MANAGED BY:
RABU
27 MEI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Senin, 13 Mei 2019 12:09
Demokrat Belum Tentukan Sikap

Asnawi Serahkan ke Mekanisme Partai

Najamuddin

PROKAL.CO, TARAKAN – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 2020 mendatang mulai hangat dibicarakan masyarakat Kalimantan Utara, seiring hampir rampungnya tahapan Pemilu 2019.

Seperti diketahui, selain Tarakan, semua kabupaten di Bumi Benuanta akan menggelar pemilihan kepala daerah. Selain itu, juga pemilihan gubernur dan wakil gubernur, tahun depan.

Namun, partai politik di provinsi ke-34 ini masih enggan membahas panjang lebar pemilihan kepala daerah. Demokrat, misalnya, belum menentukan sikap terhadap figur yang bakal diusung pada pemilihan bupati dan wakil bupati Bulungan. Partai berlambang bintang Mercy itu masih fokus menunggu hasil Pemilu 2019 yang diumumkan 22 Mei mendatang.

“Untuk tujuan ke depan kami belum ada instruksi dari DPP. Kami masih menunggu rekapitulasi hasil tingkat nasional,” ujar Ketua DPC Partai Demokrat Bulungan Najamuddin, Minggu (12/5).

Pria yang juga kandidat terpilih calon anggota DPRD Kaltara dari daerah pemilihan Bulungan–KTT ini menjelaskan, khusus pilkada tahun depan akan dibahas terlebih dahulu secara internal partai.

Yang jelas, kata dia, tetap akan dipersiapkan. Karena pihaknya pun akan ambil bagian. Mengingat Demokrat diprediksi memperoleh 2 kursi di DPRD Bulungan berdasarkan perhitungan yang sudah dilakukan di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Hanya saja, kata dia, hasil itu tidak cukup untuk membawa partainya mengusung figur sendiri. Demokrat tetap harus berkoalisi karena syarat mengusung calon minimal lima kursi.

Lalu siapa figur yang akan diusung, belum diputuskan. “Kita belum tahu kader siapa nanti yang akan maju,” ujar pria yang pernah mencalonkan sebagai wakil bupati pada Pilkada Bulungan 2015 lalu berpasangan dengan Oni Aprianur.

Untuk mendapatkan figur yang tepat, kata dia, kemungkinan akan membuka penjaringan. Hanya saja, kader Demokrat lebih terbuka kesempatan diusung dibandingkan figur dari luar partai.

“Biar bagaimanapun, Partai Demokrat tidak mau beli kucing dalam karung. Yang kami mau adalah penjaringan dan utamakan kader. Kami belum bisa membukanya, karena ini adalah merupakan strategi. Nanti siapa pun yang diusung oleh partai, itulah yang terbaik,” tuturnya.

Disinggung soal kansnya ikut mencalonkan lagi, Najamuddin menyerahkan pada keputusan pengurus pusat. Namun, ia mengaku sudah memiliki strategi untuk memenangkan Pilkada Bulungan nanti, berdasarkan pengalamannya mengikuti kontestasi 2015 lalu.

Strategi itu pun sudah diterapkannya saat mengikuti Pileg 2019 dan berhasil membawanya meraih satu kursi di DPRD Kaltara, dengan meraih suara terbanyak di dapil Bulungan–KTT.

“Inilah gambaran strategi Partai Demokrat bahwa kita tidak habis, kita masih ada,” ujarnya. 

Di pihak lain, Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kaltara Asnawi Arbain belum bisa membeberkan figur yang akan diusung partainya. Menurutnya, ada mekanisme yang harus dilalui untuk mengusung calon.

“Jadi nanti itu akan dibentuk tim pilkada. Kalau di tingkat kabupaten namanya tim pilkada daerah, kemudian di tingkat provinsi namanya tim pilkada wilayah. Nah, tugas tim pilkada ini adalah menerima pencalonan dari kandidat yang ada. Jadi, mereka yang berminat menggunakan PAN sebagai perahu, maka mereka mendaftarkan diri di tim pilkada daerah atau kabupaten, atau tim pilkada wilayah di provinsi,” beber Asnawi.

Hasil penjaringan di daerah maupun provinsi, selanjutnya akan diseleksi untuk kemudian diajukan ke provinsi apabila calon bupati mendapatkan rekomendasi dari tim pilkada wilayah. Dan, selanjutnya akan dibawa ke DPP PAN untuk ditetapkan. Mekanisme serupa juga berlaku untuk calon gubernur.

Menururnya, biasanya ada tiga pasang kuota yang disiapkan, kemudian diajukan ke DPP PAN untuk diputuskan siapa yang diusung. Dengan mekanisme itu, Asnawi menegaskan partai membuka diri bagi siapa pun yang ingin menggunakan partainya untuk maju di pilkada. Termasuk kader PAN sendiri.

“Prinsipnya kami mengajukan itu ke DPP. DPP yang memutuskan. Apakah itu kader atau bukan, itu ranah DPP. DPP tentu juga akan melihat strategi di daerah, jadi tidak serta merta juga dia putuskan. Kami hanya dalam kapasitas mengusulkan,” jelasnya.

Selain melalui jalur administrasi, kata dia, calon juga bisa melalui jalur politik, yakni dengan lobi-lobi. Namun dari jalur itu, Asnawi mengaku belum ada calon yang berkomunikasi dengan partainya. Untuk mengusung calon, PAN pun harus berkoalisi. Karena perolehan kursi PAN merosot di beberapa daerah. Terkecuali Kabupaten Tana Tidung PAN meraih 4 kursi, dan berpeluang mengusung calon sendiri. (mrs/fen)


BACA JUGA

Minggu, 22 November 2015 19:15

Perang Proksi Ancaman Warga Kaltara

<p style="text-align: justify;"><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash;…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers