MANAGED BY:
MINGGU
25 AGUSTUS
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 05 Februari 2019 14:54
Budidayakan Rumput Laut di Perairan Negeri Jiran, 22 WNI Ditangkap di Malaysia
Ilustrasi

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG SELOR – Sebanyak 22 petani rumput laut di Nunukan, ditangkap aparat Malaysia sejak Januari lalu. Tertangkapnya 22 warga Nunukan tersebut, buntut dari polemik budidaya rumput laut di Perairan Simpang Tiga Serudung–Malaysia. 

Bahkan saat rapat staf yang dipimpin Sekprov Kaltara Suriansyah, Senin (4/2), persoalan itu tak luput dari pembahasan. Dijelaskan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara Amir Bakri, budi daya rumput laut di perairan perbatasan negara tersebut memang sudah berjalan cukup lama, dan diketahui petugas Malaysia. 

Namun diakuinya, ke-22 petani rumput laut tersebut memang terbukti melakukan pelanggaran, karena membudidayakan rumput laut di perairan Malaysia. “Tetapi saat masuk wilayah Malaysia, para petani tersebut sudah meminta izin dengan pemilik budidaya rumput laut di wilayah Malaysia yang bernama Hasan bin Husin,” katanya kemarin. 

Hasan kemudian mempekerjakan WNI asal Nunukan tersebut untuk turut membudidayakan rumput laut miliknya. Tapi aturan yang berlaku di Malaysia, tidak diperkenankan mempekerjakan orang asing. 

“Selain itu, pelanggaran lain dilakukan karena hasil rumput laut yang dibudidayakan di wilayah Malaysia juga dijual di Nunukan,” terangnya. 

Amir menegaskan, persoalan itu tidak sepenuhnya karena kelalaian pihaknya. Pasalnya, pihaknya sudah jauh-jauh hari memberikan pemahaman dan memasang tanda batas zonasi rumput laut. Terutama yang boleh dikelola warga Indonesia, khususnya di Kaltara. "Kita sudah pasang buoy (tanda batas) bahwa tak boleh lewat dari tanda itu," tegasnya. 

Menurutnya, faktor lain yang diduga memicu pelanggaran, karena besarnya animo masyarakat menjadi petani rumput laut. Sebab pasar dan harga rumput laut sangat menjanjikan. Sementara luas wilayah kelola rumput laut sangat terbatas. Itulah yang membuat beberapa petani rumput laut memilih untuk bekerja di wilayah terlarang (Malaysia). 

"Tapi Alhamdulillah (22 petani rumput laut asal Nunukan) sudah dipulangkan (bebaskan) pada 31 Januari lalu,” pungkasnya. (uno/udi) 


BACA JUGA

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:56

Pemeran Video ‘Panas’ Terancam UU Pornografi

TANJUNG SELOR – Polisi mulai mengungkap fakta-fakta video mesum sepasang…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:52

Dua Pengetap Diciduk Polisi

TANJUNG SELOR – Tudingan bahwa para pengetap sebagai biang kerok…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:51

Senang Bisa Ketemu Presiden, Diberi Pesan Jaga Persatuan

Menjadi pasukan pengibar bendera pusaka di Istana Negara, memiliki kebanggaan…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:50

Aset ‘Tidur’ Dilirik Pemkot

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan harus terus berinovasi dan berkreativitas…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:48

Khairul Ikut Beri Dukungan

TARAKAN – Rencana pemindahan ibu kota negara, juga mendapat dukungan…

Jumat, 23 Agustus 2019 19:31

Video Mesum Beredar, Pemeran Pria Lapor Polisi

TANJUNG SELOR – Video mesum sepasang remaja dalam sebuah kamar…

Jumat, 23 Agustus 2019 19:29

Satu Jamaah Wafat di Makkah

KABAR duka datang dari Tanah Suci, Makkah. Satu jamaah haji…

Jumat, 23 Agustus 2019 19:28

Pemprov Kucurkan Rp 3 M untuk Land Clearing

TANJUNG SELOR – Dinas Pekerjaan Umum Penata Ruang Perumahan dan…

Jumat, 23 Agustus 2019 19:26

Mantan Pejabat KTT Divonis 5 Tahun

TANJUNG SELOR - Kasus tindak pidana korupsi dengan terdakwa Mardiansyah,…

Jumat, 23 Agustus 2019 19:25

BPPRD Kenakan Denda 2 Persen

TANJUNG SELOR – Dua perusahaan yang sempat diselidiki jajaran Polda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*