MANAGED BY:
JUMAT
24 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 20 Maret 2019 11:48
Pusat Kampanyekan Visit Heart of Borneo
KAMPANYE WISATA: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie ketika menghadiri press conference Visit The Heart of Borneo di Kementerian Pariwisata, Selasa (19/3).

PROKAL.CO, JAKARTA – Jantung Kalimantan atau Heart of Borneo (HoB) mulai menarik perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata untuk dijadikan ekowisata.

Untuk diketahui, salah satu HoB di Pulau Kalimantan adalah Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM). "Atas nama masyarakat Indonesia di Kalimantan Utara, saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata dan juga WWF (World Wildlife Fund) dan lembaga lainnya yang telah menginisiasi kampanye pariwisata Kalimantan. Yaitu melalui visit the Heart of Borneo," ujar Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat menjadi narasumber di press conference Visit The Heart of Borneo yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Selasa (19/3).

Dengan mengusung tema “Jantung Kalimantan Tempat Kekayaan Keanekaragaman Hayati dan Budaya Menyatu”, program visit HoB adalah program pelestarian hutan yang dikolaborasikan dengan ekowisata. "Program ini merupakan inisiasi tiga negara. Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam," ujarnya.

Disebutkan, Kalimantan Utara dengan luas wilayah mencapai 75.467 hektare, tutupan hutannya seluas 85,4 persen. Sedangkan HoB, lanjutnya, memiliki luas 22 juta hektare, dimana 16,8 juta hektare di antaranya ada di Kalimantan (Indonesia). 30 persennya atau 5,19 juta hektare ada di Kaltara.

Gubernur mengungkapkan, di areal HoB yang ada di Kaltara, memiliki berbagai flora dan fauna, serta keanekaragaman hayati, yang sangat potensi menjadi daya tarik wisata. Selain itu, juga ada kekayaan budaya, dan berbagai potensi yang menjadi keunggulan komparatif.

"Meski demikian, kita akui HoB (TNKM) sejauh ini belum banyak mendatangkan wisatawan. Kalah dengan Malaysia," ungkap Irianto.

Kenapa kalah? Dijelaskan, pertama karena infrastruktur yang kurang memadai, konektivitas, dan juga marketing yang kurang. "Namun, patut disyukuri secara cepat sarana infrastruktur terus dibenahi. Atas sinergi pemerintah daerah dan pusat, jalan-jalan ke wilayah perbatasan telah dibangun. Hal ini diharapkan bisa mendukung program pariwisata di Kaltara. Termasuk program visit Heart of Borneo," ujarnya.

Untuk diketahui, WWF berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dalam mempromosikan kampanye visit HoB. Dan, program peningkatan pengetahuan bagi beberapa tour operator di wilayah Kalimantan. WWF – HoB Program, juga memasarkan kegiatan ekowisata di tingkat internasional melalui partisipasi di ITB Berlin, salah satu pameran wisata yang besar di tingkat internasional.

Pada tingkat tapak, WWF – HoB aktif mendukung penguatan tour operator dan masyarakat lokal dalam pengembangan paket wisata berstandar ekowisata. Visit HoB merupakan kampanye yang diluncurkan pada 2017. Sebab, Pulau Borneo merupakan pulau terbesar nomor 3 di dunia, dan memiliki sekitar 6 persen keanekaragaman hayati dunia yang berada di area hutan tropis. Spesies flora dan fauna mencapai ribuan, termasuk bunga raflesia, dan beberapa fauna endemik seperti orangutan, gajah Borneo (gajah terkecil di dunia), dan kera proboscis. (hms/fen)


BACA JUGA

Kamis, 19 November 2015 18:03

Penghitungan Suara Gunakan Sistem Online

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers