKN

TANJUNG SELOR – Perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) lingkup…

Selasa, 14 Januari 2020 19:00

Si Jago Merah Hanguskan 2 Ruko

TARAKAN – Musibah kebakaran terjadi di RT 03 Kelurahan Karang…

Selasa, 14 Januari 2020 18:25

Budidaya Kepiting Bakau Potensi PAD

TANJUNG SELOR – Rancangan Peraturan Gubernur (Rapergub) tentang Budidaya Kepiting…

Rabu, 08 Januari 2020 12:20

Sepanjang 2019, Sita Sabu 19,9 Kg

TARAKAN – Sepanjang tahun lalu, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)…

Senin, 06 Januari 2020 19:18

MIRIS..!! Fasilitas Olahraga Tak Terawat

TARAKAN – Wali Kota Tarakan, Khairul bersama jajarannya meninjau sejumlah…

Kamis, 02 Januari 2020 15:04

Dua Program Belum Maksimal, Ini Sebabnya....

TANJUNG SELOR – Realisasi program strategis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers