MANAGED BY:
MINGGU
20 OKTOBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 26 Maret 2019 13:22
Awasi Tarif Tiket Subsidi

Penerbangan ke Perbatasan Jauh Lebih Murah

PENERBANGAN PERDANA: Para penumpang menaiki pesawat dari bandara Juwata Tarakan menuju Long Bawan, Senin (25/3). Penerbangan tersebut mendapat subsidi dari pemerintah sehingga harga tiket penerbangan ke perbatasan jauh lebih murah.

PROKAL.CO, TARAKAN – Warga perbatasan kembali bisa menikmati penerbangan dengan biaya murah. Karena Pemerintah Pusat telah memulai penerbangan subsidi angkutan penumpang bagi penerbangan perintis ke daerah perbatasan. 

Subsidi yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2019 ini dimulai kemarin (25/3), dengan kembali menggandeng Susi Air.

Harga tiket pesawat setelah mendapatkan subsidi ini, terbilang murah. Untuk tujuan Tarakan - Long Bawan, Kecamatan Krayan, Nunukan, misalnya, dari harga komersial rata-rata Rp 1.350.000, dengan subsidi hanya dikenakan tarif Rp 460 ribu per orang.

“Sangat terjangkau. Jadi kita harapkan ini bisa berlanjut terus setiap tahun, kalau bisa jangan terhenti. Seperti kemarin, sempat terhenti dua bulan kalau enggak salah,” ujar Elfran, salah seorang penumpang tujung Long Bawan, Senin (26/3).

Menurut pria yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Malinau, pesawat udara menjadi satu-satunya transportasi untuk memudahkan aktivitasnya bepergian ke luar daerah. “Ini satu-satunya transportasi ke perbatasan, tidak ada speed, darat juga tidak ada. Harapannya jalan dari Malinau yang sekarang sudah terbuka aksesnya ini, ditingkatkan lagi, sehingga bisa pakai oleh masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII, Alexander Rita mengharapkan kepada pihak maskapai dapat melaksanakan tugas dengan maksimal. Terutama komitmen dalam hal jadwal penerbangan.

“Di dalam kontrak itu sudah ditetapkan jadwalnya, tolong jadwal itu dilaksanakan dengan konsisten dan tepat waktu, supaya masyarakat bisa merencanakan kegiatannya sesuai dengan jadwal penerbangan itu,” harap Alexander Rita.

Ia juga meminta kepada pihak terkait termasuk masyarakat, agar melakukan pengawasan terhadap tarif tiket pesawat. Supaya program subsidi ini dapat terlaksana sesuai harapan.

“Karena harga tiket itu sudah disubsidi, jadi tolong supaya kita semua melakukan pengawasan,” tuturnya.

Menurutnya, Pemerintah Pusat sendiri telah berupaya untuk selalu menghadirkan negara di tengah-tengah masyarakat. Salah satunya melalui program subsidi penerbangan ini. 

Selai subsidi perintis angkutan penumpang yang sudah berjalan sejak pemerintahan sebelumnya, pemerintah juga menambah lagi subsidi lain, yakni subsidi angkutan kargo yang dimulai sejak tahun lalu dan subsidi angkutan BBM yang baru dimulai tahun ini.

“Pemahamannya untuk subsidi angkutan BBM ini, nantinya akan dikhususkan di lokasi bandar udara Malinau, supaya penerbangan perintis yang ke pedalaman bisa memaksimalkan kapasitasnya. Jadi pesawat yang terbang dari Tarakan nanti sudah bisa review dari Malinau. Dengan kita sediakan BBM di sana, avtur. Ongkos angkut avtur itu disubsidi melalui APBN,” tutur Alexander Rita.

Ia menambahkan, ke depan, akan dilakukan verifikasi terhadap bandara-bandara di perbatasan Kaltara yang dikelola oleh pemerintah daerah, agar layak diterbangi pesawat perintis.

“Kami berharap melalui bapak kepala dinas terkait di masing-masing lokasi, melakukan evaluasi untuk lokasi-lokasi yang diusulkan akan diterbangi (pesawat) perintis. Supaya bandaranya bisa terpenuhi kelayakannya untuk bisa diterbangi,” tuturnya.

Di pihak lain, Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, menyambut baik terealisasinya program tersebut sebagai jawaban atas usulan yang disampaikannya kepada Menteri Perhubungan tahun lalu.

“Alhamdulillah, hari ini Pak Menteri Perhubungan merealisasikan permohonan itu dengan menambah 19 rute baru untuk penerbangan subsidi di Kalimantan Utara pada lapangan-lapangan terbang perintis. Selama ini hanya ke Long Bawan, Long Apung, Long Layu, Krayan Selatan,” ujar Irianto Lambrie.

Ke depan, Irianto juga mengusulkan agar bandara perintis di perbatasan dapat dilakukan verifikasi dan ditingkatkan, guna menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan perintis. Seperti di Lumbis Ogong dan bandara perintis lainnya.

“Yang di Lumbis Ogong itu kemarin sempat disurvei. Cuma apa bisa direalisasikan tahun depan, itu yang kita tunggu. Tapi yang paling penting kita bersyukur hari ini Menteri Perhubungan merealisasikan komitmennya untuk membantu Kaltara,” ungkap Irianto.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bandara Juwata Tarakan, Budi Prayitno mengungkapkan, tahun ini ada 19 rute penerbangan yang dilayani subsidi angkutan penumpang.

“Ini meningkat dari tahun lalu karena ini sudah berjalan sekian lama. Tahun lalu 10, sekarang 19. Ini juga sesuai permintaan dari pimpinan daerah Provinsi Kaltara,” ujarnya.

Sementara untuk subsidi angkutan kargo, rencananya hanya ada dua rute penerbangan, yakni Tarakan - Malinau dan Tarakan - Long Bawan – Long Ampung. Sementara untuk subsidi angkutan BBM akan dipusatkan di Malinau.

Ditambahkan Divisi Marketing Susi Air Syahas Sugiartomo, penerbangan subsidi perintis angkutan penumpang ini akan dilayani oleh pesawat jenis cessna, grand caravan dan pilatus.

Terpisah, Kepala Bidang Perhubungan Udara dan Kereta Api, Dishub Kaltara, Andi Nasuha mengatakan, penerbangan perdana subsidi ongkos angkut (SOA) kemarin, adalah Tarakan-Long Bawan. Dengan anggaran sebesar Rp 45 miliar dari APBN 2019.

“Jadi anggarannya ini untuk penumpang Rp 45 miliar, kargo Rp 5 miliar dan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) Rp 5 miliar,” ungkapnya, Senin (25/3).

Lanjutnya, sejak diberlakukannya SOA, harga tiket tertinggi sebesar RP460.500 untuk tujuan Tarakan-Long Bawan dan sebaliknya. Sedang tarif terendah adalah rute Malinau - Long Pujungan Rp 229.600 dan sebaliknya.

Ia menjelaskan, wilayah perbatasan di Kaltara masih bergantung transportasi udara untuk mobilitas masyarakat. Karena jalur darat sementara ini masih dikerjakan. Dengan adanya subsidi kegiatan masyarakat akan lebih lancar. (mrs/*/fai/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Oktober 2019 15:07

Kasus OTT Kepala BPJN XII, Tak Berdampak Pembangunan di Kaltara

TANJUNG SELOR – Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kepala Balai…

Sabtu, 19 Oktober 2019 15:03

Transaksi Narkoba di Laut Bunyu

TARAKAN – Bea Cukai Tarakan bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi…

Sabtu, 19 Oktober 2019 14:59

Meninggal di Speedboat

TANJUNG SELOR – Sempat dikira sedang tidur di atas speedboat…

Sabtu, 19 Oktober 2019 14:57

Wajib Terbitkan Perkada Germas

TARAKAN – Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) merupakan program pemerintah…

Jumat, 18 Oktober 2019 13:28

34 Tahun Tekuni Budaya Tidung karena Keprihatinan

Datu Norbeck menerima penghargaan dari Kemendikbud pada Kamis (10/10) lalu,…

Jumat, 18 Oktober 2019 13:25

Masih Mengacu Data Pemilu April

TANJUNG SELOR – Ketua KPU Kaltara Suryanata Al Islami menyebutkan…

Jumat, 18 Oktober 2019 13:24

Wabup Nunukan Ramaikan Persaingan

TANJUNG SELOR – Persaingan di Pikada Bulungan 2020 bakal ketat.…

Jumat, 18 Oktober 2019 13:22

Komunikasi dengan 4 Figur

TARAKAN – Mantan anggota DPR RI Ari Yusnita mengaku ada…

Kamis, 17 Oktober 2019 15:51

Intens Jalin Komunikasi, Syaiful Kembalikan Formulir Pendaftaran

TANJUNG SELOR – Asisten II Setprov Kaltara Syaiful Herman resmi…

Kamis, 17 Oktober 2019 15:39

Jusuf SK Sebut Inisial Z

TARAKAN – Jusuf Serang Kasim semakin mantap menatap Pemilihan Kepala…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*